MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

LLTT Jadi Strategi Dinkes Banda Aceh Cegah Pencemaran Lingkungan dari Limbah 

Redaksi by Redaksi
11 September 2026
in Daerah
0

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Program Kesehatan Lingkungan melaksanakan kegiatan Pendampingan Penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di Kantor Keuchik Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kamis (10/9/2026). | Foto: Dinkes Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mulai memperkuat penerapan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) sebagai upaya membangun sistem sanitasi yang lebih aman dan berkelanjutan di tingkat gampong.

Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Program Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan menggelar kegiatan pendampingan penerapan LLTT di Kantor Keuchik Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kamis (10/9/2026).

RelatedPosts

Banda Aceh Kelola 58 Aplikasi untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Jalan Akses Bandara SIM

BGN Resmikan 980 Dapur MBG di 16 Provinsi, Aceh Besar Jadi Pusat Kegiatan

Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan perangkat gampong terkait pentingnya pengelolaan limbah domestik, khususnya lumpur tinja, agar tidak mencemari lingkungan dan menjadi sumber penyebaran penyakit.

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Nurjannah, SKM., MKM, mengatakan LLTT merupakan bagian dari upaya mewujudkan sanitasi aman di masyarakat. Menurutnya, pengelolaan lumpur tinja tidak cukup hanya dilakukan ketika septic tank sudah penuh, tetapi perlu dilakukan secara terencana dan berkala.

“Layanan Lumpur Tinja Terjadwal bukan sekadar pengurasan septic tank, tetapi merupakan upaya bersama untuk memastikan pengelolaan limbah domestik dilakukan secara aman, teratur, dan sesuai standar kesehatan,” ujar Nurjannah.

Ia menjelaskan, sanitasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak terhadap kualitas lingkungan serta meningkatkan risiko munculnya penyakit berbasis lingkungan. Karena itu, penerapan LLTT membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, aparatur gampong, maupun masyarakat.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi pemerintah, gampong, dan partisipasi aktif masyarakat,” katanya.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, Dinkes memberikan pemahaman mengenai konsep LLTT, tahapan pelaksanaan layanan, pembagian peran antarinstansi, hingga strategi komunikasi kepada masyarakat agar program dapat diterapkan secara efektif.

Menurut Nurjannah, keterlibatan gampong menjadi faktor penting karena penerapan sanitasi yang baik harus dimulai dari kesadaran masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa sanitasi bukan hanya persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kegiatan pendampingan itu turut dihadiri Camat Syiah Kuala T.M. Syukri, S.Sos., MAP, Kepala Puskesmas Jeulingke Dedek Mulyanti, SKM., M.Kes, Koordinator Program Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Teuku Meurah Azhari, SKM., M.T, Keuchik Gampong Jeulingke, unsur Tuha Peut, kepala dusun, Babinsa, Bhabinkamtibmas, sanitarian, bidan desa, petugas promosi kesehatan, Ketua PKK gampong, serta kader kesehatan.

Tags: Dinkes Banda AcehGampong JeulingkeKesehatan LingkunganLLTT Banda AcehLumpur Tinja TerjadwalSanitasi Aman
Previous Post

Harga Emas Perhiasan Turun Rp30 Ribu Hari Ini

Next Post

ACF 2026 Dibuka, Angkat Kuliner sebagai Identitas Budaya dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Related Posts

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Capai 942, Kader Remaja Diminta Jadi Edukator Sebaya

by Ahmad Mufti
1 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh tercatat mencapai 942 kasus secara kumulatif sejak 2008 hingga 2026. Angka tersebut...

Dinkes Banda Aceh Temukan 9,22 Persen Remaja Putri Anemia

by Riska Zulfira
25 September 2026
0

MASAKINI.CO - Hasil skrining kesehatan di Kota Banda Aceh menunjukkan masih ditemukan anemia pada remaja putri. Dari siswi kelas VII...

PHBS di Rumah Dimulai dari Kebiasaan Sederhana, Ini Indikatornya

by Riska Zulfira
19 September 2026
0

MASAKINI.CO – Kebiasaan menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun hingga tidak merokok di dalam rumah ternyata menjadi bagian dari...

Next Post

ACF 2026 Dibuka, Angkat Kuliner sebagai Identitas Budaya dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Fiona Sari Utami Raih Penghargaan PRIWOLA 2026 atas Kiprah di Bidang Komunikasi

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co