MASAKINI.CO – Indonesia berpotensi menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola dunia saat menjadi tuan rumah divisi utama FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen perdana yang secara resmi diorganisasikan FIFA itu diproyeksikan memiliki jangkauan penonton lebih dari 1 miliar orang.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, potensi tersebut berasal dari akumulasi populasi negara-negara Asia Tenggara yang ambil bagian, ditambah negara undangan, yakni Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong.
“Jadi secara pertandingan ini populasinya sangat besar. Dan ini yang menjadi menarik, yang nanti juga disiarkan di televisi-televisi masing-masing negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan tentu di Indonesia yang disiarkan secara resmi oleh Emtek Media,” ujar Erick, mengutip infopublik.id, Selasa (15/9/2026).
FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua divisi. Divisi 1 akan berlangsung di Indonesia dengan melibatkan Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Dua negara undangan, Bangladesh dan Pakistan, turut bergabung di divisi tersebut.
Sementara Divisi 2 digelar di Hong Kong dengan peserta Hong Kong, Myanmar, Laos, Kamboja, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.
Menurut Erick, format tersebut menjadi bagian dari upaya FIFA menciptakan kompetisi antarfederasi yang lebih kompetitif sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan negara undangan.
“Lewat FIFA ASEAN Cup, FIFA ingin mulai melakukan benchmark negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan di luar wilayah itu supaya kompetisinya juga kompetitif,” katanya.
Erick mengatakan kepercayaan kepada Indonesia sebagai tuan rumah divisi utama menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab. Sebelumnya, Indonesia telah menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 dan FIFA Series.
Persiapan turnamen terus dilakukan, termasuk sosialisasi di Jakarta dan Bandung yang menjadi lokasi pertandingan. PSSI juga menggelar trophy tour untuk memperkenalkan FIFA ASEAN Cup 2026 kepada masyarakat.
Selain pertandingan, PSSI menyiapkan Fans Zone di sekitar stadion yang telah mendapat persetujuan FIFA. Area tersebut akan menghadirkan musik dan kuliner khas Nusantara.
“Ini kesempatan untuk ikut mengenalkan budaya kita, musik kita, makanan kita juga. Mudah-mudahan ini menjadi hype, sehingga penonton tidak hanya mendapat hiburan sepak bola, tetapi juga pengalaman musik, budaya, dan kuliner Indonesia yang terkenal,” ujar Erick.
Besarnya basis penonton dan keterlibatan negara-negara Asia Tenggara serta negara undangan membuka peluang dampak ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia, termasuk pada sektor pariwisata, industri kreatif, kuliner, transportasi, dan jasa selama turnamen berlangsung.









Discussion about this post