MASAKINI.CO – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meminta seluruh atlet Indonesia memanfaatkan 21 hari terakhir menjelang Asian Games 2026 dengan menjaga fokus, mental, dan kesiapan bertanding demi meraih hasil terbaik di Aichi-Nagoya, Jepang.
Erick mengatakan, fase akhir persiapan menjadi waktu penting bagi para atlet untuk menjaga kondisi dan konsentrasi sebelum turun dalam ajang olahraga terbesar di Asia yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
“Intinya saya mengingatkan mereka, yuk sama-sama kita jaga. Ini sebuah kesempatan buat kita semua, 21 hari ini nanti adalah saat mereka melakukan kompetisi. Saya harapkan mereka bisa fokus,” ujar Erick, mengutip infopublik.id, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, perjuangan atlet menuju Asian Games bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga hasil dari proses panjang yang membutuhkan disiplin, pengorbanan, serta kekuatan mental.
Erick menyebut banyak atlet telah mengorbankan waktu bersama keluarga, pendidikan, masa muda, hingga menghadapi risiko cedera demi mencapai prestasi dan membawa nama Indonesia di ajang internasional.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak dalam ekosistem olahraga nasional menjaga kekompakan, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Chef de Mission (CdM), hingga federasi cabang olahraga.
Terkait target prestasi, Erick mengatakan Indonesia sebelumnya menargetkan mempertahankan capaian tujuh medali emas seperti pada Asian Games sebelumnya. Namun, target tersebut mengalami penyesuaian karena terdapat tiga nomor yang menjadi penyumbang emas Indonesia sebelumnya tidak dipertandingkan pada Asian Games 2026.
“Sekarang jadi targetnya empat. Ya kita berusaha dan kita lihat nanti seperti apa pencapaiannya,” kata Erick.
Ia menegaskan target tersebut bukan untuk memberikan tekanan kepada atlet, melainkan sebagai gambaran capaian yang ingin diraih. Para atlet diminta tetap fokus pada proses dan memberikan penampilan terbaik saat pertandingan berlangsung.
Selain persiapan prestasi, Erick memastikan pemerintah tetap menyiapkan apresiasi bagi atlet yang berhasil meraih medali. Namun, ia menekankan bahwa perjuangan atlet tidak semata-mata berorientasi pada bonus.
“Saya rasa berjuang dahulu, baru kita bicara bonus. Karena olahraga itu tidak hanya sekadar bonus-bonus, tetapi bagaimana para atlet ini bisa juga berjuang dan pasti bonus ada,” ujarnya.
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Asian Games 2026 Todotua Pasaribu melaporkan, sebanyak 432 atlet dari 35 cabang olahraga akan memperkuat Indonesia pada ajang tersebut.
Menurut Todotua, kegiatan Tim Indonesia Day menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara atlet, ofisial, dan seluruh unsur pendukung kontingen sebelum keberangkatan ke Jepang.
“Di bulan kemerdekaan ini kami juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada tim kontingen Indonesia,” katanya.
Sebelumnya, Erick juga mengapresiasi persiapan NOC Indonesia dan CdM dalam memastikan kesiapan kontingen, mulai dari pendanaan, pelayanan, hingga kebutuhan atlet selama mengikuti Asian Games 2026.
Ia mengatakan program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang menjadi bagian dari transformasi pembinaan olahraga Indonesia untuk menghadapi berbagai kompetisi internasional, termasuk SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Sebelum berangkat ke Jepang, kontingen Indonesia akan terlebih dahulu dikukuhkan dan dilepas oleh Presiden Republik Indonesia. Asian Games 2026 menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan hasil pembinaan olahraga sekaligus memperkuat semangat kebangsaan melalui prestasi di tingkat Asia.










Discussion about this post