MASAKINI.CO – Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau yang terlihat menyerupai telur ceplok viral di media sosial. Fenomena tersebut terlihat dalam video yang dibagikan akun Instagram @wxchasing dan menarik perhatian publik karena bentuk serta perpaduan warna kuning dan putih di dalam kawah.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan tampilan tersebut merupakan fenomena geokimia alami yang terjadi di lingkungan kawah gunung api aktif.
Dikutip dari Liputan6.com, Minggu (20/9/2026), Daryono menyebut bentuk menyerupai telur ceplok itu terbentuk dari interaksi antara air yang menggenang di dasar kawah, gas vulkanik, serta batuan dan mineral hasil alterasi hidrotermal.
“Fenomena kawah Anak Krakatau yang tampak seperti ‘telur ceplok’ terjadi karena interaksi antara air yang menggenang di dasar kawah dengan gas vulkanik, terutama senyawa sulfur atau belerang, serta batuan dan mineral hasil alterasi hidrotermal,” kata Daryono.
Ia menjelaskan, warna kuning yang terlihat di bagian tengah berkaitan dengan sulfur dan material mineral yang terbentuk maupun terlarut akibat aktivitas vulkanik. Sementara bagian berwarna putih di sekelilingnya berasal dari batuan dan mineral yang mengalami perubahan akibat interaksi dengan fluida serta gas panas.
Menurut Daryono, genangan air berada pada bagian terendah kawah. Proses kimia dan pengendapan mineral di sekitarnya kemudian menghasilkan perbedaan warna yang, jika dilihat dari udara, menyerupai bentuk kuning telur yang dikelilingi putih telur.
Fenomena tersebut disebut sebagai genangan kawah yang mengalami perubahan geokimia akibat interaksi antara air, gas vulkanik, serta batuan. Proses ini dikenal sebagai acid-sulfate alteration atau alterasi asam-sulfat.
“Jadi, fenomena ini merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif, bukan sesuatu yang aneh, misterius atau pertanda bahaya,” ujar Daryono.
Daryono menambahkan, tampilan kawah seperti itu dapat muncul maupun berubah setelah terjadi episode erupsi. Perubahan tersebut berkaitan dengan kondisi sistem hidrotermal dan suplai gas di dalam kawah yang turut mengalami perubahan.






Discussion about this post