MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Inflasi Aceh September 0,36 Persen, Cabai Merah Jadi Salah Satu Pemicu

Riska Zulfira by Riska Zulfira
5 Oktober 2026
in News
0

Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini (tengah) dalam kegiatan temu media di Banda Aceh | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Inflasi tahunan Aceh pada September 2026 tercatat sebesar 5,03 persen. Secara bulanan, Aceh mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Agus Chusaini, mengatakan tekanan inflasi pada September terutama dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, dengan cabai merah menjadi salah satu penyumbang utama.

RelatedPosts

Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMA 3 Banda Aceh Naik ke Penyidikan

NTP Aceh Naik 0,90 Persen pada September, Harga Kopi hingga Sawit Jadi Pendorong

Emas Antam Naik, Harga Perhiasan Masih Betah di Rp7,54 Juta

Cabai merah tercatat memberikan andil 0,34 persen terhadap inflasi September. Selain itu, daging ayam ras memberikan andil 0,17 poin persentase, sedangkan cabai hijau, ikan tuna, dan semangka masing-masing sebesar 0,02 poin persentase.

“Untuk cabai merah, Aceh Tengah sebagai salah satu daerah penghasil sekarang masih dalam masa tanam. Panen diperkirakan sekitar Oktober atau November, sehingga dampaknya terhadap pasokan baru akan terlihat kemudian,” kata Agus dalam temu media di Banda Aceh, Senin (5/10/2026).

Menurut Agus, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Aceh. Fenomena El Nino dan kondisi cuaca di wilayah Sumatera turut memengaruhi sejumlah daerah penghasil cabai merah. Dampaknya, produksi berpotensi menurun sehingga pasokan berkurang dan harga meningkat.

Selain cabai merah, kenaikan harga daging ayam ras turut memberi tekanan terhadap inflasi. Agus menyebut kenaikan tersebut antara lain berkaitan dengan meningkatnya biaya pakan.

Ia menjelaskan, harga ayam sebelumnya sempat mengalami penurunan ketika permintaan melemah. Namun, permintaan kembali meningkat setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sehingga ikut memengaruhi harga.

Di sisi lain, harga beras mulai mengalami penurunan seiring masuknya masa panen kedua. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga beras sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

“Beras mulai turun karena sudah masuk panen kedua. Harapannya harga beras tetap stabil karena ini kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya.

Agus mengatakan tekanan inflasi juga berasal dari sejumlah komponen lainnya, termasuk pemulihan aktivitas transportasi udara dan kenaikan harga emas. Pemulihan penerbangan yang berlangsung secara bertahap turut memengaruhi komponen transportasi.

Sementara kenaikan harga emas dipengaruhi kondisi global dan geopolitik yang mendorong masyarakat memilih emas sebagai salah satu aset penyimpan nilai.

Untuk kelompok makanan, harga makanan siap santap juga masih menjadi perhatian. Kenaikan harga bahan baku, terutama ayam dan sejumlah komoditas pangan, turut berpengaruh terhadap harga makanan yang dikonsumsi masyarakat.

Agus mengatakan sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah, beras, bawang merah, minyak goreng, telur, ikan, dan daging perlu terus dipantau karena harganya cukup sensitif terhadap perubahan pasokan.

Menurutnya, ketika pasokan cabai merah segar terbatas, masyarakat juga dapat menyesuaikan konsumsi dengan menggunakan cabai kering sebagai alternatif.

Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, kata Agus, terus mendorong pengendalian inflasi melalui pemantauan harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi komoditas pangan yang berpengaruh terhadap pergerakan inflasi.

Tags: Agus ChusainiBI AcehHarga Ayamharga cabai merahHarga PanganInflasi Acehinflasi September 2026
Previous Post

Kendalikan Inflasi, Pemkab Aceh Besar Perketat Pantauan Harga dan Pasokan Pangan

Next Post

Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMA 3 Banda Aceh Naik ke Penyidikan

Related Posts

Kendalikan Inflasi, Pemkab Aceh Besar Perketat Pantauan Harga dan Pasokan Pangan

by Redaksi
5 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok untuk mencegah terjadinya gejolak harga yang...

Banda Aceh Mengalami Inflasi 0,25 Persen pada September 2026

by Redaksi
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Inflasi Kota Banda Aceh pada September 2026 tercatat 0,25 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Secara kumulatif sejak...

GPM Banda Aceh Digelar Dua Hari, Paket Sembako Dijual Rp170 Ribu

by Aininadhirah
21 September 2026
0

MASAKINI.CO – Masyarakat Kota Banda Aceh kembali mendapat kesempatan membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga Rp170.000 melalui program Gerakan Pangan...

Next Post

Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMA 3 Banda Aceh Naik ke Penyidikan

Irigasi Seunong Rusak, Warga Pidie Jaya Harus Gotong Royong Jaga Aliran Air

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co