MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyerahkan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi kepada Hikma Indrawani, mahasiswa penyandang disabilitas daksa, untuk memudahkan mobilitasnya dalam menjalani perkuliahan dan aktivitas sehari-hari.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg, dalam rangkaian Wisuda Gelombang III Tahun 2026 di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Kamis (8/10/2026).
Kendaraan itu disalurkan melalui Islamic Trust Fund (ITF) UIN Ar-Raniry dengan dana yang dihimpun dari dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, dan masyarakat.
Mujiburrahman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan kesempatan yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk mengakses pendidikan dan menyelesaikan studi.
“Kami ingin memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan menyelesaikan pendidikannya,” kata Mujiburrahman.
Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga memastikan lingkungan kampus dapat diakses oleh seluruh mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.
Ia berharap kendaraan yang diserahkan dapat membantu Hikma beraktivitas secara lebih mandiri, baik untuk mengikuti perkuliahan maupun kegiatan akademik lainnya.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry sekaligus Ketua ITF, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf MA, mengatakan kampus saat ini memiliki 22 mahasiswa penyandang disabilitas yang mendapat dukungan, termasuk akses beasiswa melalui ITF.
“UIN Ar-Raniry harus bisa diakses oleh semua kalangan,” ujar Yasir.
Ia menjelaskan, sepanjang 2023–2025, ITF telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 6.000 mahasiswa dengan total nilai sekitar Rp 7 miliar. Program tersebut mencakup bantuan pendidikan, beasiswa tahfiz, beasiswa disabilitas, beasiswa prestasi, bantuan sosial, hingga bantuan tanggap bencana.
Bagi Hikma, kendaraan tersebut menjadi bantuan penting untuk mengatasi kendala mobilitas yang selama ini dihadapinya. Mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat itu sebelumnya harus berjalan kaki menuju kampus.
Ia bahkan terbiasa berangkat 30–40 menit lebih awal agar tiba tepat waktu. Dalam perjalanan, ia terkadang mendapat tumpangan dari orang-orang yang bersedia membantunya.
“Alhamdulillah, terkadang Allah mengirimkan orang-orang baik yang memberikan tumpangan,” ujar Hikma.
Dengan kendaraan modifikasi tersebut, Hikma berharap dapat lebih mudah mengikuti perkuliahan, membeli kebutuhan, dan menjalankan aktivitas di dalam maupun di luar kampus. Selain menjalani pendidikan, ia juga merupakan penghafal Al-Qur’an 30 juz.
“Alhamdulillah, dengan motor ini saya bisa lebih mudah ke kampus, membeli keperluan, dan beraktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. Jarak bukan lagi penghalang bagi saya untuk terus berkembang,” katanya.
Hikma mengaku terharu dan menyampaikan terima kasih kepada rektor, pengurus ITF, serta para donatur yang telah membantu mewujudkan keinginannya memiliki kendaraan sendiri.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia berharap dapat mengabdikan diri kepada masyarakat dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Kita bukan kekurangan, tetapi istimewa. Tidak ada manusia yang sempurna. Jadikan ketidaksempurnaan itu menjadi keunggulan diri dan buktikan bahwa kita bisa seperti mereka, bahkan mungkin lebih,” ujar Hikma.








Discussion about this post