MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, November 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pangdam IM Periksa Senjata Terkait Dugaan Penembakan Warga di Tiro

Alya Ulfa by Alya Ulfa
6 November 2026
in News
0

Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigjen TNI Mahesa Fitriadi | Foto: Alya Ulfa/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, mengonsolidasikan seluruh personel TNI yang terlibat dalam insiden kericuhan di Tiro, Kabupaten Pidie, pada 4 November 2026 lalu. Senjata api yang digunakan saat bertugas juga dipisahkan untuk menjalani pemeriksaan internal.

Mahesa mengatakan, hingga Jumat (6/11/2026), seluruh personel yang bertugas saat kejadian masih berada dalam konsolidasi di Kodim setempat. Belum ada personel yang dikembalikan ke satuan masing-masing.

RelatedPosts

Mahasiswa Geruduk DPRK Pidie, Desak Dandim dan Danrem Dicopot

Penyebab Kematian Korban Insiden Tiro Masih Didalami, Komnas HAM Dijadwalkan ke Aceh

Polemik Bendera Bulan Bintang Tertunda Sejak 2013, Pemerintah Pusat Buka Ruang Dialog

“Anggota sampai hari ini yang kemarin bertindak di Tiro itu masih kami konsolidasikan di Kodim, belum ada satu pun yang kami kembalikan ke satuan,” kata Mahesa.

Ia menjelaskan, pemeriksaan juga dilakukan terhadap senjata yang dibawa personel saat kejadian. Senjata-senjata tersebut dipisahkan untuk memastikan mana yang digunakan dalam pelepasan tembakan maupun tembakan peringatan.

Menurutnya, tidak semua prajurit yang bertugas saat itu membawa senjata. Karena itu, pemeriksaan difokuskan pada senjata yang digunakan di lokasi kejadian.

Terkait peristiwa tersebut, Mahesa menjelaskan bahwa insiden bermula ketika Danramil dan Dandim sedang melakukan negosiasi untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan bendera. Namun, situasi kemudian memanas setelah terjadi pelemparan batu dari sejumlah arah.

Ia menyebut Dandim sempat memerintahkan personel untuk mundur. Namun, karena masih terjadi pengejaran oleh masyarakat, personel kemudian diperintahkan melepaskan tembakan peringatan.

Mahesa menegaskan, berdasarkan keterangannya, tembakan peringatan tersebut menggunakan peluru hampa dan peluru karet yang diarahkan ke atas, bukan kepada warga.

“Saya yakini, saya pertanggungjawabkan, tidak ada satu butir pun munisi tajam,” ujarnya.

Di sisi lain, Polda Aceh mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing emosi menyikapi insiden tersebut. Masyarakat juga diminta mempercayakan penanganan peristiwa itu kepada TNI dan Polri serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan tindak pidana.

Tags: Insiden TiroKericuhan Bendera Bulan Bintang di PidieMahesa FitriadiPangdam Iskandar Mudapemeriksaan senjatapersonel TNItembakan peringatan
Previous Post

Sabetan Pejabat dan Kusir Delman: Belajar dari Driver Ojol

Related Posts

No Content Available

Discussion about this post

CERITA

Sabetan Pejabat dan Kusir Delman: Belajar dari Driver Ojol

6 November 2026

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co