MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, sebagai pusat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Fasilitas ini akan dimanfaatkan tidak hanya sebagai ruang usaha, tetapi juga sebagai tempat pelatihan dan pengembangan produk industri lokal.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan Sentra IKM akan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya kantor Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), kantor ketenagakerjaan, serta ruang komunitas bagi pelaku UMKM.
“Di IKM Center namanya saja pusat untuk para UMKM kita. Ada kantor Dekranas, ada kantor Ketenagakerjaan di sana, kemudian ada ruang-ruang komunitas para UMKM kita. Di sana pusat pelatihan,” kata Illiza saat meninjau lokasi tersebut, Minggu (8/11/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pelatihan di Sentra IKM nantinya akan terhubung dengan program Banda Aceh Academy (BAA). Integrasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha, mulai dari pengembangan keterampilan hingga kualitas produk.
Selain menyiapkan fasilitas pengembangan UMKM, Pemko Banda Aceh juga merencanakan pembangunan laboratorium parfum pada 2027. Fasilitas ini diarahkan untuk mendukung pengembangan industri parfum lokal dengan memanfaatkan potensi minyak nilam Aceh.
Melalui laboratorium tersebut, pengembangan produk berbasis nilam diharapkan dapat dilakukan lebih terarah, mulai dari riset, formulasi, hingga proses produksi dan pemasaran.
Pengembangan Sentra IKM dan rencana laboratorium parfum menjadi bagian dari upaya Pemko Banda Aceh memperkuat ekosistem industri lokal, sekaligus mendorong pelaku UMKM menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.








Discussion about this post