MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, September 29, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Jembatan Gantung di Aceh Utara Rusak Parah, Warga Minta Diperbaiki

Masa Kini by Masa Kini
24 Juni 2020
in Daerah, Headline, News
0
Jembatan Gantung di Aceh Utara Rusak Parah, Warga Minta Diperbaiki

Salah seorang warga melintasi jembatan gantung penghubung antar desa di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara yang mengalami rusak parah, Selasa (23/6). [ANTARA/HO]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Masyarakat Desa Pulo Blang, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, meminta kepada pemerintah untuk merenovasi jembatan gantung di desa setempat.

Pasalnya sejak dua tahun terakhir jembatan gantung penghubung antara Desa Pulo Blang, Tualang, Bare Blang dan Paya Sutra di Kecamatan Meurah Mulia itu mengalami rusak parah.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas perekonomian warga menjadi terganggu, karena warga harus memutar lebih jauh lagi.

Salah seorang warga Desa Pulo Blang, Abdul Wahab, Selasa (23/6) mengatakan jembatan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilintasi.

Keberadaan jembatan itu sudah puluhan tahun, bahkan warga juga sudah pernah memperbaiki dengan gotong royong, namun dengan kondisi jembatan saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki oleh warga.

“Jembatan ini adalah satu-satunya jalur penghubung beberapa desa, meski ada jalur alternatif lainnya namun memerlukan waktu 30 menit untuk menuju ke kecamatan. Akan tetapi disaat jembatan tersebut masih bagus, hanya menghabiskan waktu 10 menit saja,” katanya.

Warga berharap pemerintah dapat ,memperbaikinya dikarenakan jembatan tersebut merupakan jalur utama perekonomian masyarakat.

“Jika tidak ada perbaikan jembatan secara maksimal, maka akan menghambat perekonomian masyarakat, karena ada warga yang berkebun kelapa sawit maupun petani sawah dan lainya. Kemudian juga kasihan anak-anak di desa setempat yang berangkat sekolah harus memutar dengan jarak lebih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tualang, Muliadi menyebutkan bahwa jembatan gantung itu mengalami kerusakan sudah dua tahun. Selama rusak, pihaknya bersama masyarakat sekitar pernah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya.

“Yang menjadi perhatian kita adalah anak-anak sekolah sudah tidak bisa lagi melintas jembatan tersebut, ketika mereka aktif bersekolah maka terpaksa harus melewati melalui Kecamatan Nibong (tetangga Meurah Mulia) yang membutuhkan waktu sekitar 30 memit untuk menuju ke sekolahnya di Meurah Mulia,” ungkap Muliadi.

Tidak hanya aktivitas para siswa yang terhambat, namun masyarakat pun ikut terkendala, apalagi ketika ada pertemuan di Kantor Kecamatana Meurah Mulia dan sebagainya, itu harus melewati jalur dari kecamatan lain terlebih dahulu dan ini sudah menjadi keluhan bagi warga di kawasan tersebut.

“Sekarang kita membutuhkan perhatian dari pemerintah agar jembatan gantung berkonstruksi kayu itu dibuat yang baru, kalau misalnya tidak mencukupi anggaran maka dapat direhab untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,” sebutnya.

 

Ia berharap ada solusi terbaik dari pemerintah Aceh, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk perbaikan jembatan tersebut. [Antara]

RelatedPosts

Pemprov Aceh Koordinasikan Kendala Pemanfaatan Lahan KEK Arun ke Pemerintah Pusat

Syukri: Penanganan Kawasan Rawan Narkoba Harus Sentuh Ekonomi Warga

Turun Lagi, Segini Harga Emas Hari Ini

Tags: Aceh UtaraJembatan RusakKecamatan Meurah Muliaminta diperbaiki
Previous Post

Komunitas Make Up Artis Aceh Gelar Workshop Fotografi

Next Post

Hati-hati Jebakan Rentenir di Tengah Pandemi

Related Posts

Reforma Agraria Aceh Utara, Lahan Warga Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

by Aininadhirah
25 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ingin program Reforma Agraria tidak berhenti pada penataan aset dan kepastian hukum atas tanah....

Pemprov Aceh Serahkan Bantuan Penanggulangan Bencana Rp6,78 Miliar untuk Aceh Utara

by Ahmad Mufti
14 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyerahkan bantuan buffer stock penanggulangan bencana senilai Rp6,78 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut...

RSUD Cut Meutia Aceh Utara Segera Dialihkan ke Lhokseumawe

by Redaksi
29 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mempercepat proses pengalihan kepemilikan RSUD Cut Meutia dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe. Peralihan...

Next Post
Hati-hati Jebakan Rentenir di Tengah Pandemi

Hati-hati Jebakan Rentenir di Tengah Pandemi

PSSI dan Shin Tae-yong Berseteru, Menpora: Saya Tidak Mau Ikut Campur

PSSI dan Shin Tae-yong Berseteru, Menpora: Saya Tidak Mau Ikut Campur

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co