MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Meninggal Saat Ditahan Myanmar, Keluarga Pawang Troya Bantah Vonis Gagal Jantung

Masa Kini by Masa Kini
10 Oktober 2019
in Headline, News
0

Petugas membongkar peti jenazah pawang Kapal Mesin (KM) Troya, Zulfadli. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pawang Kapal Mesin (KM) Troya, Zulfadli warga Idi, Kabupaten Aceh Timur dilaporkan meninggal dunia karena sakit pada 29 September di Kawthoung, Myanmar sekitar pukul 22.50 waktu setempat. Saat itu ia masih menjalani proses pengadilan.

Menurut laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, dari hasil otopsi korban meninggal akibat penyakit jantung.

RelatedPosts

Harga Emas Kembali Naik, Perhiasan Tembus Rp7,87 Juta per Mayam

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh 4,09 Persen, Didongkrak Konsumsi dan Proyek Rekonstruksi

Harga Cabai Merah di Pasar Al Mahirah Naik dalam Tiga Hari Terakhir, Komoditas Lain Masih Stabil

“Hasil otopsi juga bahwa beliau dinyatakan meninggal karena gagal jantung, setelah kami memeriksa fisik luar yang kita temukan adanya bekas luka bekas jahitan dari otopsi,” ujar Staf KBRI Yangon Bidang Fungsi Protokol dan Konsuler, Cahya Pamengku Aji di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (9/10) malam.

Salah seorang kerabat korban, Abdul Hadi mengatakan, semasa hidup, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

“Tidak ada (riwayat penyakit), sehat orangnya, kita kenal betul, jadi kalau cerita sakit itu gak ada,” jelasnya.

Ia mengaku, almarhum sejak ditahan tidak pernah mengeluh terkait penyakit yang dialaminya, hanya saja Zulfadli mengeluh soal penahanan dirinya oleh Pemerintah Myanmar.

“Kalau soal penyakit, tidak pernah ngeluh cuma ada ngeluh soal masih ditahan,” lanjutnya.

Meskipun demikian, lanjut Hadi, pihak keluarga sudah menerima kepergian bapak dari dua orang anak tersebut dengan lapang dada.

“Kami ikhlas karena bagaimanapun itu sudah kehendak, apapun cerita beliau udah gk ada lagi.”

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Troya yang dikemudikan Zulfadli ditangkap oleh angkatan laut Myanmar di Kotapraja Kawthoung, Wilayah Tanintharyi pada 6 Februari 2019.

23 awak kapal sempat ditahan, 22 awak mendapatkan pengampunan. Sementara Zulfadli selaku pawang kapal tetap ditahan hingga ajal menjemputnya.[]

Tags: KM TroyaNelayan IdiPenjara Myanmar
Previous Post

Dihantam Arus Sungai, Jembatan Darurat Siron Blang Nyaris Putus

Next Post

Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Related Posts

No Content Available
Next Post
Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Diguncang Gempa Tektonik, BPBD Aceh Selatan Pastikan Tak Ada Korban

Diguncang Gempa Tektonik, BPBD Aceh Selatan Pastikan Tak Ada Korban

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co