MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juni 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Meninggal Saat Ditahan Myanmar, Keluarga Pawang Troya Bantah Vonis Gagal Jantung

Masa Kini by Masa Kini
10 Oktober 2019
in Headline, News
0

Petugas membongkar peti jenazah pawang Kapal Mesin (KM) Troya, Zulfadli. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pawang Kapal Mesin (KM) Troya, Zulfadli warga Idi, Kabupaten Aceh Timur dilaporkan meninggal dunia karena sakit pada 29 September di Kawthoung, Myanmar sekitar pukul 22.50 waktu setempat. Saat itu ia masih menjalani proses pengadilan.

Menurut laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, dari hasil otopsi korban meninggal akibat penyakit jantung.

RelatedPosts

Harga Emas di Banda Aceh Bertahan Rp7,9 Juta per Mayam

Jemaah Haji Aceh Timur Wafat di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

Pengangkut Satwa Dilindungi Divonis 3 Tahun Penjara

“Hasil otopsi juga bahwa beliau dinyatakan meninggal karena gagal jantung, setelah kami memeriksa fisik luar yang kita temukan adanya bekas luka bekas jahitan dari otopsi,” ujar Staf KBRI Yangon Bidang Fungsi Protokol dan Konsuler, Cahya Pamengku Aji di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (9/10) malam.

Salah seorang kerabat korban, Abdul Hadi mengatakan, semasa hidup, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

“Tidak ada (riwayat penyakit), sehat orangnya, kita kenal betul, jadi kalau cerita sakit itu gak ada,” jelasnya.

Ia mengaku, almarhum sejak ditahan tidak pernah mengeluh terkait penyakit yang dialaminya, hanya saja Zulfadli mengeluh soal penahanan dirinya oleh Pemerintah Myanmar.

“Kalau soal penyakit, tidak pernah ngeluh cuma ada ngeluh soal masih ditahan,” lanjutnya.

Meskipun demikian, lanjut Hadi, pihak keluarga sudah menerima kepergian bapak dari dua orang anak tersebut dengan lapang dada.

“Kami ikhlas karena bagaimanapun itu sudah kehendak, apapun cerita beliau udah gk ada lagi.”

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Troya yang dikemudikan Zulfadli ditangkap oleh angkatan laut Myanmar di Kotapraja Kawthoung, Wilayah Tanintharyi pada 6 Februari 2019.

23 awak kapal sempat ditahan, 22 awak mendapatkan pengampunan. Sementara Zulfadli selaku pawang kapal tetap ditahan hingga ajal menjemputnya.[]

Tags: KM TroyaNelayan IdiPenjara Myanmar
Previous Post

Dihantam Arus Sungai, Jembatan Darurat Siron Blang Nyaris Putus

Next Post

Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Related Posts

No Content Available
Next Post
Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Diguncang Gempa Tektonik, BPBD Aceh Selatan Pastikan Tak Ada Korban

Diguncang Gempa Tektonik, BPBD Aceh Selatan Pastikan Tak Ada Korban

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co