MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Meninggal Saat Ditahan Myanmar, Keluarga Pawang Troya Bantah Vonis Gagal Jantung

Masa Kini by Masa Kini
10 Oktober 2019
in Headline, News
0

Petugas membongkar peti jenazah pawang Kapal Mesin (KM) Troya, Zulfadli. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pawang Kapal Mesin (KM) Troya, Zulfadli warga Idi, Kabupaten Aceh Timur dilaporkan meninggal dunia karena sakit pada 29 September di Kawthoung, Myanmar sekitar pukul 22.50 waktu setempat. Saat itu ia masih menjalani proses pengadilan.

Menurut laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, dari hasil otopsi korban meninggal akibat penyakit jantung.

RelatedPosts

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

Balai Pengajian di Dayah Bustanus Salamah Aceh Besar Roboh Akibat Angin Kencang

Aceh Besar Siaga Darurat Kekeringan, Air Bersih dan Irigasi Mulai Disalurkan

“Hasil otopsi juga bahwa beliau dinyatakan meninggal karena gagal jantung, setelah kami memeriksa fisik luar yang kita temukan adanya bekas luka bekas jahitan dari otopsi,” ujar Staf KBRI Yangon Bidang Fungsi Protokol dan Konsuler, Cahya Pamengku Aji di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (9/10) malam.

Salah seorang kerabat korban, Abdul Hadi mengatakan, semasa hidup, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

“Tidak ada (riwayat penyakit), sehat orangnya, kita kenal betul, jadi kalau cerita sakit itu gak ada,” jelasnya.

Ia mengaku, almarhum sejak ditahan tidak pernah mengeluh terkait penyakit yang dialaminya, hanya saja Zulfadli mengeluh soal penahanan dirinya oleh Pemerintah Myanmar.

“Kalau soal penyakit, tidak pernah ngeluh cuma ada ngeluh soal masih ditahan,” lanjutnya.

Meskipun demikian, lanjut Hadi, pihak keluarga sudah menerima kepergian bapak dari dua orang anak tersebut dengan lapang dada.

“Kami ikhlas karena bagaimanapun itu sudah kehendak, apapun cerita beliau udah gk ada lagi.”

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Troya yang dikemudikan Zulfadli ditangkap oleh angkatan laut Myanmar di Kotapraja Kawthoung, Wilayah Tanintharyi pada 6 Februari 2019.

23 awak kapal sempat ditahan, 22 awak mendapatkan pengampunan. Sementara Zulfadli selaku pawang kapal tetap ditahan hingga ajal menjemputnya.[]

Tags: KM TroyaNelayan IdiPenjara Myanmar
Previous Post

Dihantam Arus Sungai, Jembatan Darurat Siron Blang Nyaris Putus

Next Post

Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Related Posts

No Content Available
Next Post
Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Myanmar Masih Tahan Jamaluddin Pawang Asal Aceh Timur

Diguncang Gempa Tektonik, BPBD Aceh Selatan Pastikan Tak Ada Korban

Diguncang Gempa Tektonik, BPBD Aceh Selatan Pastikan Tak Ada Korban

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co