MASAKINI.CO – Pawang Kapal Mesin (KM) Troya, Zulfadli warga Idi, Kabupaten Aceh Timur dilaporkan meninggal dunia karena sakit pada 29 September di Kawthoung, Myanmar sekitar pukul 22.50 waktu setempat. Saat itu ia masih menjalani proses pengadilan.
Menurut laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, dari hasil otopsi korban meninggal akibat penyakit jantung.
“Hasil otopsi juga bahwa beliau dinyatakan meninggal karena gagal jantung, setelah kami memeriksa fisik luar yang kita temukan adanya bekas luka bekas jahitan dari otopsi,” ujar Staf KBRI Yangon Bidang Fungsi Protokol dan Konsuler, Cahya Pamengku Aji di Bandara Sultan Iskandar Muda, Rabu (9/10) malam.
Salah seorang kerabat korban, Abdul Hadi mengatakan, semasa hidup, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit apapun.
“Tidak ada (riwayat penyakit), sehat orangnya, kita kenal betul, jadi kalau cerita sakit itu gak ada,” jelasnya.
Ia mengaku, almarhum sejak ditahan tidak pernah mengeluh terkait penyakit yang dialaminya, hanya saja Zulfadli mengeluh soal penahanan dirinya oleh Pemerintah Myanmar.
“Kalau soal penyakit, tidak pernah ngeluh cuma ada ngeluh soal masih ditahan,” lanjutnya.
Meskipun demikian, lanjut Hadi, pihak keluarga sudah menerima kepergian bapak dari dua orang anak tersebut dengan lapang dada.
“Kami ikhlas karena bagaimanapun itu sudah kehendak, apapun cerita beliau udah gk ada lagi.”
Seperti diberitakan sebelumnya, KM Troya yang dikemudikan Zulfadli ditangkap oleh angkatan laut Myanmar di Kotapraja Kawthoung, Wilayah Tanintharyi pada 6 Februari 2019.
23 awak kapal sempat ditahan, 22 awak mendapatkan pengampunan. Sementara Zulfadli selaku pawang kapal tetap ditahan hingga ajal menjemputnya.[]







Discussion about this post