MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Atasi Corona, Pemerintah Aceh Harus Tutup Bandara hingga Terapkan Partial Lockdown

Masa Kini by Masa Kini
28 Maret 2020
in Daerah
0

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. [BPPA]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Persatuan mahasiswa Aceh di Tiongkok (Cakradonya Community) mendesak Pemerintah Aceh untuk segera mengatasi penularan dan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayahnya.

Dewan Pembina Cakradonya, Reza Fahlevi, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kondisi prosedur penanganan kasus Covid-19 di Aceh. Pemerintah Aceh seharusnya bisa meniru kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Provinsi Hubei, Tiongkok dalam memutus mata rantai penularan virus corona.

RelatedPosts

Pungli Berujung Penutupan, Bukit Lamreh Kini Dibuka Lagi dengan Aturan Baru

Duta GenRe Banda Aceh Didorong Jadi Mitra Pemerintah Suarakan Aspirasi Anak Muda

Sawah di Aceh Besar Dialiri Pompa untuk Cegah Gagal Panen

Pemerintah Aceh harus segera menutup bandar udara yang menjadi celah penyebaran Covid-19.

“Kemudian pemerintah perlu menyediakan pemeriksaan infeksi Covid-19 secara gratis bagi seluruh elemen masyarakat, serta menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar bagi tenaga kesehatan,” kata Reza kepada masakini.co lewat ketarangan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Reza menjelaskan, saat ini masih ada tenaga kesehatan yang terpaksa menggunakan jas hujan dan APD darurat yang dibuat sendiri. Selain itu, Pemerintah Aceh bersama Forkopimda harus mengawasi stabilitas harga bahan pokok dan alat medis secara rutin serta menindak tegas oknum penimbun barang.

Bahkan sejak merabaknya Covid-19 di Aceh, masker dan hand sanitizer sulit ditemukan di pasaran dan harganya sudah melambung tinggi.

“Ada oknum yang secara terang-terangan menjual kedua barang itu dengan harga mahal di media sosial yang bisa
ditindak oleh aparatur hukum,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Cakradonya, Teuku Agusti Ramadhan menambahkan, pemerintah juga harus menyediakan wastafel portable dan bilik disinfektan di pusat-pusat keramaian yang ada di setiap kabupaten/kota untuk membendung laju virus corona.

“Sebenarnya, Indonesia, khususnya Aceh bisa belajar dari pengalaman pemerintah Tiongkok dalam menghadapi wabah Covid-19,” katanya.

Teuku mengatakan, ketika kasus Covid-19 mewabah di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pemerintah langsung melakukan lockdown secara total daerahnya untuk menekan jumlah penularan virus. Pemerintah Aceh bisa mempertimbangkan pilihan ini ini, minimal memberlakukan partial lockdown untuk seluruh Aceh.

“Lockdown yang diterapkan oleh pemerintah Hubei dengan menutup semua akses transportasi massal dari, ke, dan di dalam Provinsi Hubei, baik transportasi darat, sungai, dan udara. Semua perbatasan kota ditutup dan dijaga ketat oleh aparat,” tuturnya.

“Selanjutnya, taksi mulai dihentikan dan kendaraan pribadi juga dilarang melintas di jalanan, kecuali kurir delivery orderseperti gofood atau grabfood kalau di Indonesia,” tambah dia.

Selain itu, sambung Teuku, pemerintah juga melarang keras mobilitas masyarakat dan apabila melanggar akan didenda sebesar 3.000 Yuan lebih atau sekitar Rp6-RP7. Masyarakat Wuhan hanya diperbolehkan untuk berbelanja melalui bantuan volunteer yang telah disediakan, sedangkan, kebutuhan sayur mayur serta bahan makanan disuplai oleh pemerintah melalui relawan yang ada.

“Di samping itu, kesadaran warga Wuhan untuk mengisolasi diri di rumah patut diacungi jempol dan mereka juga benar-benar menjaga jarak ketika berpas-pasan dengan orang lain,” sebutnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, semua pihak harus saling bekerja sama untuk mengatasi penyebaran virus corona. Masyarakat harus bisa mengurangai akivitas di ruang terbuka dan dianjurkan berdiam diri di rumah masing-masing. Cakradonya pun siap membantu Pemerintah Aceh dalam penanganan wabah ini sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

“Masyarakat juga disarankan agar lebih mengutamakan bertransaksi dengan e-money seperti gopay, ovo, dan lain semacamnya supaya lebih terlindungi dari penularan Covid-19 melalui uang kertas dan logam,“ tandasnya. [Ali L]

Tags: acehBandaraCoronalockdownpartialpartial lockdownpemerintahPemerintah AcehtiongkokVirus CoronaWuhan
Previous Post

Pemkab Aceh Singkil Diminta Lakukan Langkah Antisipasi Penularan Corona

Next Post

Dewan Kritisi Lemahnya Koordinasi Penanganan Corona di Pidie

Related Posts

Wagub Aceh dan Wamendagri Turun ke Blang Padang, Dorong Penyelesaian Status Lahan Bersejarah

by Ahmad Mufti
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Persoalan status lahan Lapangan Blang Padang kembali menjadi perhatian. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama Wakil Menteri Dalam Negeri...

Rehabilitasi 57 Ribu Hektare Sawah Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana

by Riska Zulfira
20 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO — Pemerintah Aceh mendorong percepatan rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi untuk mengembalikan produktivitas petani sekaligus mempercepat pemulihan...

Wagub Aceh Soroti Warga Masih Gunakan Pelat Luar, Samsat Diminta Beri Contoh

by Riska Zulfira
19 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyoroti masih adanya kendaraan milik warga yang berdomisili di Aceh namun menggunakan pelat nomor...

Next Post
Dewan Kritisi Lemahnya Koordinasi Penanganan Corona di Pidie

Dewan Kritisi Lemahnya Koordinasi Penanganan Corona di Pidie

Wali Kota Sabang Sumbang Seluruh Gajinya untuk Penanganan Corona

Wali Kota Sabang Sumbang Seluruh Gajinya untuk Penanganan Corona

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co