MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Nasib Nurma di Tengah Wabah Corona

Masa Kini by Masa Kini
3 April 2020
in Headline, News
0

Nurma, menjajakan dagangannya.[Zian]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Nurma Fardan warga Pasie Brandeh, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie itu menghampiri sejumlah pria yang hendak salat Jumat. Ia membawa ember hitam. Isinya, buah yang telah dibungkus plastik dan kerupuk.

“Beli nak kerupuk atau buah beberapa,” kata Nurma Fardan, mengawali perbincangan.

RelatedPosts

9 Camilan Sebelum Tidur yang Direkomendasi Ahli Gizi

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan TPPO Jual Beli Bayi, 12 Tersangka Ditahan

Permintaan Cincau Melejit di Bulan Puasa

Sambil menawarkan dagangannya, ia mengeluarkan keluh kesah sejak pandemi corona merengut nyawa di Aceh. Pemerintah Pidie, turut jalankan antisipasi menghalau virus asal Pasar Seafood Wuhan, China tersebut.

“Susah sekali sekarang, setelah ada aturan dilarang buka warung dan tempat umum akibat wabah corona,” keluh perempuan berusia 53 tahun itu sambil membenarkan posisi maskernya.

Ia mengaku kesulitan menafkahi tujuh anaknya, akibat pendapatan yang merosot tajam. Ia kecewa atas keputusan pemerintah.

“Dikira mudah apa cari uang sekarang ini,” kata Nurma.

Ia saban hari berjualan sejak pukul 08.00 WIB-17.00 WIB di kawasan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Namun sejak Pemkab Pidie jalankan social distancing rumah sakit sepi.

Menurut Nurma, sebelum wabah corona penghasilannya bisa mencapai Rp250 ribu. Tapi sekarang hanya Rp120 ribu maksimal.

“Sekarang sepi pembeli, bahkan saya jualan cukup untuk kebutuhan sehari saja. Tidak jualan, tidak ada uang. Tidak bisa makan di rumah. Biasanya ada labanya, sekarang cukup buat tidak ngutang kalau mau makan,” katanya.

Ia mengaku mengeluarkan modal usaha sebesar Rp100 ribu, ditambah makan dan bayar ojek dari rumahnya di pedalaman pesisir Pidie, menuju kota Kecamatan Grong-Grong menghabiskan biaya Rp50 ribu.

Saat ini Nurma hanya keluarkan modal Rp70 ribu, ditambah biaya ojek seperti biasa. Pendapatannya hanya cukup untuk makan sehari.

“Yang penting saya tak berutang sama orang, cukup buat sehari saja boleh juga,” sebutnya.

Sejak 10 tahun lalu, Nurma menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal. Anaknya ada yang menuntut ilmu di dayah, ada pula yang membantunya menyiapkan dagangan.

“Kondisi dagangan seperti ini, saya sangat sulit membiayai empat anak saya di rumah. Untung sekolah libur, dayah juga, jadi jajannya tak ada, uang cuma cukup membeli beras dan sedikit kebutuhan dapur,” katanya.

Pedagang asongan itu berharap wabah corona cepat berlalu, agar mudah menafkahi keluarga.[Zian]

Tags: CoronaPedagang AsonganPidieSocial Distancing
Previous Post

Walau Pandemi Corona, Pertamina Tambah Impor Minyak Mentah

Next Post

Hasil Survei TDMRC: Laki-laki Berisiko Tinggi Tertular Corona

Related Posts

Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Sigli

by Redaksi
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Sigli, Kabupaten Pidie terbakar hebat, Jumat (23/1/2026) sekira pukul 10.30 WIB....

Korban Bencana di Sumatra Terima Bantuan Rp3 Juta per KK untuk Perabot Rumah

by Riska Zulfira
30 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah memastikan akan menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) kepada korban banjir Sumatera untuk...

Kuasa Hukum Desak Polres Usut Tuntas Penyerangan Balai Pengajian di Pidie

by Riska Zulfira
21 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kuasa Hukum korban, Zulfikar Muhammad, mendesak Kapolres Pidie untuk mempercepat penyelidikan secara profesional dan transparan terkait dugaan penyiksaan...

Next Post
Banda Aceh Diguyur 38,5 Ton Disinfektan

Hasil Survei TDMRC: Laki-laki Berisiko Tinggi Tertular Corona

Gampong Paya Layak Jadi Contoh Penanganan Corona

Gampong Paya Layak Jadi Contoh Penanganan Corona

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co