MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Nasib Nurma di Tengah Wabah Corona

Masa Kini by Masa Kini
3 April 2020
in Headline, News
0

Nurma, menjajakan dagangannya.[Zian]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Nurma Fardan warga Pasie Brandeh, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie itu menghampiri sejumlah pria yang hendak salat Jumat. Ia membawa ember hitam. Isinya, buah yang telah dibungkus plastik dan kerupuk.

“Beli nak kerupuk atau buah beberapa,” kata Nurma Fardan, mengawali perbincangan.

RelatedPosts

Arus Kendaraan di Tol Sibanceh Tembus 9 Ribu Lebih Selama Libur Panjang

40 Mobil Hias Meriahkan Pawai Takbiran, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lambaro

Jemaah Haji Asal Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Jemaah Aceh Meninggal di Tanah Suci

Sambil menawarkan dagangannya, ia mengeluarkan keluh kesah sejak pandemi corona merengut nyawa di Aceh. Pemerintah Pidie, turut jalankan antisipasi menghalau virus asal Pasar Seafood Wuhan, China tersebut.

“Susah sekali sekarang, setelah ada aturan dilarang buka warung dan tempat umum akibat wabah corona,” keluh perempuan berusia 53 tahun itu sambil membenarkan posisi maskernya.

Ia mengaku kesulitan menafkahi tujuh anaknya, akibat pendapatan yang merosot tajam. Ia kecewa atas keputusan pemerintah.

“Dikira mudah apa cari uang sekarang ini,” kata Nurma.

Ia saban hari berjualan sejak pukul 08.00 WIB-17.00 WIB di kawasan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Namun sejak Pemkab Pidie jalankan social distancing rumah sakit sepi.

Menurut Nurma, sebelum wabah corona penghasilannya bisa mencapai Rp250 ribu. Tapi sekarang hanya Rp120 ribu maksimal.

“Sekarang sepi pembeli, bahkan saya jualan cukup untuk kebutuhan sehari saja. Tidak jualan, tidak ada uang. Tidak bisa makan di rumah. Biasanya ada labanya, sekarang cukup buat tidak ngutang kalau mau makan,” katanya.

Ia mengaku mengeluarkan modal usaha sebesar Rp100 ribu, ditambah makan dan bayar ojek dari rumahnya di pedalaman pesisir Pidie, menuju kota Kecamatan Grong-Grong menghabiskan biaya Rp50 ribu.

Saat ini Nurma hanya keluarkan modal Rp70 ribu, ditambah biaya ojek seperti biasa. Pendapatannya hanya cukup untuk makan sehari.

“Yang penting saya tak berutang sama orang, cukup buat sehari saja boleh juga,” sebutnya.

Sejak 10 tahun lalu, Nurma menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal. Anaknya ada yang menuntut ilmu di dayah, ada pula yang membantunya menyiapkan dagangan.

“Kondisi dagangan seperti ini, saya sangat sulit membiayai empat anak saya di rumah. Untung sekolah libur, dayah juga, jadi jajannya tak ada, uang cuma cukup membeli beras dan sedikit kebutuhan dapur,” katanya.

Pedagang asongan itu berharap wabah corona cepat berlalu, agar mudah menafkahi keluarga.[Zian]

Tags: CoronaPedagang AsonganPidieSocial Distancing
Previous Post

Walau Pandemi Corona, Pertamina Tambah Impor Minyak Mentah

Next Post

Hasil Survei TDMRC: Laki-laki Berisiko Tinggi Tertular Corona

Related Posts

RSUD Sigli Disiapkan Jadi Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran UIN AR-Raniry

by Ahmad Mufti
22 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh...

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

by Redaksi
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh meninjau langsung hasil pembangunan jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) di...

Mobil Terbakar Saat Isi BBM di SPBU Sigli

by Redaksi
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Sigli, Kabupaten Pidie terbakar hebat, Jumat (23/1/2026) sekira pukul 10.30 WIB....

Next Post
Banda Aceh Diguyur 38,5 Ton Disinfektan

Hasil Survei TDMRC: Laki-laki Berisiko Tinggi Tertular Corona

Gampong Paya Layak Jadi Contoh Penanganan Corona

Gampong Paya Layak Jadi Contoh Penanganan Corona

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co