MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Nasib Nurma di Tengah Wabah Corona

Masa Kini by Masa Kini
3 April 2020
in Headline, News
0

Nurma, menjajakan dagangannya.[Zian]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Nurma Fardan warga Pasie Brandeh, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie itu menghampiri sejumlah pria yang hendak salat Jumat. Ia membawa ember hitam. Isinya, buah yang telah dibungkus plastik dan kerupuk.

“Beli nak kerupuk atau buah beberapa,” kata Nurma Fardan, mengawali perbincangan.

RelatedPosts

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Aceh hingga 17 Oktober

Pascabanjir, BPJS Kesehatan Permudah Akses Layanan JKN di Pidie

Asap Karhutla Mulai Masuk Aceh, 10 Kabupaten/Kota Berpotensi Terdampak

Sambil menawarkan dagangannya, ia mengeluarkan keluh kesah sejak pandemi corona merengut nyawa di Aceh. Pemerintah Pidie, turut jalankan antisipasi menghalau virus asal Pasar Seafood Wuhan, China tersebut.

“Susah sekali sekarang, setelah ada aturan dilarang buka warung dan tempat umum akibat wabah corona,” keluh perempuan berusia 53 tahun itu sambil membenarkan posisi maskernya.

Ia mengaku kesulitan menafkahi tujuh anaknya, akibat pendapatan yang merosot tajam. Ia kecewa atas keputusan pemerintah.

“Dikira mudah apa cari uang sekarang ini,” kata Nurma.

Ia saban hari berjualan sejak pukul 08.00 WIB-17.00 WIB di kawasan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Namun sejak Pemkab Pidie jalankan social distancing rumah sakit sepi.

Menurut Nurma, sebelum wabah corona penghasilannya bisa mencapai Rp250 ribu. Tapi sekarang hanya Rp120 ribu maksimal.

“Sekarang sepi pembeli, bahkan saya jualan cukup untuk kebutuhan sehari saja. Tidak jualan, tidak ada uang. Tidak bisa makan di rumah. Biasanya ada labanya, sekarang cukup buat tidak ngutang kalau mau makan,” katanya.

Ia mengaku mengeluarkan modal usaha sebesar Rp100 ribu, ditambah makan dan bayar ojek dari rumahnya di pedalaman pesisir Pidie, menuju kota Kecamatan Grong-Grong menghabiskan biaya Rp50 ribu.

Saat ini Nurma hanya keluarkan modal Rp70 ribu, ditambah biaya ojek seperti biasa. Pendapatannya hanya cukup untuk makan sehari.

“Yang penting saya tak berutang sama orang, cukup buat sehari saja boleh juga,” sebutnya.

Sejak 10 tahun lalu, Nurma menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal. Anaknya ada yang menuntut ilmu di dayah, ada pula yang membantunya menyiapkan dagangan.

“Kondisi dagangan seperti ini, saya sangat sulit membiayai empat anak saya di rumah. Untung sekolah libur, dayah juga, jadi jajannya tak ada, uang cuma cukup membeli beras dan sedikit kebutuhan dapur,” katanya.

Pedagang asongan itu berharap wabah corona cepat berlalu, agar mudah menafkahi keluarga.[Zian]

Tags: CoronaPedagang AsonganPidieSocial Distancing
Previous Post

Walau Pandemi Corona, Pertamina Tambah Impor Minyak Mentah

Next Post

Hasil Survei TDMRC: Laki-laki Berisiko Tinggi Tertular Corona

Related Posts

Boat Ditemukan Tanpa Nelayan, Pria 60 Tahun Diduga Hilang di Perairan Sigli

by Redaksi
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Mut Mainnah (60), nelayan asal Desa Keumangan, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, hilang di perairan Sigli setelah boat yang...

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia

by Riska Zulfira
13 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, Zaini Abdullah, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA)...

RSUD Sigli Disiapkan Jadi Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran UIN AR-Raniry

by Ahmad Mufti
22 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh...

Next Post
Banda Aceh Diguyur 38,5 Ton Disinfektan

Hasil Survei TDMRC: Laki-laki Berisiko Tinggi Tertular Corona

Gampong Paya Layak Jadi Contoh Penanganan Corona

Gampong Paya Layak Jadi Contoh Penanganan Corona

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co