MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, April 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lestarikan Bahasa Daerah, Ria Candra Dewi Terbitkan Antologi Puisi

Masa Kini by Masa Kini
30 April 2020
in News
0

Ria Candra Dewi memperlihatkan antologi puisi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan agar tidak tergerus zaman.

Banyak cara pula untuk melestarikan bahasa, salah satunya bisa melalui puisi. Seperti yang dilakukan Ria Candra Dewi dalam melestarikan bahasa Tegal.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan Turun, Antam Naik Tipis

8 Cara Mengatasi Kebiasaan Ngemil di Malam Hari untuk Usia 50 ke Atas

Pelanggaran Syariat Berulang, WH Soroti Rendahnya Kepatuhan Warga

Dewi, sapaan akrabnya, baru saja menerbitkan buku antologi Kur 267 bertajuk Kasmaran, Ayat Pujangga. Buku pertamanya itu ditulis menggunakan tiga bahasa, yakni Tegalan, Indonesia, dan Inggris.

Dalam buku ini, Dewi tidak sendiri. Ia turut melibatkan sastrawan lokal untuk menyempurnakan karyanya. Untuk editor, sastrawan Tegal Lanang Setiawan didapuknya. Sedangkan penerjemahan Bahasa Inggris melibatkan penyair, Budi Patikto. Buku itupun diterbitkan oleh Komunitas Sastrawan Tegalan.

Ide Dewi menulis buku berawal dari ketertarikannya terhadap karya sastra ‘Kur 267.” Menurutnya, karya yang dicetus oleh Lanang Setiawan itu merupakan genre baru dalam estetika puisi pendek Tegalan.

Nah, melalui tulisan-tulisannya bertajuk Kasmaran Ayat Pujangga itu, Dewi menyusun antologinya dalam bentuk kisah atau semacam prosa dalam era kekinian. Meskipun berbasis kelokalan, karyanya itu bisa dipahami oleh siapa saja yang membacanya.

Bagi Dewi, mendalami karya sastra berbasis kelokalan itu sangat penting. Apalagi di era saat ini bahasa daerah mulai tergerus oleh zaman.

“Sebagai dosen dan guru bahasa Indonesia, saya punya kepentingan dan tanggung jawab untuk memperkenalkan sastra Tegalan pada mahasiswa dan murid-murid saya,” ujar Dewi pada masakini.co, Rabu (29/4).

Sementara itu, Lanang menilai, karya Dewi ini cukup bagus, puitis, dan imajinatif. Pasalnya,
buku Kasmaran Ayat Pujangga berbicara tentang fenimisme yang dihadapkan pada masalah keluarga berujung perpisahan.

“Karya Dewi ini sudah merupakan andil besar dalam perkembangan sastra yang berbasis kelokalan. Dengan wujud antologi ini, Ria telah melangkah melampau batas dan melahirkan gagasan segar. Saya bangga sebagai editor karya perdananya,” kata Lanang.[]

Tags: AntologiAyat PujanggaKasmaranPuisi
Previous Post

Usai Sidang Online, Tahanan Rutan Sigli Kabur Pakai Kain

Next Post

Tim SAR Gabungan Belum Temukan Aska

Related Posts

Refleksi Akhir Tahun, Inilah Puisi ‘Tak Sepadan’ Ustaz Abdul Shomad

Refleksi Akhir Tahun, Inilah Puisi ‘Tak Sepadan’ Ustaz Abdul Shomad

by Redaksi
2 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Inilah puisi Ustaz Abdul Shomad (UAS) yang berjudul 'Sepadan'. Puisi ini berisi renungan hidup manusia agar semua berserah...

Next Post

Tim SAR Gabungan Belum Temukan Aska

KM Mina Maritim 501 Dihantam Ombak di Lhok Seudu

KM Mina Maritim 501 Dihantam Ombak di Lhok Seudu

Discussion about this post

CERITA

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co