MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Lestarikan Bahasa Daerah, Ria Candra Dewi Terbitkan Antologi Puisi

Masa Kini by Masa Kini
30 April 2020
in News
0

Ria Candra Dewi memperlihatkan antologi puisi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan agar tidak tergerus zaman.

Banyak cara pula untuk melestarikan bahasa, salah satunya bisa melalui puisi. Seperti yang dilakukan Ria Candra Dewi dalam melestarikan bahasa Tegal.

RelatedPosts

Pawai Muharram Dongkrak Rezeki Pedagang Musiman di Masjid Raya Baiturrahman

Satpol PP-WH Banda Aceh Petakan Titik Rawan PMKS, Gepeng Masih Mendominasi

Jemaah Haji Aceh Wafat Bertambah Jadi 10 Orang, Sebanyak 11 Masih Dirawat di Tanah Suci

Dewi, sapaan akrabnya, baru saja menerbitkan buku antologi Kur 267 bertajuk Kasmaran, Ayat Pujangga. Buku pertamanya itu ditulis menggunakan tiga bahasa, yakni Tegalan, Indonesia, dan Inggris.

Dalam buku ini, Dewi tidak sendiri. Ia turut melibatkan sastrawan lokal untuk menyempurnakan karyanya. Untuk editor, sastrawan Tegal Lanang Setiawan didapuknya. Sedangkan penerjemahan Bahasa Inggris melibatkan penyair, Budi Patikto. Buku itupun diterbitkan oleh Komunitas Sastrawan Tegalan.

Ide Dewi menulis buku berawal dari ketertarikannya terhadap karya sastra ‘Kur 267.” Menurutnya, karya yang dicetus oleh Lanang Setiawan itu merupakan genre baru dalam estetika puisi pendek Tegalan.

Nah, melalui tulisan-tulisannya bertajuk Kasmaran Ayat Pujangga itu, Dewi menyusun antologinya dalam bentuk kisah atau semacam prosa dalam era kekinian. Meskipun berbasis kelokalan, karyanya itu bisa dipahami oleh siapa saja yang membacanya.

Bagi Dewi, mendalami karya sastra berbasis kelokalan itu sangat penting. Apalagi di era saat ini bahasa daerah mulai tergerus oleh zaman.

“Sebagai dosen dan guru bahasa Indonesia, saya punya kepentingan dan tanggung jawab untuk memperkenalkan sastra Tegalan pada mahasiswa dan murid-murid saya,” ujar Dewi pada masakini.co, Rabu (29/4).

Sementara itu, Lanang menilai, karya Dewi ini cukup bagus, puitis, dan imajinatif. Pasalnya,
buku Kasmaran Ayat Pujangga berbicara tentang fenimisme yang dihadapkan pada masalah keluarga berujung perpisahan.

“Karya Dewi ini sudah merupakan andil besar dalam perkembangan sastra yang berbasis kelokalan. Dengan wujud antologi ini, Ria telah melangkah melampau batas dan melahirkan gagasan segar. Saya bangga sebagai editor karya perdananya,” kata Lanang.[]

Tags: AntologiAyat PujanggaKasmaranPuisi
Previous Post

Usai Sidang Online, Tahanan Rutan Sigli Kabur Pakai Kain

Next Post

Tim SAR Gabungan Belum Temukan Aska

Related Posts

Refleksi Akhir Tahun, Inilah Puisi ‘Tak Sepadan’ Ustaz Abdul Shomad

Refleksi Akhir Tahun, Inilah Puisi ‘Tak Sepadan’ Ustaz Abdul Shomad

by Redaksi
2 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Inilah puisi Ustaz Abdul Shomad (UAS) yang berjudul 'Sepadan'. Puisi ini berisi renungan hidup manusia agar semua berserah...

Next Post

Tim SAR Gabungan Belum Temukan Aska

KM Mina Maritim 501 Dihantam Ombak di Lhok Seudu

KM Mina Maritim 501 Dihantam Ombak di Lhok Seudu

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co