MASAKINI.CO – Pelaksanaan Pawai Syiar Muharram 1448 Hijriah di Banda Aceh tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi pedagang musiman di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Selasa (16/6/2026).
Ribuan peserta dan warga yang memadati lokasi pawai dimanfaatkan para pedagang untuk menjajakan berbagai dagangan, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga mainan anak-anak.
Sejumlah pedagang terlihat memenuhi area sekitar masjid sejak siang hingga sore hari. Mereka memanfaatkan momentum keramaian pawai untuk meraih tambahan penghasilan.
Salah seorang pedagang, Ria, mengaku sengaja berjualan di kawasan Masjid Raya Baiturrahman karena adanya agenda Pawai Syiar Muharram yang dipusatkan di lokasi tersebut.
“Biasanya tidak jualan di sini, ini karena ada kegiatan pawai saja,” ujarnya.
Menurut Ria, kegiatan yang dihadiri ribuan peserta dan masyarakat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan. Selain berjualan, ia juga dapat menikmati kemeriahan pawai yang menampilkan beragam atraksi dan kreasi Islami.
“Kami juga ikut meramaikan agenda pawai ini, seru aja lihat anak-anak pawai sambil jualan juga,” katanya.
Keberadaan pedagang musiman turut menambah semarak suasana di sekitar lokasi acara. Sejumlah pengunjung dan orang tua peserta tampak membeli makanan dan minuman sembari menunggu rombongan pawai melintas maupun setelah kegiatan selesai.
Pawai Syiar Muharram yang diikuti ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Banda Aceh.
Selain menjadi sarana syiar Islam dan edukasi bagi generasi muda, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan pedagang musiman.
Meningkatnya aktivitas jual beli selama pelaksanaan pawai menunjukkan bahwa kegiatan berskala besar tidak hanya memperkuat semangat kebersamaan dan nilai keagamaan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi acara.







Discussion about this post