MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juni 1, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Kemenperin Dorong Inovasi Produk Industri Penanggulangan Pandemi Corona

Masa Kini by Masa Kini
14 Mei 2020
in Nasional, News
0
Puskesmas Kopelma Darussalam Rapid Test ODP COVID-19

Ilustrasi: Petugas kesehatan mengamati alat rapid test.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk-produk riset serta inovasi di sektor industri, termasuk yang saat ini sedang dibutuhkan untuk penanggulangan wabah virus corona (Covid-19). Untuk itu, diperlukan langkah kolaborasi dengan para stakeholder agar hal tersebut bisa terwujud.

“Contohnya pengembangan ventilator di dalam negeri. Kami melakukannya melalui fasilitasi percepatan produksi, kemudahan bahan baku dan komponen, alat uji dan kalibrasi ventilator, serta berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk perizinan. Tentunya tetap mengedepankan faktor keselamatan, kemanfaatan dan moralitas,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Kamis (14/5).

RelatedPosts

Karhutla di Lima Kabupaten, Polisi Buru Pelaku Pembakaran Lahan

Kasus HIV/AIDS di Banda Aceh Tembus 891, Stigma dan Pasien Putus Obat Jadi Tantangan

Sekda Aceh: Pancasila Jadi Jangkar Bangsa Hadapi Gejolak Global

Doddy menyampaikan, sejak April 2020, telah dilaksanakan rapat koordinasi dengan inisiator ventilator nasional serta perwakilan Kementerian Kesehatan, yaitu Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK).

“Secara umum, keempat tim pengembang ventilator adalah Tim Jogja, Tim ITS, Tim UI, dan Tim ITB yang sedang dalam proses uji fungsi dan uji klinis, serta penjajakan kerja sama industri untuk melakukan produksi skala besar,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, salah satu yang mendapat perhatian Kemenperin adalah pengembang Tim Jogja yang terdiri atas Universitas Gadjah Mada, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT STECHOQ, dan PT Swayasa Prakarsa. Tim ini telah mendapatkan sertifikat produksi, sertifikat merek dagang, dan kerja sama distribusi dengan penyalur alat kesehatan.

“Selanjutnya adalah pengurusan izin edar yang sedang disiapkan persyaratan dokumen sambil secara paralel menjalani uji fungsi dan uji klinis di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Ia memaparkan, selain pengembangan ventilator, Kemenperin melalui sejumlah unit litbang di bawah BBPI juga kian aktif melakukan riset dalam rangka mendukung penanggulangan Covid-19. Di antaranya rancang bangun alat pelindung diri (APD) jenis face shield untuk tenaga kesehatan dalam penanganan pasien terpapar Covid-19, yang telah dilaksanakan oleh Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Bandung.

Kemudian, pengembangan cokelat rempah yang mengandung komponen bioaktif, yang dilakukan oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) di Makassar. Temuan ini diharapkan dapat memberikan efek positif untuk kesehatan masyarakat, seperti meningkatkan imunitas.

“Kami juga akan melakukan penelitian dan pengembangan Non-PCR test kit untuk mendeteksi Covid-19, yang dilaksanakan oleh oleh Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung,” tambahnya.

Selain itu, juga pengembangan bahan baku APD yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Tekstil (BBT) di Bandung. Lalu pengembangan
Kit Rapid Test untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode Lateral Flow Immunoassy, yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor).

Pengembangan disposable masker penahan virus berbasis kertas, akan dilaksanakan oleh Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) di Bandung.

Selanjutnya pengembangan nanofiber membrane pada masker untuk proteksi virus Covid-19, yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Kulit Karet dan Plastik (BBKKP) di Yogyakarta. Pengembangan pangan fungsional immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh, bakal dilaksanakan Balai Besar Industri Agro (BBIA) di Bogor.

“Ada juga pembuatan antioksidan untuk mencegah regenerasi virus di dalam tubuh manusia berbasis mikroalga, yang akan dilaksanakan oleh Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) di Jakarta, dan pengembangan kayu pasak bumi sebagai bahan baku obat dan penambah stamina, yang akan dilaksanakan oleh Balai Riset dan Standardisasi Banjarbaru,” tutupnya. [Ahlul Fikar]

Tags: CoronaCovid-19industriInovasiKemenperinKementerian PerindustrianProdukVirus Corona
Previous Post

BP2MI Sebut Perlu Pembenahan Tata Kelola Pekerjaan Migran Indonesia

Next Post

Ringankan Beban Warga, Illiza Bagikan Ribuan Paket Sembako

Related Posts

Produk Unggulan Aceh Berpotensi Tembus Pasar Internasional, Kopi Hingga Keumamah

Produk Unggulan Aceh Berpotensi Tembus Pasar Internasional, Kopi Hingga Keumamah

by Riska Zulfira
26 September 2025
0

MASAKINI.CO - Kementerian Perindustrian menilai produk unggulan Aceh memiliki peluang besar menembus pasar internasional, mulai dari kopi Gayo, nilam, olahan...

Santos Umumkan Neymar Positif Covid-19, Liga Brasil Libur Sebulan

by Ali L
8 Juni 2025
0

MASAKINI.CO - Klub Brasil, Santos, mengonfirmasi bahwa Neymar telah dinyatakan positif Covid-19. Kabar ini diumumkan oleh klub melalui pernyataan resmi...

Sidak Tim Terpadu di Aceh Memburu Produk Mengandung Babi, Ini Temuannya

Sidak Tim Terpadu di Aceh Memburu Produk Mengandung Babi, Ini Temuannya

by Alfath Asmunda
26 April 2025
0

MASAKINI.CO - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) dan lembaga terkait lainnya, melakukan...

Next Post
Ringankan Beban Warga, Illiza Bagikan Ribuan Paket Sembako

Ringankan Beban Warga, Illiza Bagikan Ribuan Paket Sembako

Kondisi Klinis Pasien Corona Asal Gayo Lues Membaik

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co