MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Eskalasi Konflik Meningkat, Populasi Harimau Semakin Terancam

Masa Kini by Masa Kini
11 Juli 2020
in Headline, News
0
Ketemu Harimau, Lima Warga Aceh Tamiang Selamat Karena Panjat Pohon

Ilustrasi | Harimau. (sumber foto: internet)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Eskalasi konflik harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) semakin tinggi, akibatnya keberlangsungan hidup satwa lindung itu kian terancam. Perlu kerja keras dan bersinergi semua pihak untuk melindungi harimau. Jika tidak suatu saat harimau akan musnah.

Hal itu mengemuka dalam diskusi daring “Harimau Sumatra, Raja Hutan Terusir dari Rimba” yang digelar oleh Forum Jurnalis Lisngkungan (FJL) Aceh, Sabtu (11/7).

RelatedPosts

Zaini Bakri Resmi Duduki Kursi DPRA, Gantikan Mawardi Basyah

Segini Harga Emas Perhiasan Hari Ini

Lima Motif Ornamen Aceh Dipilih untuk Dikembangkan ke Produk Fesyen

Pembicara dalam diskusi itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto, Direktur Flora Fauna Aceh Dewa Gumay, peneliti Pusat Kajian Satwa Liar Universitas Syiah Kuala Drh Wahdi Azmi, dan Kasubdit IV Tipiter Ditkrimsus Polda Aceh Ajun Komisaris Besar Pol Muliadi.

Agus Arianto menuturkan sepanjang semester pertama 2020 terjadi 18 kasus konflik harimau sama dengan jumlah kasus pada tahun 2019. Diprediksi konflik harimau akan masih akan terjadi karena dalam beberapa hari ini di kawasan Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang, harimau berkeliaran di kawasan perkebunan warga.

Adapun populasi harimau sumatra di Aceh saat ini diperkirakan sekitar 200 ekor berada di Kawasan Ekosistem Leuser dan Ulu Masen. Namun, data itu telah lama tidak diperbarui.

Pada 2016 hingga 2020 jumlah kasus konflik harimau di Aceh 55 kali. Daerah paling banyak terjadi konflik harimau adalah di Kabupaten Aceh Selatan.

Dampak konflik di Aceh Selatan satu ekor harimau betina mati diduga diracun.

Agus menjelaska ada beberapa faktor pemiu konflik satwa sepert pembukaan kawasan hutan, perubahan fungsi lahan, perburuan, dan pola perkebunan tradisional yang tidak mempertimbangkan satwa lindung.

“Kami melakukan sosialisasi dan pelatihan ke masyarakat agar mencegah terjadinya konflik secara mandiri,” kata Agus.

Agus menilai para pihak telah bekerja maksimal dalam upaya perlindunga satwa liar. Namun, sinergisitas belum terbangun dengan baik.

Oleh sebab itu, Agus mengajak para pihak untuk saling terkoneksi bekerja perlindungan satwa.

Direktur Flora Fauna Aceh Dewa Gumay menuturkan penanggulangan konflik satwa harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari penataan kawasan hingga penindakan hukum.

Penindakan hukum yang lemah tidak akan memberikan efek jera bagi pelaku.

Dewa menilai belum semua apara kepolisian memiliki semangat yang sama dalam mengungkap kasus kejahatan satwa liar dan konservasi.

Dewa menyebutkan masih ada kasus yang tuntas diungkap seperti kasus kematia 5 ekor gajah di Aceh, kematian 1 ekor harimau di Aceh Selatan, dan kematian gajah di Pidie Jaya.

“Ini menjadi preseden buruk dalam kasus penindakan hukum kejahata perburuan dan perdagangan gelap satwa liar,” kata Dewa.

Kasubdit IV Tipiter Ditkrimsus Polda Aceh Ajun Komisaris Besar Pol Muliadi jajaran kepolisian memiliki semangat kuat menindak pelaku kejahatan satwa liar dan konservasi. Bulan lalu empat tersangka perdagangan kulit harimau ditangkap di Aceh Timur.

Namun terkait kasus kematian 5 ekor gajah di Aceh Jaya masih ditangani oleh Polres Aceh Jaya. Sedangkan kematian satu ekor harimau di Aceh Selatan ditangani Polres Aceh Jaya.

“Kami masih memantau perkembangan, jika perlu kasus itu ditarik ke Polda Aceh,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengajak semua pihak untuk terlibat mengawasi proses hukum dalam kasus kejahatan satwa liar. Pengawasan yang dilakukan oleh publik akan mempengaruhi tingkat vonis terhadap terdakwa.

Peneliti Pusat Kajian Satwa Liar Universitas Syiah Kuala Drh Wahdi Azmi menuturkan perlu pelibatan aparatur desa dalam upaya mitigasi konflik satwa.

Pemerintah desa sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten dan provinsi harusnya memiliki semangat yang sama untuk melindungi kawasan dan satwa. []

Tags: acehharimaupopulasi harimausatwa liarsemakin terancam
Previous Post

Warga Filipina Geger Lihat Kelelawar Seukuran Manusia

Next Post

Pemuda Cabul di Banda Aceh Diringkus Polisi

Related Posts

BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses Pembiayaan Rumah hingga Rp500 Juta bagi Pekerja di Aceh

by Redaksi
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Aceh kini dapat memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan untuk memperoleh fasilitas...

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Next Post

Pemuda Cabul di Banda Aceh Diringkus Polisi

Kabar Baik, Sabang Kini Nihil Kasus Positif Virus Corona

Kabar Baik, Sabang Kini Nihil Kasus Positif Virus Corona

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co