MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Ada 300 Juta Planet di Galaksi Bima Sakti yang Bisa Dihuni Manusia

Redaksi by Redaksi
2 November 2020
in Nasional, News
0
Ada 300 Juta Planet di Galaksi Bima Sakti yang Bisa Dihuni Manusia

Ilustrasi planet yang ditemukan Kepler: Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-452b, Kepler-62f, Kepler-186f, dan akhirnya Bumi (NASA)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Astronom mengatakan, terdapat 300 juta planet berbatu seperti Bumi yang mengorbit bintang seperti Matahari pada jarak sedang yang dapat menerima kehidupan.

Angka tersebut bukanlah hasil yang pasti, tapi dapat memberi kita harapan untuk mencari planet yang berpotensi mendukung kehidupan manusia di galaksi ini.

RelatedPosts

Kemenkes Pastikan Indonesia Belum Temukan Kasus Virus Ebola

Dari Bullying hingga Krisis Literasi, Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Suarakan Keresahan Lewat Film Dokumenter

Tak Hanya Menertibkan, Satpol PP WH Banda Aceh Juga Berikan Edukasi Syariat Kepada Pelanggar

“Kepler telah memberi tahu kami bahwa ada miliaran planet, tetapi sekarang kami tahu sebagian besar planet itu mungkin berbatu dan dapat dihuni,” imbuh astronom Steve Bryson dari Ames Research Center NASA.

Saat mencoba mempersempit planet ekstrasurya mana yang mungkin menampung kehidupan, astronom mencari apa yang mereka ketahui. Dan satu-satunya planet yang mereka tahu pasti yang mendukung kehidupan adalah planet kita sendiri yakni Bumi.

Mungkin ada sejumlah faktor rinci yang berperan dalam keberadaan kita di sini, seperti keberadaan bulan atau planet raksasa dengan gas yang masif seperti Jupiter. Tetapi permulaan, para astronom cenderung hanya menganalisis menggunakan tiga parimeter penentu.

Salah satu tujuan utama Kepler adalah membantu astronom menentukan berapa banyak eksoplanet yang cocok dengan ketiga parameter itu, yang mungkin ada di galaksi Bima Sakti.

Bryson dan timnya menggunakan empat tahun data misi Kepler yang asli, dari Mei 2009 hingga Mei 2013, untuk membuat perkiraan terbaik dari jumlah ini.

Dalam misi pertama (K2 adalah yang kedua, misi diperpanjang, tidak termasuk dalam perhitungan tim), Kepler mengidentifikasi 4.034 calon eksoplanet, yang mana lebih dari 2.300 kemudian divalidasi. Tetapi teleskop luar angkasa mengalami kesulitan menemukan planet berbatu yang lebih kecil daripada yang diantisipasi.

Bintang-bintang yang berhasil diamati melalui teleskop ternyata memiliki kecerahan yang jauh lebih bervariasi daripada Matahari. Tanda dari Kepler yang digunakan untuk mengidentifikasi kandidat eksoplanet, kemungkinan besar tidak dapat dibedakan dari variabilitas bintang dalam banyak kasus, sehingga menyebabkan munculnya gambaran planet palsu.

Perangkat lunak bernama Robovetter mengoreksi masalah ini untuk objek dengan orbit kurang dari 500 hari, tetapi tim mencatat bahwa banyak exoplanet yang dapat dihuni dapat memiliki orbit yang lebih panjang.

“Kami selalu tahu mendefinisikan kelayakhunian suatu planet hanya dengan istilah jarak fisik planet dari bintang, sehingga membuat kami membuat banyak asumsi,” imbuh Ravi Kopparapu, seorang ilmuwan planet dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.

Para peneliti membatasi pencarian mereka pada eksoplanet antara 0,5 dan 1,5 kali massa Bumi dan bintang antara 4.800 dan 6.300 Kelvin (4.530 hingga 6.025 derajat Celcius, 8.180 dan 10.880 derajat Fahrenheit) suhu yang tidak efektif (Matahari memiliki suhu efektif 5.780 Kelvin).

Tim menemukan bahwa sekitar setengah dari bintang-bintang ini, seharusnya memiliki eksoplanet zona Goldilocks yang berbatu. Kira-kira berjumlah 300 juta bintang di Bima Sakti.

Perkiraan sebelumnya tentang jumlah planet yang berpotensi dapat dihuni berdasarkan data Kepler kembali dengan angka yang jauh lebih tinggi.

Tetapi ahli astrobiologi percaya bahwa semakin dekat karakteristik sistem dengan Bumi dan Matahari, semakin besar peluang menemukan tempat di mana kehidupan dapat berkembang.

Jadi, benar-benar penting untuk menelusuri detail terperinci untuk penelusuran yang sedang berlangsung dan di masa mendatang untuk planet yang berpotensi dapat dihuni.

“Mengetahui seberapa umum berbagai jenis planet sangat berharga untuk desain misi pencarian planet ekstrasurya di masa yang akan datang,” imbuh astronom Michelle Kunimoto dari Massachusetts Institute of Technology.

“Survei yang ditujukan pada planet kecil yang berpotensi dapat dihuni di sekitar bintang mirip Matahari akan bergantung pada hasil seperti ini untuk memaksimalkan peluang keberhasilan mereka,” tambahnya. []

LIPUTAN6

Tags: eksoplanetKeplerMassachusetts Institute of TechnologyNASAplanet layak huni
Previous Post

224 Jemaah Asal Indonesia Sudah di Arab Saudi untuk Umrah

Next Post

Protes Pernyataan Macron, Pemerintah Aceh Tunda Kerja Sama dengan Institut Perancis

Related Posts

6 Planet akan Hiasi Langit Hari Ini, Waktu Terbaik Menyaksikannya Saat Senja

6 Planet akan Hiasi Langit Hari Ini, Waktu Terbaik Menyaksikannya Saat Senja

by Ulfah
28 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – NASA menyebut para pengamat langit memiliki kesempatan untuk melihat enam planet di langit pada hari Sabtu, jika cuaca...

Robot NASA Gagal Gali Permukaan Mars

Robot NASA Gagal Gali Permukaan Mars

by Redaksi
18 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Robot NASA bernama InSight yang bertugas menggali permukaan Mars dinyatakan gagal setelah dua tahun berusaha lantas misi ini...

Ahli Temukan 24 Planet Lebih Layak Huni Ketimbang Bumi

Ahli Temukan 24 Planet Lebih Layak Huni Ketimbang Bumi

by Redaksi
7 Oktober 2020
0

MASAKINI.CO - Gabungan ilmuwan yang dipimpin oleh ahli geobiologi Washington State University (WSU), Dirk Schulze-Makuch mengidentifikasi ada 24 exoplanet yang...

Next Post

Protes Pernyataan Macron, Pemerintah Aceh Tunda Kerja Sama dengan Institut Perancis

Pasien Positif Corona yang Dirawat di Aceh Capai 52 Orang

Tiga Pekan Terakhir, Kasus Covid di Aceh Semakin Terkendali

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co