MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Omnibus Law Terobosan untuk Bisnis Indonesia yang Lebih Baik, Benarkah?

Masa Kini by Masa Kini
30 November 2020
in Headline, Nasional, News
0
Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Omnibus Law Terobosan untuk Bisnis Indonesia yang Lebih Baik, Benarkah?

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Dok. Kemenko Marves/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan pentingnya Omnibus Law dalam membangun iklim usaha yang baik di Indonesia. Hal ini disampaikannya pada forum bertajuk Tri Hita Karana Forum Partners Dialogue: Indonesia New Omnibus Law for Better Business Better World secara virtual di Jakarta, Senin (30/11).

“Omnibus Law merupakan terobosan pemerintah untuk mengatasi regulasi dan perizinan yang berbelit. Saat ini, perizinan berusaha akan dilakukan dengan berbasis resiko. Dengan dibuatnya Omnibus Law, pemerintah bertujuan untuk menciptakan bisnis yang lebih baik di Indonesia, agar pendirian usaha menjadi semakin mudah, dan pada akhirnya akan membuka lapangan pekerjaan,” kata Menko Luhut.

RelatedPosts

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Olahan Pasir-Lumpur Bencana Jadi Bata Ringan

Satu Rumah dan Tiga Dapur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar, Diduga Dipicu Kebocoran Minyak 

Kapolda Aceh: Belum Ada Keterlibatan Kapolresta Banda Aceh dalam Kasus Etomidate Bireuen

Menko Luhut menerangkan, bahwa latar belakang diciptakannya Omnibus Law ialah  karena Indonesia merupakan negara yang paling kompleks untuk melakukan bisnis akibat banyaknya regulasi. Meskipun seiring waktu peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia sudah meningkat, namun angka prosedur bisnis masih menunjukkan nilai yang stagnan dan lebih rumit dibandingkan negara ASEAN lainnya.

“Saat ini, Omnibus Law sedang dalam tahap finalisasi dan harus sudah diimplementasikan pada bulan Februari tahun 2021. Diharapkan, melalui Omnibus Law, pemerintah dapat meningkatkan iklim investasi di Indonesia, menyederhanakan persyaratan investasi, melakukan reformasi pajak, serta mendorong perdagangan internasional,” terangnya.

Meskipun Omnibus Law sempat mendatangkan kontroversi dan penolakan dari masyarakat, Menko Luhut berpendapat bahwa saat ini masyarakat sudah lebih tenang dan mau menerima setelah materi mengenai Omnibus Law dikomunikasikan dan sudah bisa dilihat secara langsung. Ia menambahkan bahwa Indonesia bertekad untuk mengurangi carbon melalui program carbon pricing.

“Pemerintah sangat peduli pada environment di Indonesia, dan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Saat ini, Indonesia memiliki 75-80% carbon credit dunia yang berasal dari hutan, bakau, lahan gambut, lamun, dan terumbu karang. Indonesia memegang peranan besar dalam hal ini dan ditargetkan pada tahun 2030 kita sudah bisa beradaptasi dan melakukan mitigasi terhadap climate change,” benernya.

Dia melanjutkan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan di Indonesia, seperti melalui program renewable energy di Kalimantan dan Papua, daur ulang dan industri lithium battery, serta penggunaan geothermal dan hydropower, yang diharap dapat menghasilkan green product di Indonesia.

Selain Menko Luhut, dari Indonesia hadir dan ikut menyampaikan sambutan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat; Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar; dan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil.

Dari kalangan asing hadir Lord Nicholas Stern, IG Patel Professor and Chair, Grantham Research Institute on Climate Change and Environment, London School of Economics/ NCE ; Jorge Moreira da Silva, Director, DCD OECD; Satu Kahkonen, Country Director Indonesia and Timor Leste, World Bank; John Denton, Secretary General, International Chamber of Commerce, dan Richard Jeo, Senior Vice President Asia, Conservation International.[]

Previous Post

Angka Kasus Positif Naik di Beberapa Provinsi, Menko Luhut Minta Stop Acara Kumpul-kumpul

Next Post

Pesan Penyintas: Dari Pada Nongkrong Lebih Baik di Rumah

Related Posts

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Olahan Pasir-Lumpur Bencana Jadi Bata Ringan

by Riska Zulfira
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Material lumpur dan pasir yang sebelumnya menjadi persoalan pascabencana hidrometeorologi di Aceh mulai diarahkan menjadi solusi pembangunan. Melalui...

Pemkab Aceh Timur Dorong Program Nasional Lebih Tepat Sasaran di Daerah

by Aininadhirah
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO– Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mendorong agar pelaksanaan program prioritas nasional di daerah tidak berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar disesuaikan...

Satu Rumah dan Tiga Dapur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar, Diduga Dipicu Kebocoran Minyak 

by Redaksi
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran melanda satu unit rumah warga dan tiga dapur minyak tradisional di Desa Seumali, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten...

Next Post
Rapid Test Perdana di Warung Kopi

Pesan Penyintas: Dari Pada Nongkrong Lebih Baik di Rumah

Dituding Rusak Terumbu Karang, Monster Scuba Klaim Cinta Ekosistem Laut

Restorasi Terumbu Karang, Indonesia Gandeng Lembaga Riset Asal Korea

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co