MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Restorasi Terumbu Karang, Indonesia Gandeng Lembaga Riset Asal Korea

Masa Kini by Masa Kini
30 November 2020
in Nasional, News
0
Dituding Rusak Terumbu Karang, Monster Scuba Klaim Cinta Ekosistem Laut

Ikan dan karang di bawah laut Sabang. Foto: Hamzah Hasballah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama dengan Lembaga Riset Internasional Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) Korea-Indonesia melakukan kerja sama dalam mendukung restorasi terumbu karang atau Indonesia Coral Reef Garden
(ICRG) di Bali. Kegiatan ini diketahui sebagai salah satu langkah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Bali akibat pandemi Covid-19.

“Kolaborasi atau kerja sama ini bermakna dan simbolis. PEN-ICRG adalah ikon restorasi karang terbesar di Indonesia. Kami akan menarik sekitar 11.000 pekerja dan akan menghasilkan pariwisata Bali,” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin, Senin (30/11).

RelatedPosts

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Olahan Pasir-Lumpur Bencana Jadi Bata Ringan

Satu Rumah dan Tiga Dapur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar, Diduga Dipicu Kebocoran Minyak 

Kapolda Aceh: Belum Ada Keterlibatan Kapolresta Banda Aceh dalam Kasus Etomidate Bireuen

Deputi Safri menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah melangkah untuk memulihkan perekonomian di Bali yang terkena dampak virus corona salah satunya melalui PEN-ICRG. Dalam hal ini, sekitar 11.000 pekerja akan dilibatkan untuk menciptakan lingkungan laut di mana ikan akan berenang bebas melalui terumbu karang yang selaras dengan pemandangan bawah laut yang jernih.

“Program ini diharapkan menjadi ambisi Indonesia untuk menjadikan Bali sebagai objek wisata terbaik dan upaya untuk memulihkan lingkungan alam. Selain itu, program tersebut juga telah menarik perhatian pada kemajuan yang telah dicapai pemerintah untuk memperoleh kerjasama internasional dengan Korea untuk menciptakan lebih banyak peluang dan ruang untuk pemulihan dan pembangunan ekonomi,” jelasnya.
 
Safri menambahkan, Kepala Bidang Pengelola Konservasi Perairan dan Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Kemenko Marves, Andreas A Hutahaean menjelaskan kembali bahwa PEN-ICRG sendiri merupakan pusat rehabilitasi terumbu karang yang menyinergikan unsur ilmiah dan sosial ekonomi dalam restorasi terumbu karang untuk konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan melalui Edu-Eco Wisata.

“Program tersebut bertujuan untuk memulihkan ekosistem laut dan menghidupkan kembali wisata bahari di Provinsi Bali karena Bali sangat bergantung pada kegiatan pariwisata. Oleh karena itu perlu diadakan survey batimetri untuk melihat topografi dasar laut agar kita bisa melihat dengan benar, lokasi transplantasi karang,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai pelaksana kegiatan penelitian dan survei, Korea-Indonesia MTCRC sendiri merupakan lembaga penelitian internasional di bidang ilmu dan teknologi kelautan antara pemerintah Korea dan Indonesia untuk memperkuat dan mempromosikan kerjasama praktis di bidang ini.

“Sains dan teknologi adalah elemen kunci pembangunan nasional. Kami sangat senang dapat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia melalui kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi maritim Korea, kami menantikan kerjasama yang lebih banyak lagi kedepannya,” kata Co-Director MTCRC Korea, Hansan Park.

Dalam kerjasama ini, MTCRC telah melakukan survei kelautan yang terdiri dari survei batimetri, data fisik oseanografi, studi dasar laut, dan data kualitas air. Survei batimetri dilakukan untuk mengukur kedalaman perairan yang akan dijadikan lokasi restorasi terumbu karang dan lokasi penenggelaman kapal perang. Survei dasar laut dilakukan untuk mengetahui topografi dan profil dasar laut. Hal ini penting dilakukan mengingat dalam menentukan lokasi penenggelaman kapal perang diperlukan informasi mengenai profil dasar laut.

Sedangkan data fisik oseanografi dan data kualitas air digunakan sebagai data pendukung. Hasil survei ini berupa peta rekomendasi yang berisi informasi tentang kedalaman dan profil dasar laut.
 
Survei akan dilengkapi dengan berbagai alat dan perlengkapan MTCRC yaitu Multibeam Echosounder, Single Beam Echosounder, CTD, Grab Sampler, Tide Gauge, Drone, dan Kapal ARA. Kapal ARA sendiri merupakan kapal yang dioperasikan oleh MTCRC yang digunakan untuk kegiatan penelitian dan eksplorasi kelautan. Kapal ini memiliki panjang 12 meter dengan kapasitas 12 orang termasuk awak kapal dan nahkoda.[]

Previous Post

Pesan Penyintas: Dari Pada Nongkrong Lebih Baik di Rumah

Next Post

Kemenag : BSU Rp 1,8 juta Tak Akan Kena Potongan

Related Posts

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Olahan Pasir-Lumpur Bencana Jadi Bata Ringan

by Riska Zulfira
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Material lumpur dan pasir yang sebelumnya menjadi persoalan pascabencana hidrometeorologi di Aceh mulai diarahkan menjadi solusi pembangunan. Melalui...

Pemkab Aceh Timur Dorong Program Nasional Lebih Tepat Sasaran di Daerah

by Aininadhirah
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO– Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mendorong agar pelaksanaan program prioritas nasional di daerah tidak berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar disesuaikan...

Satu Rumah dan Tiga Dapur Minyak Tradisional di Aceh Timur Terbakar, Diduga Dipicu Kebocoran Minyak 

by Redaksi
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran melanda satu unit rumah warga dan tiga dapur minyak tradisional di Desa Seumali, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten...

Next Post
Rp1,8 Juta BSU untuk Guru Honorer Mulai Disalurkan

Kemenag : BSU Rp 1,8 juta Tak Akan Kena Potongan

PPATK: 422 Rekening Indonesia Penampung Kejahatan Siber

PPATK: 422 Rekening Indonesia Penampung Kejahatan Siber

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co