MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, September 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Restorasi Terumbu Karang, Indonesia Gandeng Lembaga Riset Asal Korea

Masa Kini by Masa Kini
30 November 2020
in Nasional, News
0
Dituding Rusak Terumbu Karang, Monster Scuba Klaim Cinta Ekosistem Laut

Ikan dan karang di bawah laut Sabang. Foto: Hamzah Hasballah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama dengan Lembaga Riset Internasional Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) Korea-Indonesia melakukan kerja sama dalam mendukung restorasi terumbu karang atau Indonesia Coral Reef Garden
(ICRG) di Bali. Kegiatan ini diketahui sebagai salah satu langkah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Bali akibat pandemi Covid-19.

“Kolaborasi atau kerja sama ini bermakna dan simbolis. PEN-ICRG adalah ikon restorasi karang terbesar di Indonesia. Kami akan menarik sekitar 11.000 pekerja dan akan menghasilkan pariwisata Bali,” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin, Senin (30/11).

RelatedPosts

Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis hingga 3 Tahun Penjara

Jelang Magrib, WH Banda Aceh Imbau Pengunjung Tinggalkan Pantai Ulee Lheue

Banjir Meluas ke 20 Desa di Aceh Tenggara, 411 Jiwa Terdampak

Deputi Safri menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah melangkah untuk memulihkan perekonomian di Bali yang terkena dampak virus corona salah satunya melalui PEN-ICRG. Dalam hal ini, sekitar 11.000 pekerja akan dilibatkan untuk menciptakan lingkungan laut di mana ikan akan berenang bebas melalui terumbu karang yang selaras dengan pemandangan bawah laut yang jernih.

“Program ini diharapkan menjadi ambisi Indonesia untuk menjadikan Bali sebagai objek wisata terbaik dan upaya untuk memulihkan lingkungan alam. Selain itu, program tersebut juga telah menarik perhatian pada kemajuan yang telah dicapai pemerintah untuk memperoleh kerjasama internasional dengan Korea untuk menciptakan lebih banyak peluang dan ruang untuk pemulihan dan pembangunan ekonomi,” jelasnya.
 
Safri menambahkan, Kepala Bidang Pengelola Konservasi Perairan dan Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil Kemenko Marves, Andreas A Hutahaean menjelaskan kembali bahwa PEN-ICRG sendiri merupakan pusat rehabilitasi terumbu karang yang menyinergikan unsur ilmiah dan sosial ekonomi dalam restorasi terumbu karang untuk konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan melalui Edu-Eco Wisata.

“Program tersebut bertujuan untuk memulihkan ekosistem laut dan menghidupkan kembali wisata bahari di Provinsi Bali karena Bali sangat bergantung pada kegiatan pariwisata. Oleh karena itu perlu diadakan survey batimetri untuk melihat topografi dasar laut agar kita bisa melihat dengan benar, lokasi transplantasi karang,” ujarnya.

Sementara itu, sebagai pelaksana kegiatan penelitian dan survei, Korea-Indonesia MTCRC sendiri merupakan lembaga penelitian internasional di bidang ilmu dan teknologi kelautan antara pemerintah Korea dan Indonesia untuk memperkuat dan mempromosikan kerjasama praktis di bidang ini.

“Sains dan teknologi adalah elemen kunci pembangunan nasional. Kami sangat senang dapat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia melalui kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi maritim Korea, kami menantikan kerjasama yang lebih banyak lagi kedepannya,” kata Co-Director MTCRC Korea, Hansan Park.

Dalam kerjasama ini, MTCRC telah melakukan survei kelautan yang terdiri dari survei batimetri, data fisik oseanografi, studi dasar laut, dan data kualitas air. Survei batimetri dilakukan untuk mengukur kedalaman perairan yang akan dijadikan lokasi restorasi terumbu karang dan lokasi penenggelaman kapal perang. Survei dasar laut dilakukan untuk mengetahui topografi dan profil dasar laut. Hal ini penting dilakukan mengingat dalam menentukan lokasi penenggelaman kapal perang diperlukan informasi mengenai profil dasar laut.

Sedangkan data fisik oseanografi dan data kualitas air digunakan sebagai data pendukung. Hasil survei ini berupa peta rekomendasi yang berisi informasi tentang kedalaman dan profil dasar laut.
 
Survei akan dilengkapi dengan berbagai alat dan perlengkapan MTCRC yaitu Multibeam Echosounder, Single Beam Echosounder, CTD, Grab Sampler, Tide Gauge, Drone, dan Kapal ARA. Kapal ARA sendiri merupakan kapal yang dioperasikan oleh MTCRC yang digunakan untuk kegiatan penelitian dan eksplorasi kelautan. Kapal ini memiliki panjang 12 meter dengan kapasitas 12 orang termasuk awak kapal dan nahkoda.[]

Previous Post

Pesan Penyintas: Dari Pada Nongkrong Lebih Baik di Rumah

Next Post

Kemenag : BSU Rp 1,8 juta Tak Akan Kena Potongan

Related Posts

Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis hingga 3 Tahun Penjara

by Riska Zulfira
28 September 2026
0

MASAKINI.CO – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menjatuhkan vonis terhadap tiga pengasuh sebuah daycare di Banda Aceh yang...

Jelang Magrib, WH Banda Aceh Imbau Pengunjung Tinggalkan Pantai Ulee Lheue

by Aininadhirah
28 September 2026
0

MASAKINI.CO – Petugas Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh mengimbau pengunjung yang masih berada di sepanjang kawasan Pantai Ulee Lheue...

Aceh Raya Bawa Aspirasi Pemekaran ke Forum Nasional, Moratorium Masih Jadi Kendala

by Ahmad Mufti
28 September 2026
0

MASAKINI.CO - Aspirasi pembentukan Kabupaten Aceh Raya kembali dibawa ke tingkat nasional. Bupati Aceh Besar, Ketua DPRK Aceh Besar, dan...

Next Post
Rp1,8 Juta BSU untuk Guru Honorer Mulai Disalurkan

Kemenag : BSU Rp 1,8 juta Tak Akan Kena Potongan

PPATK: 422 Rekening Indonesia Penampung Kejahatan Siber

PPATK: 422 Rekening Indonesia Penampung Kejahatan Siber

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co