MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, April 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Jurnalis Aceh Timur Rilis Lagu Kritik Sosial

Redaksi by Redaksi
12 Maret 2021
in Headline, News
0
Jurnalis Aceh Timur Rilis Lagu Kritik Sosial
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Maimunzir, seorang jurnalis asal Kabupaten Aceh Timur merilis lagu Aceh berisi kritik sosial. Lagu itu selain sebagai seni, diharapkan kontrol sosial terhadap persoalan daerah.

Lagu yang bari dirilis, pada Kamis, 11 Maret 2021 berjudul “Teng Paneng”. Lagu Teng Panenv adalah sebuah diksi yang menggambarkan sebuah kondisi yang sangat kacau, tak menentu. Atau jika dicari padanan lain yang mempunyai makna mendekati kondisi ini, mungkin phak luyak (Aceh) dapat mewakili terminasi Teng Paneng.

RelatedPosts

Warga Tak Masuk JKA? Ini 4 Cara Ajukan Sanggahan Data Desil

Ribuan Warga Padati CFD Banda Aceh, Funwalk TNI AU Angkat Isu Kemanusiaan

Warga Jantho Ultimatum Tambang Emas Ilegal: Hentikan dalam 3 Hari atau Ditindak

Lagu Teng Paneng dicipta oleh musisi Aceh, Nazar Shah Alam yang juga vokalis Apache13 di bawah produksi Rumah Produksi Studiosa. Lagu Teng Paneng dapat dinikmati melalui Channel Youtube Maimunzir.

Maimunzir menuturkan Teng Paneng adalah hasil diskusi mendalam sambil menyeruput kopi. Kegelisahan terhadap persoalan sosial membuat mereka sepakat menjadikan materi lagu. Dalam lagu ini termuat kritikan terhadap rencana pembangunan instalasi tinja di kompleks makam peninggalan sejarah.

Munzir bukan pendapatang baru di dunia musik Aceh. Sebelumnya dia aktif di Grup Band Sanggar CuEX.

Namun lazimnya group band lain, Sanggar Cuex juga mengalami masa-masa vakum ketika masing-masing anggota harus memilih jalan hidup dan mulai merakit masa depan dengan cara yang berbeda.

Munzir mengabdikan diri pada lembaga-lembaga sosial yang menjalankan program seputar isu anak, disabilitas dan healing trauma untuk korban konflik dan tsunami.

Bara seni yang ada dalam dirinya mendorongnya untuk kembali tampil ke publik setelah melihat beberapa kenyataan yang menggetirkan. Lalu ia tuang dalam nada kritis Hutan Naggroe secara solo, ada Perempuan Perkasa, Untukmu di Jalan dan beberapa lagu lainnya sebagai bentuk keprihatinannya.

Simak lirik lagu Teng Paneng.

#Aleh but galak-galak leh cit meukarat

Abeh lampoh-lampoh jirat jipeugala

Hana pike jitimang, yang peunteng fee jih aman Abeh bak-bak kuburan jiboh tinja#

Bait-bait sentimental ini tentu saja tidak lahir begitu saja. Namun ini merupakan klimaks dari sebuah sudut pandang awam yang tidak terkontaminasi kebijakan dan kepentingan. Dan ini juga bukan tentang Hidup Loe Konten Gue, sebuah slogan produk. Anda mencermati, maka dapat.

Paduan simbi dan beberapa alat musik etnik lainnya membuat lagu yang bergenre balada ini mengajak kaki kita bergoyang sambil mendengar bait-bait yang justru menyentil, paradoks, tapi disitulah daya tariknya, apalagi ditambah suara khas Munzir yang serak.

Bang Gaes, ini julukan Maimunzir di sosmed yang kerap mengkiritisi beberapa keadaan yang menurutnya ‘sudah bukan lagi’. Dan di ujung Teng Paneng anda akan mendengar sapaan khasnya buat kita semua, gaees..

Sukses untuk Tim Teng Paneng, terus berkarya.[]

Tags: jurnalisLaguLagu Acehmaimunzir
Previous Post

70 Orang Meninggal Selama Kudeta Myanmar

Next Post

Sinovac Kedaluwarsa Maret, Vaksinasi Gelombang I Dipercepat

Related Posts

KKJ Aceh Kecam Intimidasi Jurnalis Kompas TV Aceh, Rekaman Dihapus Aparat

by Redaksi
13 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Seorang jurnalis Kompas TV Aceh, Davi Abdullah, dilaporkan mengalami perampasan alat kerja dan penghapusan materi jurnalistik saat bertugas...

Ngaku Jurnalis, Tiga Pria Peras Aparatur Desa di Bener Meriah Rp15 Juta

Ngaku Jurnalis, Tiga Pria Peras Aparatur Desa di Bener Meriah Rp15 Juta

by Alfath Asmunda
24 April 2025
0

MASAKINI.CO - Tiga pria yang mengaku jurnalis ditangkap polisi karena diduga memeras aparatur Desa Musara Pakat, Kecamatan Pintu Rime Gayo,...

Keuchik Penganiaya Jurnalis di Pidie Jaya Divonis 10 Bulan Penjara

Keuchik Penganiaya Jurnalis di Pidie Jaya Divonis 10 Bulan Penjara

by Alfath Asmunda
17 April 2025
0

MASAKINI.CO - Iskandar, Keuchik (Kepala Desa) Cot Setui, Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, dinyatakan bersalah dan divonis 10 bulan penjara karena...

Next Post
Vaksinasi Covid-19 ke Masyarakat Umum Februari 2021

Sinovac Kedaluwarsa Maret, Vaksinasi Gelombang I Dipercepat

Ikuti Turnamen U-40 di Pidie, Legend Sigupai Boyong 18 Pemain

Ikuti Turnamen U-40 di Pidie, Legend Sigupai Boyong 18 Pemain

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co