MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Jelang WPFD 2021, Jurnalis Aceh Gelar Diskusi & Pameran Foto Masa Konflik

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
28 April 2021
in Headline
0
Jelang WPFD 2021, Jurnalis Aceh Gelar Diskusi & Pameran Foto Masa Konflik

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh menggelar pameran foto dan diskusi jelang WPFD2021. (foto: masakini.co/Alfath Asmunda)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh menggelar pameran foto dan diskusi dengan tema “Refleksi Darurat Pers di Aceh: Jurnalis Tak Bisa Dibungkam”.

Acara tersebut dilaksanakan di Kantor AJI Banda Aceh, Rabu, (28/4/2021), dengan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari kalangan jurnalis dan masyarakat umum.

RelatedPosts

Urai Kemacetan di Titik Tersibuk Banda Aceh, PUPR Lanjutkan Pelebaran Jalan T Hasan Dek

79 Persen Listrik Aceh Sudah Pulih, Dua Gardu Induk Masih Dalam Proses Penormalan

Aceh Gelap Gulita, Gangguan Suplai Kembali Terjadi

Kegiatan tersebut dalam rangka kampanye kemerdekaan pers menjelang peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2021 yang diperingati setiap 3 Mei.

Diskusi ini menghadirkan narasumber Munir Noer (Ketua Pengda IJTI Aceh), Adi Warsidi (CEO Acehkini) dan Hotli Simanjuntak (fotografer EPA).

Ketua AJI Banda Aceh, Juli Amin saat membuka kegiatan mengatakan diskusi tersebut dilaksanakan sebagai refleksi darurat pers di Aceh.

Kendati demikian, kata Juli Amin, kegiatan ini bukan bertujuan untuk membangkitkan kembali konflik Aceh, tetapi lebih kepada menyampaikan kisah jurnalis yang saat itu tetap bisa berkarya meskipun dalam tekanan dari yang bertikai.

Beberapa foto yang dipamerkan dalam kegiatan ini merupakan hasil jepretan para jurnalis yang bertugas pada masa konflik Aceh, mulai dari darurat militer, darurat sipil, hingga terjalinnya perdamaian.

“Intinya pameran dan diskusi ini menyampaikan bahwa jurnalis jangan dibungkam, jangan rampas kemerdekaannya dalam meliput, sesulit apapun seorang jurnalis tetap harus mengabadikan apa yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, Eko Deni Saputra menyampaikan dalam pameran ini terdapat 20 foto masa konflik Aceh.

“Foto-foto yang dipamerkan sejak Selasa 27 April 2021 ini merupakan hasil karya dari jurnalis senior di Aceh seperti Bedu Saini, Adi Warsidi dan Hotli Simanjuntak kala meliput di era konflik dulu,” katanya.

Saat sesi diskusi, masing-masing pemateri saling menyampaikan pengalamannya saat meliput suasana konflik belasan tahun silam.

Mereka juga kerap merasakan bagaimana ancaman dari berbagai pihak yang bertikai.

Munir Noer mengungkapkan, salah satu bentuk tindakan negatif yang dialami jurnalis saat konflik adalah ancaman terhadap keluarga wartawan.

“Ketika berita naik, keluarga kita akan menjadi ancaman, ini sebuah permasalahan untuk wartawan lokal saat konflik,” ujar Munir, mantan jurnalis RCTI itu.

CEO Acehkini, Adi Warsidi menyampaikan, saat awal darurat militer pemerintah membuat pembatasan-pembatasan terhadap wartawan di Aceh, sehingga pemberitaannya lebih dominan tentang TNI.

“Awal darurat militer berita tentang GAM banyak tidak termuat. Makanya banyak mobil-mobil yang membawa koran terbakar di perjalanan,” ujar Adi Warsidi.

Berbeda lagi yang dialami Hotli Simanjuntak. Sebagai wartawan yang bukan berasal dari Aceh, ruang geraknya saat konflik lebih luas daripada para jurnalis lokal.

“Saya bisa kemana-mana, kalau mau dicari keluarga ataupun kantor media lokasinya di luar Aceh, jadi sedikit bebas, tetapi tetap ada ancaman dan kendala-kendala selama bertugas,” jelasnya.

Tags: AJI Banda AcehDiskusiPameran FotoPFI AcehWPFD2021
Previous Post

Pemerintah Kota Sabang Raih WTP ke-9 Kalinya Secara Berturut-turut

Next Post

Kapal Penyeberangan Sabang-Banda Aceh Perketat Protokol Kesehatan

Related Posts

PBB Gelar Pameran Foto ‘Setelah Gelombang Reda’ di Museum Tsunami Aceh

PBB Gelar Pameran Foto ‘Setelah Gelombang Reda’ di Museum Tsunami Aceh

by Alfath Asmunda
7 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pameran foto bertajuk “Setelah Gelombang Reda: Jejak PBB di Aceh” di Museum Tsunami Aceh....

MJC dan AJI Banda Aceh Jalin Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry

MJC dan AJI Banda Aceh Jalin Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry

by Alfath Asmunda
22 Januari 2025
0

MASAKINI.CO - Muharram Journalism College (MJC) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menjalin kerja sama dengan Program Studi Magister...

Kunjungi Pameran Peringatan Tsunami, Kak Na: Penting Meningkatkan Mitigasi

by Riska Zulfira
25 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Istri Muzakir Manaf, Gubernur Aceh pemenang Pilkada 2024, Marlina Usman mengunjungi Museum Tsunami Aceh dalam rangka memperingati 20...

Next Post
Kapal Penyeberangan Sabang-Banda Aceh Perketat Protokol Kesehatan

Kapal Penyeberangan Sabang-Banda Aceh Perketat Protokol Kesehatan

Wali Nanggroe dan Mualem Temui Dewan Pertimbangan Presiden

Wali Nanggroe dan Mualem Temui Dewan Pertimbangan Presiden

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co