MASAKINI.CO – Empat orang imigran etnis Rohingya yang mengaku selama ini tinggal di Medan, Sumatera Utara, datang ke kamp Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Mereka datang secara tiba-tiba ke Lhokseumawe pada Minggu 2 Mei 2021.
Pengurus Yayasan Geutanyoe, Iskandar mengatakan imigran Rohingya yang terdiri dari 2 perempuan dewasa dan 2 anak-anak itu mengaku tinggal di Hotel Pelangi, Medan, lebih kurang sudah dua tahun lamanya.
Dia menjelaskan, satu perempuan dewasa yang lebih tua, merupakan ibu dari perempuan yang sedang hamil beserta 1 anak laki-laki usia 10 tahun. Mereka mengaku selama ini tinggal mandiri, dan tidak mendapatkan akses bantuan apapun dari lembaga internasional terkait pengungsi.
“Ibu itu membutuhkan penanganan medis karena lehernya mengalami sakit yang cukup parah dan tidak memiliki biaya untuk operasi. Dia tidak mendapatkan bantuan termasuk anaknya yang berusia 10 tahun juga tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak selama di Medan,” kata Iskandar pada masakini.co, Rabu (5/5/2021) malam.
Iskandar menerangkan, anak laki-laki etnis Rohingya itu bernama Usman umur 10 tahun dan bisa berbahasa Indonesia. Satu anak lagi, perempuan berumur 2 tahun. Saat ini, kondisi kedua anak tersebut sehat.
Dia menuturkan, dari keterangan yang diberikan Usman, mereka mengaku nekat naik bus ke Lhokseumawe karena mendengar kabar dari komunitasnya yang dulu tinggal di Kamp BLK Kandang bahwasanya masyarakat Aceh mau membantu mereka.
Saat ini, kata Iskandar, kondisi perempuan yang lebih muda, ibu dari anak 2 tahun itu, sedang dalam kondisi hamil tua dan diperkirakan akan melahirkan dalam 4 hari lagi. “Sementara di kamp Kandang tidak diketahui siapa petugas medisnya. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap pengungsi ini?,” ujar Iskandar.
Sejauh ini, sebutnya, Yayasan Geutanyoe tidak mengetahui alasan pasti ‘kaburnya’ pengungsi Rohingya itu ke Aceh.
“Namun yang pasti, kita harus segera mempersiapkan pertolongan yang mereka butuhkan,” pungkasnya.










Discussion about this post