MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Mei 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemprov Aceh Bangun 18 Rumah Korban Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie

Masa Kini by Masa Kini
3 Juli 2021
in Daerah
0
Pemprov Aceh Bangun 18 Rumah Korban Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie

Pembangunan 18 rumah korban bencana tanah bergerak di Lam Kleng, Kuta Cot Glie, Aceh Besar. (foto: Humas Setda Aceh)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Nova Iriansyah melakukan peletakan batu pertama pembangunan 18 rumah untuk korban bencana tanah bergerak di Lam Kleng, Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Sabtu (3/7/2021).

Peletakan batu pertama itu dilakukan Gubernur didampingi Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Direktur Utama PT. Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman dan Ketua Yayasan Cet Langet Edi Fadhil.

RelatedPosts

Jalan Kajhu Dinilai Kian Padat, Bupati Aceh Besar Usul Pelebaran Ruas

Disdukcapil Banda Aceh Tetap Buka Saat Libur 14-15 Mei

Illiza Lantik 66 Pejabat Pemko Banda Aceh, Tegaskan Tak Ada Lagi Birokrasi Lamban

Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan syukur atas pembangunan rumah bantuan bagi korban tanah bergerak di desa itu. Pembangunan rumah ini, kata Gubernur, dilakukan menggunakan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bank Aceh Syariah yang pembangunannya dikoordinir oleh Yayasan Cet Langet.

“Alhamdulillah, atas izin Allah, dan berkat kerjasama para pihak terkait, maka pada hari ini kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan 18 unit rumah bantuan untuk saudara-saudara kita para korban bencana tanah bergerak di Desa Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie,” kata Nova Iriansyah.

Ia menjelaskan, setiap warga terdampak memperoleh bantuan rumah type 36 masing-masing senilai Rp.78 juta.

Salah satu alasan pembangunan rumah ini menggunakan dana CSR Bank Aceh, lanjut Gubernur, karena jika harus menunggu dana dari APBA, akan membutuhkan waktu yang lama, setidaknya hingga tahun 2022 nanti.

“Kondisi ini tidak memungkinkan bagi saudara-saudara kita yang baru tertimpa musibah, karena kita tidak menginginkan para korban terlalu lama tinggal di tenda pengungsian, sebab akan berpengaruh terhadap kondisi fisik dan psikis mereka,” ujarnya.

Gubernur juga menuturkan, hari-hari ketika pertama kali bencana itu terjadi di Gampong Lam Kleng, dirinya langsung mengunjungi desa untuk melihat langsung kondisi kerusakan.

“Setelah meninjau lokasi ini di awal-awal bencana, saya berinisiatif untuk segera membantu pembangunan rumah bagi warga Lamkleng yang terdampak,” sebutnya.

Gubernur mengaku, saat itu dirinya segera meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mencari dan menyiapkan lahan relokasi, agar pembangunan rumah dapat segera dilakukan.

“Seiring dengan itu, Pemerintah Aceh juga mengupayakan skema bantuan melalui dana CSR. Alhamdulillah, PT. Bank Aceh Syariah menyambut baik dan bersedia membantu,” ujar Gubernur.

Sementara, Direktur Utama PT. Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman dalam sambutannya mengatakan untuk tahap pertama, pembangunan difokuskan 10 unit rumah. Sedangkan 8 rumah sisanya akan menyusul. Sementara pembangunan rumah itu menurut Haizir akan diupayakan rampung dalam 45 hari kerja.

“Semoga rumah ini menjadi kediaman yang nyaman bagi warga korban bencana tanah bergerak,” ujar Haizir.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada gubernur Aceh yang telah mengupayakan pembangunan rumah bagi warganya.

Mawardi juga menyinggung berbagai bantuan dan kepedulian gubernur terhadap pembangunan di kabupaten tersebut. “Ini luar biasa sekali dukungan bapak gubernur terhadap kemajuan pembangunan di Aceh Besar,” katanya.

Lebih lanjut, ujarnya, terkait pembangunan susulan 8 rumah bantuan korban tanah bergerak akan dilakukan setelah proses penyediaan tanah selesai. Mawardi berjanji akan segera merampungkan penyediaan lahan sehingga pembangun 8 rumah itu bisa segera dimulai.

Sementara Ketua Yayasan Cet Langet Edi Fadhil menuturkan, dirinya diminta oleh gubernur untuk membantu mengkoordinir pembangunan rumah.

Keterlibatan Edi Fadhil diminta oleh gubernur lantaran pengalaman panjang dirinya dalam mengkoordinir pembangunan rumah layak huni untuk warga kurang mampu.

“Dari tahap identifikasi kita lakukan disini, kemudian bagaimana masyarakat mengambil peran untuk berpartisipasi. Kami istilahnya yang mengorganize pembangunan ini. Tapi dananya sepenuhnya dari CSR Bank Aceh Syariah,” ujarnya.

Tags: Aceh Besarbantuan rumahKorban Tanah BergerakPemerintah Aceh
Previous Post

Illiza Tinjau Progres Renovasi Rumah Warga di Aceh Besar

Next Post

Wali Nanggroe Aceh Serukan Dukungan untuk Rakyat Palestina

Related Posts

Jalan Kajhu Dinilai Kian Padat, Bupati Aceh Besar Usul Pelebaran Ruas

by Redaksi
14 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris mengusulkan pelebaran ruas Jalan Kajhu hingga pintu Tol Baitussalam sebagai langkah mengatasi kepadatan...

Trans Kutaraja Genap 10 Tahun, 10 Juta Penumpang Nikmati Layanan Gratis

by Ahmad Mufti
13 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh memperingati satu dekade layanan transportasi publik Trans Kutaraja di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Rabu...

Aliansi Rakyat Aceh Kembali Suarakan Evaluasi Pergub JKA di Kantor Gubernur

by Aininadhirah
11 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Aliansi Rakyat Aceh (ARA) kembali menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, Senin (11/5/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk...

Next Post
Wali Nanggroe Aceh Serukan Dukungan untuk Rakyat Palestina

Wali Nanggroe Aceh Serukan Dukungan untuk Rakyat Palestina

Kala Anggota DPR Bertindak Jadi ‘Penyuluh’ Covid-19

Kala Anggota DPR Bertindak Jadi ‘Penyuluh’ Covid-19

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co