MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Olahan Pasir-Lumpur Bencana Jadi Bata Ringan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Agustus 2026
in News
0

Rapat khusus yang digelar mengenai pemanfaatan lumpur pasca bencana | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Material lumpur dan pasir yang sebelumnya menjadi persoalan pascabencana hidrometeorologi di Aceh mulai diarahkan menjadi solusi pembangunan. Melalui inovasi Tim Riset Universitas Syiah Kuala (USK), material sedimentasi tersebut dikembangkan menjadi bata ringan bernama Aceh Brick untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyambut positif inovasi tersebut dan menyatakan dukungan Pemerintah Aceh terhadap pengembangan hasil penelitian USK.

RelatedPosts

Cegah Stunting, Pidie Jaya Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Rawan Stunting

9 Wilayah Aceh Diprakirakan Hujan Malam Ini

Dua Pelajar Diamankan Terkait Dugaan Curanmor di Banda Aceh, Dua Motor Disita

“Sangat positif. Pemerintah Aceh sangat mendukung. Gubernur Mualem sangat mengharapkan hasil penelitian USK bernilai manfaat bagi Aceh,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (13/8/2026).

Menurut Mualem, inovasi Aceh Brick menjadi peluang untuk mengubah material sisa bencana yang selama ini menjadi persoalan lingkungan menjadi produk konstruksi yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Pemerintah Aceh menilai pemanfaatan lumpur dan pasir pascabencana sejalan dengan kebutuhan percepatan pemulihan, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Menindaklanjuti dukungan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir Syamaun mengarahkan jajaran terkait untuk memfasilitasi pengembangan riset Tim USK. Salah satunya melalui rapat khusus yang digelar di Ruang Potda II Kantor Gubernur Aceh, Selasa (11/8/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra, mengatakan fokus pembahasan adalah pemanfaatan lumpur dan pasir hasil sedimentasi bencana hidrometeorologi sebagai bahan baku bata ringan Aceh Brick.

“Poinnya adalah pemanfaatan lumpur dan pasir hasil sedimentasi bencana hidrometeorologi sebagai bahan baku bata ringan Aceh Brick untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ujar Robby.

Guru Besar USK sekaligus ahli beton ringan, Prof. Dr. Ir. Abdullah, menjelaskan Aceh Brick memiliki keunggulan karena bobotnya lebih ringan dibanding material konstruksi konvensional. Kondisi tersebut membuatnya berpotensi digunakan untuk pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau.

Menurut Abdullah, bobot material yang lebih ringan juga dapat mempermudah proses distribusi ke daerah pelosok, termasuk untuk pembangunan jaringan irigasi maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Selain mendukung pembangunan, pemanfaatan lumpur dan pasir pascabencana juga dinilai memberikan dampak terhadap lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap tanah liat sebagai bahan baku batu bata.

“Pemanfaatan lumpur dan pasir juga berpotensi menjaga ekosistem karena dapat mengurangi kebutuhan pengambilan tanah liat dari alam sebagai bahan baku batu bata,” katanya.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah Aceh (Balai Jakon), Indra Suhada, turut menyambut baik pengembangan Aceh Brick. Ia menilai produk tersebut berpotensi menjadi material alternatif dalam mendukung pembangunan infrastruktur rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.

“Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai material alternatif untuk mendukung pembangunan infrastruktur rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan standar yang berlaku,” ujarnya.

Ia mengatakan Balai Jakon siap memberikan dukungan melalui pembinaan, kegiatan percontohan, hingga pelatihan kelompok masyarakat agar mampu memproduksi bata ringan tersebut.

Meski memiliki potensi besar, Pemerintah Aceh menegaskan penggunaan Aceh Brick dalam proyek pemerintah tetap harus melalui tahapan pengujian. Material tersebut perlu dipastikan memenuhi standar mutu, kelayakan teknis, serta memiliki kinerja yang aman sebelum digunakan secara luas.

Ke depan, USK bersama Balai Jakon akan melakukan penilaian teknis, penyusunan model produksi berbasis masyarakat, penyiapan lokasi percontohan, hingga kajian pemanfaatan Aceh Brick dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi 2026–2028.

Pemerintah Aceh berharap inovasi tersebut tidak hanya menjadi solusi penanganan material pascabencana, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat terdampak.

“Kita ingin mengubah material yang sebelumnya menjadi persoalan bencana menjadi sumber solusi. Lumpur dibersihkan, diolah menjadi material bangunan, masyarakat mendapatkan pekerjaan, dan hasilnya dapat kembali dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan Aceh,” kata Robby.

Tags: Aceh BrickBata RinganInovasi USKLumpur PascabencanaMaterial KonstruksiPemerintah AcehRekonstruksi AcehSedimen Bencana
Previous Post

Pemkab Aceh Timur Dorong Program Nasional Lebih Tepat Sasaran di Daerah

Next Post

Banda Aceh Gelar Merdeka Walk pada 16 Agustus, Ribuan Peserta Ditargetkan Ikut

Related Posts

Serapan Anggaran Bencana Aceh Capai Rp498,25 Miliar, Naik Rp41,16 Miliar Sepekan

by Redaksi
27 September 2026
0

MASAKINI.CO – Realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh untuk penanganan bencana hidrometeorologi mencapai Rp498,25 miliar atau 30,16 persen dari...

Pemerintah Kawal Revisi UUPA, Wagub Tekankan Kewenangan Aceh Tak Boleh Berkurang

by Ahmad Mufti
24 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah pengawalan berkelanjutan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), setelah...

Bandara SIM Jajaki Rute Baru dan Kembangkan Penerbangan Umrah 

by Riska Zulfira
24 September 2026
0

MASAKINI.CO - Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) akan memperluas konektivitas penerbangan dengan menjajaki pembukaan sejumlah rute domestik dan internasional....

Next Post

Banda Aceh Gelar Merdeka Walk pada 16 Agustus, Ribuan Peserta Ditargetkan Ikut

Tersangka Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh Dilimpahkan ke Kejari Aceh Besar

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co