MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

230 Guru Terima Laptop dari Disdik Aceh

Redaksi by Redaksi
6 September 2022
in News
0
230 Guru Terima Laptop dari Disdik Aceh

Disdik Aceh serahkan laptop untuk guru di Aceh Tamiang. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, menyerahkan 11 komputer jinjing (laptop) kepada 11 guru inti di Aceh Tamiang. Alhudri berharap laptop tersebut dipergunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan guru dan murid di sekolah dalam menguasai teknologi komputer.

Dalam sebuah seremoni sederhana di kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh di Aceh Tamiang, Alhudri juga meminta guru penerima laptop memeriksa sistem operasi dan spesifikasi laptop yang mereka terima. Laptop berukuran 13 inci itu dilengkapi dengan prosesor Intel core i7.

“Kalau ada yang tidak sesuai atau bermasalah segera beritahu,” kata Alhudri (5/9/2022).

Ke-11 guru itu adalah bagian dari 230 guru inti penerima bantuan laptop dari seluruh Aceh. Mereka dijanjikan untuk mendapatkan laptop setelah mengikuti pelatihan di Banda Aceh tahun lalu.

Alhudri mengungkapkan bantuan laptop itu merupakan ikhtiar bersama untuk mendorong peningkatan kualitas guru. Karena itu dia berharap perangkat tersebut digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan.

Urgensi penguasaan teknologi informasi, terutama penggunaan komputer, kata Alhudri, adalah sebuah keharusan. Dinas Pendidikan Aceh berkewajiban untuk menyiapkan guru dan murid terbiasa menggunakan perangkat komputer untuk meningkatkan daya saing.

Alhudri juga meminta seluruh guru di Aceh memahami penggunaan komputer. Dia mengatakan komputer merupakan kunci untuk banyak hal. Saat guru menguasai komputer, maka mereka dapat mendorong anak didik untuk mampu mengoperasikan komputer dan mengarahkan penggunaannya sesuai norma-norma.

“Masa depan itu hadir saat ini. Mengingat pentingnya fungsi komputer, maka tidak ada cara lain bagi para guru untuk menghadapi hal itu sebaik mungkin dengan menguasai penggunaan komputer,” kata Alhudri.

Alhudri mengatakan saat ini tidak ada hal yang tidak berhubungan dengan komputer. Zaman terus melahirkan hal-hal baru berdasarkan komputerisasi. Alhudri mengatakan hal ini tidak bisa diabaikan jika generasi Aceh ingin bersaing ditingkat global.

Syahdan, dalam sebuah kunjungan ke Aceh Timur, Alhudri melihat seorang guru yang tidak bisa mengoperasikan komputer. Padahal banyak ujian yang harus dilewati seorang guru menggunakan sistem CAT (computer assisted test).

Hal ini membuat dia merasa miris. Perlu upaya bersama untuk membangun ekosistem digital yang menjadi sebuah keniscayaan pada masa depan.

Lewat penguasaan teknologi komputer, Alhudri berharap para guru dapat membimbing seluruh anak didik untuk berpikir jauh ke depan. Pengetahuan itu tidak cukup hanya untuk hidup esok hari.

Cara pandang jangka pendek ini membuat banyak anak didik terjebak pada kepentingan pragmatis. Lewat penguasaan teknologi, anak didik di seluruh Aceh akan lebih mandiri.

“Kita perlu mempersiapkan diri untuk tantangan yang lebih besar. Itulah ikhtiar kita. Insya Allah, dengan modal bismillah dan penguasaan teknologi, kita bisa menjadi bangsa yang mandiri,” pungkas Alhudri.

RelatedPosts

Jemput Berkah Ramadan, BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh Berbagi Paket Takjil

Padu Padan Warna Baju dan Hijab untuk Mempercantik Penampilan Saat Lebaran

Turun Lagi, Segini Harga Emas Hari Ini

MASAKINI.CO – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, menyerahkan 11 komputer jinjing (laptop) kepada 11 guru inti di Aceh Tamiang. Alhudri berharap laptop tersebut dipergunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan guru dan murid di sekolah dalam menguasai teknologi komputer.

Dalam sebuah seremoni sederhana di kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh di Aceh Tamiang, Alhudri juga meminta guru penerima laptop memeriksa sistem operasi dan spesifikasi laptop yang mereka terima. Laptop berukuran 13 inci itu dilengkapi dengan prosesor Intel core i7.

“Kalau ada yang tidak sesuai atau bermasalah segera beritahu,” kata Alhudri (5/9/2022).

Ke-11 guru itu adalah bagian dari 230 guru inti penerima bantuan laptop dari seluruh Aceh. Mereka dijanjikan untuk mendapatkan laptop setelah mengikuti pelatihan di Banda Aceh tahun lalu.

Alhudri mengungkapkan bantuan laptop itu merupakan ikhtiar bersama untuk mendorong peningkatan kualitas guru. Karena itu dia berharap perangkat tersebut digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan.

Urgensi penguasaan teknologi informasi, terutama penggunaan komputer, kata Alhudri, adalah sebuah keharusan. Dinas Pendidikan Aceh berkewajiban untuk menyiapkan guru dan murid terbiasa menggunakan perangkat komputer untuk meningkatkan daya saing.

Alhudri juga meminta seluruh guru di Aceh memahami penggunaan komputer. Dia mengatakan komputer merupakan kunci untuk banyak hal. Saat guru menguasai komputer, maka mereka dapat mendorong anak didik untuk mampu mengoperasikan komputer dan mengarahkan penggunaannya sesuai norma-norma.

“Masa depan itu hadir saat ini. Mengingat pentingnya fungsi komputer, maka tidak ada cara lain bagi para guru untuk menghadapi hal itu sebaik mungkin dengan menguasai penggunaan komputer,” kata Alhudri.

Alhudri mengatakan saat ini tidak ada hal yang tidak berhubungan dengan komputer. Zaman terus melahirkan hal-hal baru berdasarkan komputerisasi. Alhudri mengatakan hal ini tidak bisa diabaikan jika generasi Aceh ingin bersaing ditingkat global.

Syahdan, dalam sebuah kunjungan ke Aceh Timur, Alhudri melihat seorang guru yang tidak bisa mengoperasikan komputer. Padahal banyak ujian yang harus dilewati seorang guru menggunakan sistem CAT (computer assisted test).

Hal ini membuat dia merasa miris. Perlu upaya bersama untuk membangun ekosistem digital yang menjadi sebuah keniscayaan pada masa depan.

Lewat penguasaan teknologi komputer, Alhudri berharap para guru dapat membimbing seluruh anak didik untuk berpikir jauh ke depan. Pengetahuan itu tidak cukup hanya untuk hidup esok hari.

Cara pandang jangka pendek ini membuat banyak anak didik terjebak pada kepentingan pragmatis. Lewat penguasaan teknologi, anak didik di seluruh Aceh akan lebih mandiri.

“Kita perlu mempersiapkan diri untuk tantangan yang lebih besar. Itulah ikhtiar kita. Insya Allah, dengan modal bismillah dan penguasaan teknologi, kita bisa menjadi bangsa yang mandiri,” pungkas Alhudri.

Tags: Disdik AcehguruLaptop
Previous Post

Sopir Truk Asal Aceh Dipungli di Tanjung Pura, Ini Respon Nasir Djamil

Next Post

Optimistis! Inilah 3 Kunci Pendorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI

Related Posts

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

Disdik Aceh Perketat Aturan Gawai, Demi Konsentrasi Siswa dan Profesionalitas Guru

by Aininadhirah
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengeluarkan surat edaran baru Nomor: 100.3.4/1772/2026 terkait aturan penggunaan gawai di lingkungan sekolah....

Disdik Aceh Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Dilarang Pakai Ponsel Saat Jam Belajar

by Riska Zulfira
9 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Pendidikan Aceh menetapkan pengaturan ketat terkait penggunaan gawai atau handphone di lingkungan satuan pendidikan. Kebijakan ini menegaskan...

Disdik Aceh Gratiskan Penggantian Ijazah dan Transkrip Nilai bagi Korban Bencana

by Ulfah
23 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Pendidikan Aceh memastikan penggantian ijazah dan transkrip nilai bagi korban bencana banjir bandang di Aceh tidak dipungut...

Next Post
Optimistis! Inilah 3 Kunci Pendorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI

Optimistis! Inilah 3 Kunci Pendorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI

Semua Pihak di Sabang Diajak Cegah Konflik Sosial

Semua Pihak di Sabang Diajak Cegah Konflik Sosial

Discussion about this post

CERITA

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co