MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Disbudpar Aceh dan Yayasan Geutanyoe Gelar Lomba Foto Hukum Adat Laot

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
1 Maret 2023
in News
0
Disbudpar Aceh dan Yayasan Geutanyoe Gelar Lomba Foto Hukum Adat Laot

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal. (foto: dok Disbupar Aceh)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh berkolaborasi dengan Yayasan Geutanyoe dan The University of York mengadakan lomba foto dengan tema “Hukum Adat Laot Aceh”.

Lomba foto ini meliputi aktivitas panglima laot, nelayan, kampung nelayan, peralatan nelayan, musyawarah nelayan, dan lainnya yang berkenaan dengan tema lomba.

RelatedPosts

Arus Pendek, Toko Ponsel di Banda Aceh Terbakar

Polda Aceh Periksa Senjata Api Personel

Mudik Lebaran 2026, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aksesibel

“Bagi teman-teman pecinta fotografi, ayo ikuti lomba foto ini (Hukum Adat Laot Aceh). Ada tiga kategori yang diperlombakan, yaitu bagi kalangan pelajar, mahasiswa dan umum,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal, Rabu (1/3/2023).

Almuniza menjelaskan, lomba foto ini akan berakhir pada 8 Maret 2023.

“Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp 16 juta. Buruan unggah karya teman-teman di akun instagram masing-masing. Jangan lupa ikuti ketentuan persyaratannya,” sebut Almuniza.

Koordinator penelitian, Rika Syarief menambahkan bahwa lomba foto diharapkan bisa menjadi salah satu wadah pembelajaran dan pelestarian hukum adat laot sebagai warisan kebudayaan Aceh.

“Foto-fotonya nanti akan dipamerkan pada kegiatan Sabang Marine Festival. Semoga melalui lomba foto ini masyarakat semakin tertarik untuk mengetahui hukom adat laot (hukum adat laut),” kata Rika.

Tuah Bak Jaroe Panglima

Tuah Bak Jaroe Panglima awalnya merupakan pertunjukan seni yang digelar pada tahun 2022 sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Geutanyoe dan The University of York dengan judul “Verandah of Protection” atau Serambi Perlindungan.

Penelitian ini berawal dari penyelamatan kapal-kapal Rohingya oleh nelayan Aceh. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa berdasarkan hukum adat laut nelayan diwajibkan untuk menyelamatkan apapun kehidupan yang terancam di lautan.

Menurut Rika, banyak sekali kebiasaan-kebiasaan baik yang tertuang dalam hukum adat laot. Oleh sebab itu, diharapkan hukum-hukum adat tersebut bisa terus dilestarikan sehingga tidak punah dan sebagai warisan kebudayaan Aceh tidak hanya dilestarikan melalui pertunjukan seni saja, tetapi juga bisa dalam bentuk yang lain seperti lomba foto.

Berikut kategori dan ketentuan lomba foto Hukum Adat Laot Aceh:

Kategori yang diperlombakan:
Umum
Juara 1 = Rp 2,5 juta
Juara 2 = Rp 2 juta
Juara 3 = Rp 1,5 juta

Mahasiswa
Juara 1 = Rp 2 juta
Juara 2 = Rp 1,5 juta
Juara 3 = Rp 1 juta

Pelajar
Juara 1 = Rp 1,5 juta
Juara 2 = Rp 1 juta
Juara 3 = Rp 500 ribu

– Juara favorit 5 orang atau masing-masing Rp 500 ribu

– Total hadiah : Rp 16.000.000,-

Syarat dan ketentuan lomba:

1. Warga Negara Indonesia.

2. Lokasi pengambilan foto di Wilayah Aceh.

3. Wajib Follow IG @disbudpar_aceh @tuahbakjaroepanglima @geutanyoefoundation.

4. Setiap foto yang diunggah juga wajib menyertakan hastage #tuahbakjaroepanglima_competition dan tulis kategori lomba serta mention 3 akun Instagram di atas.

5. Wajib memberi caption (deskripsi/narasi) tentang cerita foto dan lokasi pengambilan foto.

6. Periode lomba 23 Februari 2023 – 8 Maret 2023.

7. Foto yang diperlombakan diambil pada periode 2020 – 2023.

8. Pengumuman hasil lomba pada 11 Maret 2023.

9. Foto harus sesuai dengan norma-norma sosial serta tidak mengandung unsur kekerasan, politik, pornografi, penghinaan ataupun pelecehan terhadap SARA.

10. Foto yang dilombakan adalah hasil karya sendiri, belum pernah dipublikasikan di media massa (kecuali sosial media) dan belum pernah memenangkan gelar apapun dalam perlombaan dan atau kontes fotografi baik offline maupun online.

11. Seluruh hasil foto merupakan tanggung jawab dari peserta, termasuk penggunaan model dan/atau properti. Panitia lomba foto bebas dari tuntutan hukum di kemudian hari dari pihak manapun, termasuk pemilik properti dan/atau model lomba yang disertakan dalam lomba foto.

12. Foto harus dalam format digital. Foto diambil menggunakan kamera digital (DSLR, pocket, mirrorless) atau smart phone yang mendukung ketentuan format foto. Tidak diperkenankan untuk mengunggah scan negatif, transparansi atau hasil cetak foto.

13. Foto kolase dan montase tidak diperkenankan. Editing diperkenankan hanya sebatas warna, kontras, dodging, burning, rotating dan cropping.

14. Foto peserta pemenang dan nominasi berhak digunakan oleh Tuah Bak Jaroe Panglima untuk kepentingan dalam hal apapun.

15. Peserta boleh mengunggah maksimal sebanyak 3 foto.

16. Setiap peserta hanya berhak atas 1 (satu) gelar juara.

17. Pengumuman hasil lomba tidak dapat diganggu gugat.

18. Kontak person panitia 085260743441.

Tags: acehDisbudpar AcehHukum Adat Laot AcehLomba Foto 2023Panglima LaotYayasan Geutanyoe
Previous Post

Yon Irawan Dipilih Sebagai Direktur Utama Pelindo Multi Terminal

Next Post

Hasil Pleno KIP Aceh, cuma 6 Balon DPD RI Lolos Verifikasi Faktual Ke-1

Related Posts

Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir

by Riska Zulfira
5 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an pada Jumat, 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman. Kegiatan...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Harmoni Spiritual dan Penguatan Ekonomi Umat

Aceh Ramadhan Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Harmoni Spiritual dan Penguatan Ekonomi Umat

by Ulfah
2 Maret 2026
0

MASAKINI.CO — Langit senja yang perlahan meredup di kawasan Masjid Raya Baiturrahman menjadi saksi dimulainya Aceh Ramadhan Festival 2026, Minggu...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Next Post
Hasil Pleno KIP Aceh, cuma 6 Balon DPD RI Lolos Verifikasi Faktual Ke-1

Hasil Pleno KIP Aceh, cuma 6 Balon DPD RI Lolos Verifikasi Faktual Ke-1

Delegasi Fakultas Hukum USK Raih Juara Diajang NMCC 2023

Delegasi Fakultas Hukum USK Raih Juara Diajang NMCC 2023

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co