Mengenal Rukut, Tumbuhan Liar Favorit Masyarakat Gayo

Khairi Mawaddah memetik rukuk di Paya Benyet, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.(Syah Antoni/masakini.co)

Bagikan

Mengenal Rukut, Tumbuhan Liar Favorit Masyarakat Gayo

Khairi Mawaddah memetik rukuk di Paya Benyet, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.(Syah Antoni/masakini.co)

MASAKINI.CO – Khairi Mawaddah memetik satu persatu cabang rukut yang banyak tumbuh di bekas lahan cabai milik sepupunya. Daun-daun itu akan dimasaknya sore ini.

Rukut-rukut itu tampak subur walau beberapa bagian daun tampak berlubang. Itu indikator bahwa tumbuhan tersebut belum disentuh racun gulma maupun hama ulat. Menurut Waddah, daun-daun rukut yang berlubang bagus untuk dikonsumsi.

Seperti kebanyakan ibu rumah tangga lainnya, seringnya Waddah memanfaatkan bahan makanan gratis untuk dimasak. Tak terkecuali tumbuhan rukut yang hidup liar di sekitar lahan palawija atau kebun kopi.

Entah di daerah lain. Di dataran tinggi Gayo kata Waddah, tanaman rukut atau biasa disebut ranti (Solanum Nigrum L) merupakan salah satu menu sayuran favorit.

Keberadaanya disejajarkan dengan pucuk tanaman labu siam. Apalagi di kalangan kaum akar rumput sampai middle class. Rukut sering dijadikan sayur makan siang oleh petani di ladang palawija dan kebun kopi.

Ia lazimnya memadukan sayur rukut dengan nasi putih, sambal terung belanda dan ikan asin bakar. Menu tersebut merupakan menu sakti karena mampu membuat selera makan seseorang meningkat.

Waddah biasanya mengolah rukut dengan direbus atau menyulapnya menjadi sayur tumis. Dua-dua sama nikmatnya. Atau bila mendapatkan jamur kuping saat berburu rukut maka akan diolah menjadi sayur khas Gayo, Masam Jing. Tentu tidak lupa menambahkan beberapa potongan kentang agar nikmatnya bertambah.

“Bila belum terbiasa maka akan terasa aneh di mulut. Karena rasa sayur ranti yang agak pahit. Tapi bagi pecinta sayur rukut, maka rasa pahit itulah yang dirindukan”, kata Khairi.

Hari ini Khairi berencana menumis daun rukut yang baru saja dipetiknya. Membuatnya cukup mudah, hampir sama dengan menumis sayur lain seperti kangkung atau bayam.

Pertama, cabai hijau, bawang merah, bawang putih diiris. Kemudian tumis bahan yang telah diiris dengan menambahkan sedikit terasi. Setelah itu masukan daun rukut yang telah dicuci bersih. Tambahkan garam secukupnya lalu biarkan daun berubah layu. Setelah layu tambahkan air secukupnya agar tidak gosong kemudian tunggu sampai matang.

“Goreng ikan asin cirek, ulek sambal terung belanda plus nasi putih hangat. Insya Allah perut akan tegang,” ucapnya berkelakar.

Daun rukut atau disebut juga ranti (Solanum Nigrum L) sayur favorit di Gayo.(Syah Antoni/masakini.co)

Rukut, Sayur Kaya Manfaat

Selain bermanfaat bagi emak-emak dalam berhemat kebutuhan pangan keluarga. Rukut ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan manusia.

Waddah menuturkan bahwa rukut dipercaya bagus dikonsumsi penderita diabetes karena cita rasanya yang agak pahit.

Selain itu, zat antipiretik yang dikandung rukut dipercaya mampu menurunkan panas tubuh secara alami, sehingga tidak perlu menggunakan obat kimia seperti mengobati demam ringan.

“Saya percaya segala jenis sayuran yang aman dikonsumsi memiliki beragam manfaat bagi tubuh manusia. Apalagi sayuran ini tumbuh liar tanpa pestisida. Nyatanya sudah puluhan atau mungkin berabad-abad pendahulu kita mengkonsumsi rukut namun tidak pernah menimbulkan efek tidak bagus. Asalkan tidak dikonsumsi berlebihan,” pungkas Waddah.

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist