MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Dipan Reuhab, Cara Warga Nagan Raya Mengenang Keluarga yang Telah Berpulang

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
9 November 2023
in Cerita
0
Dipan Reuhab, Cara Warga Nagan Raya Mengenang Keluarga yang Telah Berpulang

Dipan Reuhab dipamerkan di anjungan Nagan Raya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8. (Foto: MC PKA-8)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dipan kayu itu terletak di pojok kiri anjungan Nagan Raya. Pernak-pernik kain bordiran berwarna kuning, merah, dan hijau menyelimuti tempat tidur yang diperuntukkan bagi jenazah tersebut.

Berbagai selendang tenun ragam warna diikat pada langit-langit dipan. Masyarakat Nagan Raya menyebut dipan itu Reuhab.

RelatedPosts

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

Reuhab berfungsi sebagai tempat jenazah dibaringkan. Biasanya diletakkan dalam sebuah kamar. Masyarakat menganggap kamar ini sakral. Tradisi reuhab bagi masyarakat Nagan Raya adalah perwujudan bentuk kasih sayang kepada orang yang telah meninggal.

Lazimnya, pakaian terakhir yang dikenakan orang yang meninggal itu diletakkan di dipan reuhab. Waktunya bisa 40 sampai 100 hari.

Wakil 1 Inong Nagan Raya, Nur Fajri Maulina, mengatakan di kamar sakral tempat reuhab ditaruh, sanak famili nantinya membaca Alquran serta mendoakan orang yang baru meninggal tersebut.

“Kadang juga keluarga mengundang teungku untuk membaca Alquran selama 40 hari,” katanya saat bertugas menjaga anjungan Nagan Raya di Taman Sulthanah Safiatuddin, lokasi utama Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 digelar.

Selain pakaian terakhir yang dipakai jenazah, di dipan reuhab juga diletakkan kain, dan tikar yang sebelumnya digunakan untuk membawa jenazah ke kuburan. Kemudian disediakan tilam gulong, satu bantal kepala dan dua bantal guling.

“Jika yang meninggal perempuan ditaruh mukena, kain, seprai, dan emas,” sebut Nur Fajri Maulina.

Dia menjelaskan, tilam gulong untuk membaringkan jenazah akan dibawa oleh menantu perempuan jika yang meninggal adalah mertua.

“Akan tetapi pada dasarnya hal ini merupakan kewajiban yang dilakukan oleh perempuan,” ujarnya.

Nur Fajri mengatakan kamar sakral tempat dipan reuhab itu tak boleh ada bayangan. Selain itu, sejak sore hari harus dibakar kemenyan untuk mengharumkan ruangan kamar.

Jika di dalam satu rumah ada dua orang yang sekaligus meninggal, dipan reuhab juga harus dibuat dua. Sebab, reuhab hanya diperuntukkan bagi satu orang arwah.

“Meski prosesi adat ini terlihat asing dan menyusahkan, namun untuk warga Nagan ini merupakan hal lumrah,” ungkap Nur Fajri. “Bahkan di setiap rumah telah tersedia dipan yang nanti diperuntukkan bagi keluarga yang meninggalkan dunia,” pungkasnya.

Tags: Nagan RayaPekan Kebudayaan AcehPKA-8Tradisi Reuhab
Previous Post

Tingkatkan Literasi Keuangan, DPLK BRI dan BRI MI Gelar Edukasi ke Civitas Academica IPB

Next Post

Panwaslih Banda Aceh Mulai Tertibkan APK Parpol dan Caleg

Related Posts

Delapan Bulan Pascabencana, Tambang dan Perambahan Hutan Masih Terjadi di Nagan Raya

by Riska Zulfira
27 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Delapan bulan setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Aceh, Yayasan APEL Green Aceh menyoroti masih berlangsungnya aktivitas yang...

Rapai Tuha Nagan Raya Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

by Riska Zulfira
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Seni pertunjukan tradisional Rapai Tuha Nagan Raya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2026 Termin...

Karhutla di Lima Kabupaten, Polisi Buru Pelaku Pembakaran Lahan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Polda Aceh memburu pelaku yang diduga sengaja membakar hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Tengah setelah kebakaran hutan...

Next Post

Panwaslih Banda Aceh Mulai Tertibkan APK Parpol dan Caleg

Houthi Tembak Jatuh Drone Amerika di Lepas Pantai Yaman

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co