MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Juni 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Mengenal Mesikhat Pakaian Adat Eksotis dari Suku Alas

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
11 November 2023
in Cerita
0
Mengenal Mesikhat Pakaian Adat Eksotis dari Suku Alas

Mesikhat, pakaian adat suku Alas di Aceh Tenggara dipakai dalam acara Pawai Budaya PKA-8 di Banda Aceh, Minggu 5/11/2023. (foto: MC PKA-8)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kabupaten Aceh Tenggara punya pakaian adat yang eksotis. Namanya Mesikhat. Kata Mesikhat berasal dari bahasa Suku Alas, yaitu “tesikhat” artinya mengaplikasikan motif hias yang ada di pikiran tanpa membuat sketsa, dan diaplikasikan kepada benda atau objek.

Mesikhat mulai ada sekitar tahun 1910. Awalnya Meusikhat diterapkan pada rumah adat, namun seiring berjalannya waktu, motif ini mulai diaplikasikan ke objek lain seperti baju adat, tas, dompet, dan aksesoris lainnya.

RelatedPosts

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Dahulu Mesikhat hanya dikenakan oleh para raja. Seiring berjalannya waktu, pakaian adat tersebut kini juga dipakai oleh masyarakat Suku Alas.

Biasanya, masyarakat Alas mengenakan Mesikhat saat momen tertentu seperti upacara adat dan sebagainya. Pada dasarnya, Mesikhat adalah motif hias khas masyarakat Suku Alas yang memiliki lima warna yakni; merah, kuning, putih, hijau, dan hitam.

Kepala Bidang Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara, Andin, mengatakan masing-masing warna yang ada pada Mesikhat memiliki makna tersendiri. Warna merah melambangkan keberanian, hijau kesuburan, kuning kejayaan atau kemegahan, putih kesucian, dan hitam kepemimpinan.

Kata Andin, Mesikhat adalah karya seni yang berangkat dari representasi alam Aceh Tenggara. Motif ini menyimbolkan tentang kehidupan masyarakat di sana. Penggambaran tersebut diwujudkan dalam bentuk motif, tanpa menghilangkan unsur nilai-nilai estetis atau keindahanya, dan pemaknaan dari objek tersebut.

Pada acara pernikahan, Mesikhat digunakan pengantin pria dan wanita. “Ada pembedanya antara mempelai pria dan wanita,” kata Andin, Jumat (10/11/2023).

Mesikhat yang dipakai mempelai wanita, terdapat bunga sumbu yang dikenakan di kepala. Bunga sumbu tersebut berupa bola-bola yang memiliki ciri khas warna merah, hijau, dan kuning. Kemudian bawahannya menggunakan songket dan baju dasar berwarna hitam.

Sedangkan Mesikhat yang dikenakan pengantin pria, dilengkapi bulang bulu yang identik berwarna merah diikat pada bagian kepala. Kemudian menggunakan bogok, artinya kain selempang yang dikalungkan leher.

Di acara pernikahan, baju adat Mesikhat tidak hanya dipakai oleh pengantin, tetapi juga keluarga besar kedua mempelai.

Pada acara PKA-8 ini, Aceh Tenggara turut menghadirkan pakaian adat Mesikhat. Di pintu masuk anjungan Kabupaten Aceh Tenggara, ada seorang petugas wanita yang mengenakan pakaian khas adat Alas tersebut menyambut ramah pengunjung.

Tags: Aceh TenggaraMesikhatPakaian AdatPekan Kebudayaan AcehPKA-8Suku Alas
Previous Post

Mahasiswa Dibayar 3.9 Juta Untuk Unjuk Rasa Pro Israel

Next Post

Pemerintah Aceh Ajak Masyarakat Saksikan Penutupan PKA-8

Related Posts

Menteri Wihaji Tinjau Dapur MBG di Aceh Tenggara, Fokus Cegah Stunting

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, turun langsung meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulonas...

Belasan Rumah Terbakar di Babul Makmur, Tujuh Rusak Berat

by Redaksi
28 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Kebakaran melanda permukiman warga di Desa Kute Bakti, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (28/5/2026) siang. Sebanyak...

Banjir Bandang Landa Aceh Tenggara, Jalan Nasional Kutacane–Medan Lumpuh

by Riska Zulfira
10 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir bandang melanda Desa Lawe Tua Gabungan, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (9/5/2026) malam. Bencana tersebut...

Next Post
Pemerintah Aceh Ajak Masyarakat Saksikan Penutupan PKA-8

Pemerintah Aceh Ajak Masyarakat Saksikan Penutupan PKA-8

MUI Keluarkan Fatwa Haram Beli Produk Pendukung Israel!

MUI Keluarkan Fatwa Haram Beli Produk Pendukung Israel!

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co