MASAKINI.CO – UPTD Museum Aceh mencatat sebanyak 53.735 pengunjung yang mengunjungi objek wisata edukasi Museum Aceh sepanjang tahun 2023.
Dari angka tersebut, 9.550 diantaranya merupakan wisatawan asing, sementara dari kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai 26.077 orang.
“Terbanyak kunjungan wisatawan asal Malaysia, setiap bulannya pasti ada, sementara dari negara lain tidak terlalu banyak,” kata Zuchrahtuddin, Pemandu wisatawan di UPTD Museum Aceh, Selasa (2/1/2024).
Ia merincikan, kunjungan wisatawan pada Januari 2023 sebanyak 3.405, Februari 6.445, Maret 5.961, April 1.429, Mai 5930, Juni 2.627, Juli 3.034, Agustus 3.874, September 5.797, Oktober 4.738, November 4.327 dan Desember 4885 pengunjung.
“Yang paling meningkat pada Februari 2023,” sebutnya.
Dikatakan Zuchrah, bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Museum Aceh akan dipandu guide. “Tapi biasanya sebagian wisatawan asing membawa guide pribadi,” jelasnya.
Untuk biaya masuk, tuturnya, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp2 ribu untuk anak-anak, sementara bagi pengunjung dewasa dikenakan biaya Rp3 ribu dan wisatawan asing Rp5 ribu.
“Kenapa banyak wisatawan asal Malaysia karena kata mereka tempat kita (Aceh) nyaman dan makanannya pun aman dikonsumsi,” ujar Zuchrah.
Memasuki awal tahun 2024, Zuchrah menyatakan akan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung. Dimana, katanya, Museum Aceh akan terus melakukan pembenahan dan menambah koleksi sejarah.
“Akan tetapi yang menjadi ikon utamanya tetap bangunan Rumoh Aceh,” imbuhnya.










Discussion about this post