MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Mei 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Atma Jejal, Suara Duka Korban Kekerasan Seksual

Rino Abonita by Rino Abonita
12 Januari 2024
in Cerita
0

Rozhatul Valica.(Rino Abonita/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – DENGAN wajah datar perempuan itu menenteng gitar. Berjalan menuju meja yang telah berganti fungsi menjadi kursi.

Punggungnya disendengkan. Kakinya disilang.

RelatedPosts

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Setelah menemukan seteman yang dirasa pas, tepat di bawah muntahan cahaya lampu sorot, Rozhatul Valica mulai merinai.

Staf KontraS Aceh ini menyulap bait puisi, menjadi lagu. Atma Jejal. Berformat band.

Lewat Atma Jejal, Rozhatul meluapkan emosi sekaligus solidaritas terhadap korban kekerasan seksual.

“Atma berarti jiwa dan jejal berarti sesak,” jelas perempuan kelahiran Lhokseumawe Juni 1997 ini kepada masakini.co, Rabu malam (10/1/2024).

Atma Jejal berusaha sedekat mungkin merepresentasikan pengalaman batin para korban yang disebut Rozhatul “sesak”.

“Pelaku semakin merajalela karena semua orang berpihak padanya, bukan pada korban,” ujarnya.

Proses penciptaan lirik lagu ini melewati masa permenungan disertai keresahan atas kenyataan simulakra.

Rozhatul kerap merasakan beban para korban kekerasan seksual, kala ikut proses advokasi.

“Ada yang dikucilkan sama keluarga, di kampus, bahkan polisi pun saat BAP menertawakan dan menganggap itu hal biasa. Ujungnya-ujungnya dibilang suka sama suka,” ketusnya.

Selain itu, korban kekerasan seksual tak jarang mengalami victim blaming atau dinilai sebagai pihak yang malah bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa dirinya.

“Semua manusia seakan-akan menerkam korban. Aku merasakan betul ketika mereka bercerita. Jangankan dilindungi atau diberi keadilan, malah dikucilkan dan selalu disalahkan,” imbuhnya.

Apa yang diharap dari sebuah lagu berdurasi 5:08 menit bagi gerakan solidaritas terhadap korban kekerasan seksual?

Ilustrasi korban kekerasan seksual.(freepik/krakenimages)

Kata Rozhatul, pada dasarnya ia tak berharap muluk-muluk, dan hanya ingin menyerukan rasa solidaritas melalui Atma Jejal.

Tahun lalu, lagu Atma Jejal dirilis ke sejumlah platform layanan musik digital seperti Spotify, Amazon, dan Apple Music.

Lagu ini juga dapat didengarkan melalui YouTube dan YouTube Music serta sejumlah platform media sosial lain.

Musik memang menjadi salah satu media pelantang solidaritas untuk korban kekerasan seksual.

Paling anyar, Make Music Matter (MMM) dan jaringan global korban dan penyintas untuk mengakhiri kekerasan seksual masa perang, SEMA, meroketkan single berjudul “Solidarity” untuk menyambut Hari Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik ke-9, Juni tahun lalu.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk menyerukan suara para korban dan meningkatkan kesadaran akan kekerasan seksual terkait konflik.

Perang memang jadi salah satu ajang terkutuk yang memakan banyak korban kekerasan seksual di dalamnya.

Saat Aceh dicabik konflik bersenjata, Serambi Makkah dihantui banyak sekali kasus kekerasan seksual oleh militer Indonesia yang berlangsung dengan cara paling mengerikan yang bisa diterima oleh akal manusia.

Selain “Solidarity”, banyak lagu yang diketahui ikut ambil tempat dalam mengamplifikasi rasa solidaritas terhadap korban.

Di antaranya, Belenggu oleh Amingdala, Hampir Pagi oleh Gabriel Mayo dan Dita Permatas, Tubuhku, Otoritasku oleh Tika dan The Dissidents, dan Til It Happens To You oleh Lady Gaga.

Atma Jejal diharap Rozhatul dapat menjadi penanda bahwa dirinya pernah ikut serta berada di barisan yang sama.

“Malu ia rasa/malu ia rasa/tubuh seperti kotor/tubuh seperti kotor/jejal ia rasa/jejal ia rasa/dunia seperti henti/hidup seperti mati,” sepenggal lirik Atma Jejal.

Tags: acehAtma JejalKekerasan SeksualKotraS AcehLagu SolidaritasRozhatul ValicaVictim Blaming
Previous Post

Cukup Hingga Idul Fitri, Persediaan Beras di Gudang Bulog Aceh 23 Ribu Ton

Next Post

TNI Gagalkan Peredaran 75 Kilogram Ganja di Aceh Timur

Related Posts

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Next Post
TNI Gagalkan Peredaran 75 Kilogram Ganja di Aceh Timur

TNI Gagalkan Peredaran 75 Kilogram Ganja di Aceh Timur

Realisasi SPHP 2023 di Aceh Capai 41.914 Ton, Bulog: Tahun ini Baru 203 Ton

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...