MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Ie Bu Peudah, Bubur Obat Khas Aceh Besar

Riska Zulfira by Riska Zulfira
18 Maret 2024
in Cerita
0

Piket masak Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar. | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepulan asap semerbak dengan wangi rempah-rempah saat memasuki pekarangan Meunasah Gampong Bueng Bak Jok, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Di sana, lima pria tampak mengaduk berbagai campuran rempah menggunakan tongkat panjang.

RelatedPosts

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

Dengan kompak, mereka menyiapkan kuliner tradisional untuk berbuka puasa warga sekampung. Ie bu peudah (bubur pedas) namanya.

Ie bu peudah merupakan penganan unik yang hanya ditemui saat Ramadan tiba dan hanya ada di Aceh Besar.

“Tiap tahun kami masak ie bu peudah,” ujar Awi kepada masakini.co, Sabtu (16/3/2024).

Di tengah kepulan asap perapian, mereka mengaduk secara bergantian. Sementara lainnya menyiapkan air dan menjaga api agar tetap menyala.

Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok ini dimasak dalam belanga besar yang terbuat dari semen beton yang berkesinambungan dengan tungku dari semen pula.

Di bawahnya kayu api membara.

Kata Awi, mereka memasak ie bu peudah per kelompok yang terdiri dari lima hingga enam orang.

“Jadi setiap hari ganti-ganti kelompok,” sebut Awi sembari mengaduk ie bu peudah.

Usai Zuhur, Awi bersama rekannya mulai mempersiapkan rempah dan mencuci beras yang akan dijadikan ie bu peudah.

Awi menjelaskan bahwa kuliner itu telah ada sejak zaman Kesultanan Aceh. Bahkan dimasak secara turun temurun oleh orang tua di desa itu.

Proses memasak Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar. | Riska Zulfira/masakini.co

“Saat kami kecil sudah ada,” katanya.

Makanan kaya cita rasa itu, disajikan dengan 44 jenis rempah dan dedaunan yang didapatkan dari hutan.

Bukan sembarang orang, pencari dedaunan juga harus ahli dalam mengenal jenis dedaunan.

Namun sayangnya Awi tak termasuk dalam kelompok pencari rempah. Ia hanya mengerti cara memaksa dan menakar agar rasa ie bu peudah jadi lebih gurih.

Sementara rempah yang digunakan telah ditumbuk atau dihaluskan sebelum bulan Ramadan.

“Jadi tinggal racik saja,” ucapnya.

Di samping itu, Wahidin ditugaskan untuk mencari dedaunan di hutan bersama tiga orang lainnya.

Mereka pergi ke hutan sebelum masuk bulan Ramadan. Hanya butuh waktu setengah hari, warga dapat menemukan aneka jenis daun tersebut.

“Kita cari di bukit Blang Bintang,” ujarnya.

Sebagian jenis daun yang digunakan untuk memasak ie bu peudah sudah langka, sehingga lebih susah untuk ditemukan.

Akan tetapi, untuk menjaga tradisi, memasak ie bu peudah tetap harus dijaga dengan dedaunan seadanya. Yang penting diyakini memiliki manfaat dan mempunyai khasiat sebagai obat.

“Jadi tidak semua nama daunnya kita tau,” ungkap Wahidin.

Ie bu peudah kuliner tradisional hanya ada di bulan Ramadan di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar | Riska Zulfira/masakini.co

Ia menyebutkan, rempah yang digunakan saat memasak ie bu peudah yakni, jahe, daun tongkat ali, titahe, rebung kala, kunyit, daun teubalek angen, cabai, mata ulat, bangau, 1 kilo garam, beras 15 kilogram dan 25 kelapa.

Keseluruhan rempah yang telah ditemukan akan melalui proses pengeringan dan kemudian di haluskan menggunakan jeungki (alat penumbuk tradisional Aceh).

“Biasanya yang lakukan ibu-ibu,” tambahnya.

Menariknya, pembuatan ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok menggunakan beras hasil dari sawah waqaf masjid. Artinya bahan baku beras yang digunakan tidak dibeli sama sekali.

“Jadi tidak dikeluarkan uang sepersen pun, semua ada secara sukarela,” tuturnya.

Tak terasa waktu azan ashar hampir tiba. Warga mulai berdatangan.

Awi bersama pemuda lainnya mulai membungkus ie bu peudah ke dalam kantong plastik. Meskipun masih dalam kondisi panas Awi membungkusnya dengan lihai.

“Kita tidak membatasi orang dari kampung lain juga bisa mengambil di sini,” terangnya.

Bagi yang memakan ie bu peudah dipastikan membuat tubuh lebih bugar setelah berpuasa seharian.

Tags: Aceh BesarBubur tradisionalGampong Bueng Bak JokIe Bu PeudahKecamatan Kuta BaroKuliner KhasRamadan 1445 H
Previous Post

Brand Finance Taksir Nilai Merek BRI Capai 5,3 Milyar Dollar

Next Post

Juarai All England, Jonatan Christie Wujudkan Mimpi Indonesia

Related Posts

Lahan Transmigrasi Jantho dan Seulimeum Masih Terbengkalai, Aceh Besar Siapkan Pengembangan

by Ahmad Mufti
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyiapkan pengembangan kawasan transmigrasi Jantho dan Seulimeum. Salah satu fokusnya adalah mendorong lahan...

68 Mukim di Aceh Besar Diakui sebagai Masyarakat Hukum Adat

by Redaksi
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 68 mukim di Kabupaten Aceh Besar telah diakui sebagai kesatuan masyarakat hukum adat. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar...

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

by Ahmad Mufti
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang Pageu Gampong sebagai payung hukum bagi masyarakat...

Next Post

Juarai All England, Jonatan Christie Wujudkan Mimpi Indonesia

Juan Jesus Selamatkan Napoli Dari Inter Milan

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...