MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Ie Bu Peudah, Bubur Obat Khas Aceh Besar

Riska Zulfira by Riska Zulfira
18 Maret 2024
in Cerita
0

Piket masak Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar. | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepulan asap semerbak dengan wangi rempah-rempah saat memasuki pekarangan Meunasah Gampong Bueng Bak Jok, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Di sana, lima pria tampak mengaduk berbagai campuran rempah menggunakan tongkat panjang.

RelatedPosts

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dengan kompak, mereka menyiapkan kuliner tradisional untuk berbuka puasa warga sekampung. Ie bu peudah (bubur pedas) namanya.

Ie bu peudah merupakan penganan unik yang hanya ditemui saat Ramadan tiba dan hanya ada di Aceh Besar.

“Tiap tahun kami masak ie bu peudah,” ujar Awi kepada masakini.co, Sabtu (16/3/2024).

Di tengah kepulan asap perapian, mereka mengaduk secara bergantian. Sementara lainnya menyiapkan air dan menjaga api agar tetap menyala.

Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok ini dimasak dalam belanga besar yang terbuat dari semen beton yang berkesinambungan dengan tungku dari semen pula.

Di bawahnya kayu api membara.

Kata Awi, mereka memasak ie bu peudah per kelompok yang terdiri dari lima hingga enam orang.

“Jadi setiap hari ganti-ganti kelompok,” sebut Awi sembari mengaduk ie bu peudah.

Usai Zuhur, Awi bersama rekannya mulai mempersiapkan rempah dan mencuci beras yang akan dijadikan ie bu peudah.

Awi menjelaskan bahwa kuliner itu telah ada sejak zaman Kesultanan Aceh. Bahkan dimasak secara turun temurun oleh orang tua di desa itu.

Proses memasak Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar. | Riska Zulfira/masakini.co

“Saat kami kecil sudah ada,” katanya.

Makanan kaya cita rasa itu, disajikan dengan 44 jenis rempah dan dedaunan yang didapatkan dari hutan.

Bukan sembarang orang, pencari dedaunan juga harus ahli dalam mengenal jenis dedaunan.

Namun sayangnya Awi tak termasuk dalam kelompok pencari rempah. Ia hanya mengerti cara memaksa dan menakar agar rasa ie bu peudah jadi lebih gurih.

Sementara rempah yang digunakan telah ditumbuk atau dihaluskan sebelum bulan Ramadan.

“Jadi tinggal racik saja,” ucapnya.

Di samping itu, Wahidin ditugaskan untuk mencari dedaunan di hutan bersama tiga orang lainnya.

Mereka pergi ke hutan sebelum masuk bulan Ramadan. Hanya butuh waktu setengah hari, warga dapat menemukan aneka jenis daun tersebut.

“Kita cari di bukit Blang Bintang,” ujarnya.

Sebagian jenis daun yang digunakan untuk memasak ie bu peudah sudah langka, sehingga lebih susah untuk ditemukan.

Akan tetapi, untuk menjaga tradisi, memasak ie bu peudah tetap harus dijaga dengan dedaunan seadanya. Yang penting diyakini memiliki manfaat dan mempunyai khasiat sebagai obat.

“Jadi tidak semua nama daunnya kita tau,” ungkap Wahidin.

Ie bu peudah kuliner tradisional hanya ada di bulan Ramadan di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar | Riska Zulfira/masakini.co

Ia menyebutkan, rempah yang digunakan saat memasak ie bu peudah yakni, jahe, daun tongkat ali, titahe, rebung kala, kunyit, daun teubalek angen, cabai, mata ulat, bangau, 1 kilo garam, beras 15 kilogram dan 25 kelapa.

Keseluruhan rempah yang telah ditemukan akan melalui proses pengeringan dan kemudian di haluskan menggunakan jeungki (alat penumbuk tradisional Aceh).

“Biasanya yang lakukan ibu-ibu,” tambahnya.

Menariknya, pembuatan ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok menggunakan beras hasil dari sawah waqaf masjid. Artinya bahan baku beras yang digunakan tidak dibeli sama sekali.

“Jadi tidak dikeluarkan uang sepersen pun, semua ada secara sukarela,” tuturnya.

Tak terasa waktu azan ashar hampir tiba. Warga mulai berdatangan.

Awi bersama pemuda lainnya mulai membungkus ie bu peudah ke dalam kantong plastik. Meskipun masih dalam kondisi panas Awi membungkusnya dengan lihai.

“Kita tidak membatasi orang dari kampung lain juga bisa mengambil di sini,” terangnya.

Bagi yang memakan ie bu peudah dipastikan membuat tubuh lebih bugar setelah berpuasa seharian.

Tags: Aceh BesarBubur tradisionalGampong Bueng Bak JokIe Bu PeudahKecamatan Kuta BaroKuliner KhasRamadan 1445 H
Previous Post

Brand Finance Taksir Nilai Merek BRI Capai 5,3 Milyar Dollar

Next Post

Juarai All England, Jonatan Christie Wujudkan Mimpi Indonesia

Related Posts

Satpol PP Aceh Besar Perketat Pengawasan Bukit Lamreh Usai Dugaan Pemerasan Wisatawan

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar memperketat pengawasan di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya,...

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh...

Next Post

Juarai All England, Jonatan Christie Wujudkan Mimpi Indonesia

Juan Jesus Selamatkan Napoli Dari Inter Milan

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...