MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Februari 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Menyatu dengan Alam di Pentago Garden

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
15 Agustus 2024
in Cerita
0
Menyatu dengan Alam di Pentago Garden

Suasana malam dengan hawa dingin dan bunyi gemericik air menenangkan wisatawan berkemah di Pentago Garden, Bener Meriah. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bener Meriah diberi berkah punya pemandangan alam yang menakjubkan. Kabupaten yang berada di dataran tinggi Gayo ini banyak terdapat tempat wisata mempesona. Alamnya kaya dengan objek-objek yang patut dikunjungi karena memang sulit untuk dibantah tidak menarik.

Tanah di Bumi Sengeda ini pun subur. Hamparan kebun kopi tersuguh seluas mata memandang. Hawa udara di sana sejuk.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Jika berkunjung ke Bener Meriah salah satu tempat hits yang sayang untuk tidak dicoba adalah Pentago Garden. Apa itu?

Ini adalah tempat berkemah yang cocok jika Anda datang bareng keluarga atau teman. Letaknya di Desa Blang Tampu, Kecamatan Bukit.

Meski agak tersembunyi di dalam ceruk bukit, lokasi Pentago Garden tak terlalu jauh dari jalan besar Simpang Empat Teritit. Namun, kalau dari pusat Kota Bener Meriah, tempat ini bisa bisa dijangkau sekitar 30 menit berkendara.

Kontur jalan untuk sampai ke titik Pentago Garden berada agak sedikit perlu berhati-hati. Awalnya ketemu jalan setapak yang di kiri-kanannya terhampar kebun kopi warga. Jalan ini masih terbilang mulus untuk dilalui kendaraan.

Sepanjang 400 meter kemudian, baru berhadapan dengan kontur jalan berbatu dan terjal. Jika datang kala hujan, jalanan yang sesekali menanjak lalu menukik turun ini, jadi licin. Maka perlu kehati-hatian ekstra.

Tenda kemping di Pentago Garden, Bener Meriah. (foto: masakini.co/Alfath)

Tetapi perjuangan ini akan terbayar ketika tiba di Pentago Garden. Alam di sana seketika mendadak jadi tenang. Pohon-pohon tampak tumbuh menjulang. Bunga ragam warna menjuntai di setiap sudut.

Sebuah alur sungai dengan lebar sekitar 3 meter mengeluarkan bunyi gemericik air. Berpadu dengan kicauan burung yang hinggap di dahan. Tempat ini sungguh aduhai untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kota.

Adalah Lamuddin pencetus tempat wisata seluas enam hektar itu. Berbekal perjalanannya ke sejumlah daerah sejak semasa kuliah, inspirasi pun menghampiri Lamuddin untuk menelurkan Pentago Garden di kampung halamannya sendiri.

Medio 2007 dia mulai merintis. Semak di lahan miliknya itu dicacah. Sejumlah bibit pohon ditanam. Tempat ini kemudian makin rindang.

Lamuddin lalu melihat seonggok tanah yang berada di atas alur sungai itu cocok didirikan tenda. Dia lalu menyusun batu dan diikat pakai kawat bronjong. Agar aman, dia membuat dulu palanta kayu.

Di atas palanta kayu itulah puluhan tenda dipasang Lamuddin. Ketika tirai tenda dibuka langsung berhadap dengan sungai. Suasananya amat menenangkan.

Kesan dekat dengan alam makin terasa karena Lamuddin juga membuat sebuah jembatan dari bambu. Fungsi jembatan ini menghubungkan pengunjung untuk mencapai tenda.

Berkemah di Pentago Garden sungguh tak bikin repot. Pengelola telah menyediakan semua perlengkapan. Mulai dari meja, matras untuk tidur, dan sleeping bag mengusir hawa dingin. Selain itu juga disediakan colokan listrik dan lampu led.

Fasilitas pendukung lainnya ada toilet, mushala, kantin mini, hingga alat panggang yang dapat digunakan secara cuma-cuma alias gratis.

Suasana asri dan sejuk di Pentago Garden, Bener Meriah. (foto: masakini.co/Alfath)

Tempat ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menonjolkan agrowisata ke pengunjung. Banyak tumbuhan ditanam di sekitar area kemping.

Aturan utama di sana pengunjung wajib mematuhi Syariat Islam. Mereka yang bukan muhrim dilarang tidur satu tenda. Aturan wajib lainnya adalah tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke dalam sungai. Pengelola telah menyediakan bak sampah di beberapa sudut area kemping.

Lalu, berapa tarif untuk berkemah di Pentago Garden ini? Satu tenda yang bisa muat empat orang, pengelola mematok harga cuma Rp350 ribu saja. Bagaimana, cukup ramah dikantong, bukan?

Tags: acehAgrowisataBener MeriahDisbudpar AcehKempingPentago GardenTanah GayoWisatawisata alam
Previous Post

Jalan Getir Hercules Mengincar Medali

Next Post

Tanah untuk Eks Kombatan GAM, Ketua BRA: Mereka Belum Sejahtera

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

by Redaksi
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Event tahunan Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia....

Polres Bener Meriah Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri di Blang Tampu

by Riska Zulfira
6 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepolisian Resor Bener Meriah menggelar rekonstruksi kasus perampokan yang berujung pembunuhan terhadap pasangan suami istri di Desa Blang...

Next Post
Tanah untuk Eks Kombatan GAM, Ketua BRA: Mereka Belum Sejahtera

Tanah untuk Eks Kombatan GAM, Ketua BRA: Mereka Belum Sejahtera

DPR Aceh Ragu Venue PON Rampung Tepat Waktu

DPR Aceh Ragu Venue PON Rampung Tepat Waktu

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...