MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Mencicipi Lincah U Groh, Kudapan Unik Khas Aceh Rayeuk

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
25 Agustus 2024
in Cerita
0
Mencicipi Lincah U Groh, Kudapan Unik Khas Aceh Rayeuk

Kudapan unik lincah u groh dari Aceh Besar. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di jalan lintas Banda Aceh-Medan, tepatnya di kawasan Indrapuri, Aceh Besar tampak berjejer pondok-pondok kecil yang selalu ramai.

Orang meriung ke sana karena terdorong ingin mencicipi sensasi lincah u groh. Itu kuliner unik yang ada di Aceh Besar. lincah u groh adalah rujak dengan bahan dasar batok kelapa mengkal.

RelatedPosts

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh, Anda hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk tiba ke lokasi yang berada dalam wilayah Gampong Reukih, Indrapuri itu.

Pondok-pondok penjaja lincah u groh di sana tampak sederhana. Berdinding papan. Hanya ada tempat duduk kursi plastik. Tapi kudapan yang dihasilkan, patut diacungi jempol.

Konon, lincah u groh sudah ada sejak zaman dulu. Namun seiring berjalannya waktu, orang mulai meninggalkan. Lepas musibah tsunami 2004 lalu, kuliner ini naik daun kembali.

Pelopornya seorang warga Aceh Besar bernama Suwardi. Pria ini telah khatam dengan ‘dunia rujak’ setelah berbilang tahun bekerja di sebuah warung rujak di Kota Banda Aceh.

Seporsi lincah u groh yang bisa disantap di Aceh Besar. (foto: masakini.co/Alfath)

Dia lantas memutuskan pulang kampung membuka usaha sendiri. Sebuah lapak kecil ia pacak di pinggir jalan lintas Banda Aceh – Medan itu.

Lokasinya strategis. Mudah dijangkau warga Aceh Besar dan sekitarnya. Pun di sana suasananya rindang. Banyak pohon tumbuh. Makin asri sebab di kiri-kanannya terhampar area persawahan yang dilatari bukit barisan. Angin sepoi-sepoi siap menemani pengunjung menyantap kuliner lincah u groh.

Sekarang banyak warga mengikuti jejak Suwardi. Pondok jualan berjejer di pinggir jalan kawasan Indrapuri. Lincah u groh jadi dagangan.

Siang hari jadi waktu yang tepat menyantap sepiring kecil rujak ini. Maka tak heran, pada saat matahari mulai tegak hingga condong ke barat, di pinggir jalan Indrapuri banyak terparkir kendaraan.

Untuk menghasilkan rujak yang sesuai resep indatu, pemilihan batok kelapa harus benar-benar diperhatikan. Biasanya, pedagang lincah u groh menakar usia buah kelapa muda itu dua bulan.

Sebab, jika lewat kelapa muda ini telah terdapat daging buah yang berwarna putih melekat di batok. Semua bahan untuk sajian lincah u groh dipasok dari daerah sekitar.

Membuat rujak u groh terbilang mudah. Awalnya daging batok kelapa dikerok pakai sendok. Lalu dipotong kecil-kecil. Tekstur lembut batok kelapa inilah yang jadi bahan dasar lincah u groh.

Lokasi rujak u groh di Gampong Reukih, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Selain menggunakan batok kelapa, penyajian rujak khas Aceh Rayeuk ini juga mencampurkan umbut kelapa. Umbut merupakan bagian dalam dari pucuk pohon kelapa yang berwarna putih.

Bahan umbut diiris tipis-tipis kemudian dicampur dengan bumbu lainnya seperti; cabai rawit, gula merah, garam, kacang goreng dan sedikit perasan jeruk nipis.

Semua bahan satu per satu dimasukkan ke dalam wadah yang terbuat dari batu dan diulek. Setelah bumbu merata, batok kelapa yang sebelumnya telah diiris kecil diaduk hingga menyatu.

Tak perlu khawatir rujak ini bakal berasa sepat. Sebab, bumbu-bumbu tadi seketika menenggelamkan rasa tersebut jadi asam manis, gurih, dan sedikit pedas. Sensasi kriuk pun bakal menggoyang lidah ketika rujak dikunyah.

Kuliner ini hanya dibandrol seharga Rp15 ribu per porsi. Selain mengenyangkan perut, sajian yang satu ini dipercaya dapat mengatasi penyakit diabetes dan menurunkan kadar kolesterol.

Penikmat kuliner rujak u groh kini bukan hanya warga lokal saja, melainkan telah datang dari berbagai daerah. Bahkan, wisatawan Malaysia yang kerap berkunjung ke Aceh, pun tak mau ketinggalan untuk mencicipi.

Tags: Aceh BesarAceh RayeukDisbudpar Acehkulinerlincah u grohWisata
Previous Post

Jalan dan Jembatan di Gayo Lues Terputus Diterjang Banjir

Next Post

Klepon Binaan BRI di Sidoarjo, Warisan Jajan Nusantara Bangkitkan Ekonomi Desa

Related Posts

Produk Kreatif Aceh Belum Mendunia, Promosi Jadi Tantangan Utama Pelaku Ekraf

by Riska Zulfira
21 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Produk ekonomi kreatif Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, namun keterbatasan promosi masih menjadi kendala utama yang...

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

by Riska Zulfira
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Besar. Hari ini, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi akibat hembusan angin...

Next Post
Klepon Binaan BRI di Sidoarjo, Warisan Jajan Nusantara Bangkitkan Ekonomi Desa

Klepon Binaan BRI di Sidoarjo, Warisan Jajan Nusantara Bangkitkan Ekonomi Desa

Ini Daftar Pasangan Calon Kepala Daerah yang Diusung Partai Aceh

Ini Daftar Pasangan Calon Kepala Daerah yang Diusung Partai Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...