MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Merawat Bumi dengan Melek Perubahan Iklim

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
9 Oktober 2024
in Cerita
0

Poster edukasi lindungi bumi | foto: Muksalmina Blc

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pohon itu berdiri tegak. Coklat warnanya. Tangkai-tangkainya menjulang ke berbagai penjuru mata angin. Ragam gambar berpesan lingkungan di tempel di depan pintu masuk Auditorium FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK).

“Semoga kita selalu sadar akan menjaga lingkungan ya. Jangan hanya mikir diri sendiri. Ingat kita juga tinggal di bumi,” bunyi tulisan pada kertas pesan harapan, disertai lambang love. Yang ditulis oleh salah seorang mahasiswa.

RelatedPosts

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

Keresahannya selaras dengan kondisi dunia akhir-akhir ini. Isu perubahan iklim mengguncang dunia. Awal September 2024, WMO, sebuah organisasi meteorologi dunia dari PBB melaporkan, sungai-sungai di bumi mengalami kondisi terkering selama lebih dari 30 tahun, gletser mengalami pencairan massa es terbesarnya dalam setengah abad.

Sementara di Aceh, kurun dua tahun terakhir mengalami panas yang luar biasa. Bahkan Juli lalu, data BMKG Stasiun Aceh mengemukakan, suhu Banda Aceh mencatat angka tertinggi, yaitu mencapai 36,3 derajat celcius.

Siang itu, dari mimbar Auditorium FMIPA USK, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan mengutarakan keresahannya, bahwa suhu panas yang terjadi di Indonesia, belum ada tanda-tanda segera berakhir.

“2024 sangat besar peluang menjadi rekor terpanas,” bebernya, Selasa (8/10/2024).

Co-Vice President SERCOM World Meteorological Organization tersebut menilai, generasi muda adalah harapan, untuk memulihkan bumi yang kian renta. Apalagi mahasiswa. Muda, kritis, inovatif dan bisa menjadi corong sebaran data maupun informasi kepada masyarakat.

Poster edukasi lindungi bumi | foto: Muksalmina Blc

“Bumi tidak sedang baik-baik saja. Generasi muda yang bisa menghapus dosa, dari perubahan iklim yang dilakukan generasi dulu,” sebut Ardhasena.

Sejumlah 100 lebih mahasiswa yang hadir, akademisi, juga perwakilan dari sejumlah instansi, manggut-manggut mendengarkan pernyataan tersebut. Beberapa mencatat di buku tulis, sejumlah yang lain mengetik di gawainya.

Ia menitip harap, dari kegiatan Literasi untuk Aksi Iklim tersebut meningkatkan pemahaman, menjadi solusi adaptasi atas perubahan iklim yang terus terjadi. Salah satu upaya yang telah dilakukan, BMKG gencar bekerjasama dengan akademisi, untuk menciptakan sebuah trobosan. Meski pun, informasi BMKG sudah ada dan tersedia dimana-mana.

“Karena kalau akademisi yang ngomong lebih dipercaya. Membangun kepercayaan sangat penting. Sebab sebenarnya, informasi merambat secepat kepercayaan,” akunya.

Ada banyak peran yang bisa diambil dalam menanggulangi perubahan iklim. Salah satunya, dimulai dari rumah tangga. Dengan mengelola sampah dengan baik. Sebagai perguruan tinggi, USK hadir untuk itu. Berkat kolaborasi dengan BMKG dan mitra lainnya.

Pohon pesan harapan kampanye Literasi untuk Aksi Iklim | foto: Muksalmina Blc

Menabung Emas Dari Sampah

“Preng, preeng, preeng.” Tabuhan rapai menandai peluncuran e-tikbroh.yak. Sebuah aplikasi mobile inovatif, yang tersedia di Playstore untuk pengelolaan sampah di era digital. Dibuat oleh mahasiswa USK.

Aplikasi ini sudah beroperasi. Menjemput sampah non-organik yang sudah terpilah dari masyarakat, dan mengantarkannya kepada mitra yang membutuhkan. Untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual. Singkatnya, seperti penggunaan aplikasi Gojek.

Sebelum lauching hari itu. Jauh-jauh waktu, kala aplikasi masih dalam tahap pengembangan. Proses e-tikbroh.yak telah berjalan. Alue Naga, Kabupaten Aceh Besar menjadi percontohan.

Yusniar, seorang warga pengguna e-tikbroh.yak bersaksi, sebelum mengenal aplikasi buatan USK itu. Ia masih keliru mengelola sampah. Seperti membakar.

Prilaku ini, berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca dalam bentuk emisi metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Yang berdampak terhadap perubahan iklim.

“Setelah ada e-tikbroh.yak, sampah kami tidak lagi berserakan. Bisa mendapatkan poin, mendapatkan uang, atau bisa menabung emas,” ungkap Yusniar.

Sampah-sampah yang ditampung e-tikbroh.yak berguna. Diantarkan kepada warga lain, yang kreatif memanfaatkannya. Salah satunya, Erlina Marlinda, penyandang disabilitas ini mengolah sampah menjadi sebuah produk.

“Sampah-sampah yang pernah saya olah, atau saya ajarkan ke teman-teman disabilitas lainnya. Ada dari tutup botol, plastik, kardus, kain perca. Untuk saat ini kita fokus di kain perca. Menginggat lebih mudah, dan banyak variasi yang bisa diolah,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat USK, Prof. Dr. Ir. Taufiq Saidi., M.Eng., IPU menegaskan komitmen USK tehadap lingkungan. Saban kali pembekalan mahasiswa baru (Pakarmaru), sosialisasi terhadap lingkungan lewat Bank Sampah, hingga kini menjadi agenda wajib.

“USK terus melakukan aksi nyata demi kelangsungan bumi yang kita cintai. Bahkan sudah lama, USK telah memiliki Bank Sampah, yang aktif sampai hari ini,” bebernya.

Tags: Auditorium FMIPABank SampahEmisiSayangi BumiUSK
Previous Post

BNPB dan Australia Perpanjang Kerja Sama Manajemen PRB Hingga 2027

Next Post

Kepala BNPB Ziarah ke Kuburan Massal Tsunami di Banda Aceh

Related Posts

USK Himpun Peneliti Internasional Bahas Infrastruktur Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

by Redaksi
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menjadi pusat diskusi internasional terkait pengembangan infrastruktur tangguh terhadap perubahan iklim melalui penyelenggaraan...

USK dan UII Bahas Pelajaran Konflik-Tsunami Aceh, Soroti Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pengalaman Aceh menghadapi konflik bersenjata dan bencana tsunami dinilai menyimpan pelajaran penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi krisis....

Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Pembakaran Fakultas Pertanian USK, Kerugian Ditaksir Rp20 Miliar

by Redaksi
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh telah memeriksa 15 saksi terkait kasus pembakaran Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala...

Next Post
Kepala BNPB Ziarah ke Kuburan Massal Tsunami di Banda Aceh

Kepala BNPB Ziarah ke Kuburan Massal Tsunami di Banda Aceh

Bustami Hamzah Dapat Dukungan 25 Dayah di Aceh Barat

Discussion about this post

CERITA

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...