MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Psikolog: Tingkat Stres Tinggi pada Ibu di Aceh Butuh Perhatian Serius

Riska Zulfira by Riska Zulfira
22 Desember 2024
in News
0

Psikolog sekaligus Founder Yayasan Amanah Kamome, Poppy Amalya | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tingginya tingkat stres yang dialami ibu-ibu di Aceh, terutama mereka yang memiliki anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian serius.

Psikolog atau pakar ekspresi, Poppy Amalya menyebutkan bahwa kondisi ini kerap terjadi karena ibu-ibu cenderung memendam masalah dan tidak tahu bagaimana mencari solusi yang tepat.

RelatedPosts

Kualitas Udara Banda Aceh Sedang, Warga Diimbau Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Kabut Asap Selimuti Banda Aceh, DPRK Usul Sekolah Daring

Emas Perhiasan Stabil, Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram

Kondisi ini, menurutnya, sering diperparah pada ibu yang menjalani peran ganda, yaitu sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja.

“Konflik peran antara menjadi istri, ibu, dan pekerja dapat membuat mereka kewalahan, ketika emosi tidak stabil anak menjadi pihak yang paling terkena dampaknya,” ungkap Poppy dalam seminar kesehatan mental di Banda Aceh, Minggu (22/12/2024).

Menurut Founder Yayasan Amanah Kamome ini, masyarakat Aceh masih kurang teredukasi soal pentingnya menjaga kesehatan mental. Stigma dan komentar negatif dari lingkungan terhadap ibu dengan anak berkebutuhan khusus sering memperparah tekanan mental yang mereka rasakan.

“Seringkali mereka tidak tahu kapan harus menemui psikolog, jika dibiarkan berlarut-larut akan berujung pada gangguan mental yang lebih serius,” jelas Poppy.

Berdasarkan data kuesioner terhadap 40 ibu di Banda Aceh yang mengikuti seminar kesehatan mental, 62 persen ibu berada dalam kategori stres pengasuhan tinggi, sementara 38 persen berada pada kategori sedang.

Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan yang dialami ibu-ibu dengan anak berkebutuhan khusus di Aceh sangat tinggi dan memerlukan perhatian khusus.

Poppy juga menekankan pentingnya peran pemerintah Aceh terutama gubernur terpilih, dalam menangani masalah kesehatan mental perempuan.

“Pemerintah Aceh harus menjadikan ini prioritas. Karena bagaimana mau membangun Aceh jika orang-orangnya memiliki masalah mental yang tidak teratasi,” ucap Poppy.

Selain edukasi tentang kesehatan mental, Poppy menyoroti pentingnya dukungan keluarga, khususnya dari suami agar para ibu tidak merasa sendiri dalam menghadapi tantangan.

“Kesehatan mental perempuan itu bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat,” tutupnya.

Tags: Anak Berkebutuhan Khususkesehatan mentalpakar ekspresiPemerintah AcehPoppy Amalya
Previous Post

Tottenham vs Liverpool, Panggung Terbuka Mo Salah Pecahkan Rekor

Next Post

Imbang, PSGC Ciamis Tak Tumbang dari Puncak Klasemen, Irza: Fokus!

Related Posts

Mualem Minta PLN Perpanjang Listrik Huntara Korban Banjir Aceh

by Riska Zulfira
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta PT PLN memperpanjang layanan listrik bagi korban banjir yang masih tinggal...

Terminal Aceh Tamiang Direhabilitasi, Loket dan Toilet Ditambah

by Redaksi
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Rehabilitasi Terminal Tipe B Aceh Tamiang mencakup penambahan loket, perluasan ruang tunggu, hingga peningkatan fasilitas toilet untuk memperbaiki...

Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh

by Riska Zulfira
13 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Selasa (13/10/2026)....

Next Post

Imbang, PSGC Ciamis Tak Tumbang dari Puncak Klasemen, Irza: Fokus!

Penikmat Kopi, Yuk Ramaikan Festival Kopi Koetaradja 2024, Catat Tanggalnya!

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co