MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Oktober 2, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Psikolog: Tingkat Stres Tinggi pada Ibu di Aceh Butuh Perhatian Serius

Riska Zulfira by Riska Zulfira
22 Desember 2024
in News
0

Psikolog sekaligus Founder Yayasan Amanah Kamome, Poppy Amalya | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tingginya tingkat stres yang dialami ibu-ibu di Aceh, terutama mereka yang memiliki anak berkebutuhan khusus menjadi perhatian serius.

Psikolog atau pakar ekspresi, Poppy Amalya menyebutkan bahwa kondisi ini kerap terjadi karena ibu-ibu cenderung memendam masalah dan tidak tahu bagaimana mencari solusi yang tepat.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan Bertahan,  Antam Kembali Turun

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sapu Empat Emas di PKM PTKIN Se-Sumatera

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Tinggi, Nagan Raya Masuk Status Waspada

Kondisi ini, menurutnya, sering diperparah pada ibu yang menjalani peran ganda, yaitu sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja.

“Konflik peran antara menjadi istri, ibu, dan pekerja dapat membuat mereka kewalahan, ketika emosi tidak stabil anak menjadi pihak yang paling terkena dampaknya,” ungkap Poppy dalam seminar kesehatan mental di Banda Aceh, Minggu (22/12/2024).

Menurut Founder Yayasan Amanah Kamome ini, masyarakat Aceh masih kurang teredukasi soal pentingnya menjaga kesehatan mental. Stigma dan komentar negatif dari lingkungan terhadap ibu dengan anak berkebutuhan khusus sering memperparah tekanan mental yang mereka rasakan.

“Seringkali mereka tidak tahu kapan harus menemui psikolog, jika dibiarkan berlarut-larut akan berujung pada gangguan mental yang lebih serius,” jelas Poppy.

Berdasarkan data kuesioner terhadap 40 ibu di Banda Aceh yang mengikuti seminar kesehatan mental, 62 persen ibu berada dalam kategori stres pengasuhan tinggi, sementara 38 persen berada pada kategori sedang.

Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan yang dialami ibu-ibu dengan anak berkebutuhan khusus di Aceh sangat tinggi dan memerlukan perhatian khusus.

Poppy juga menekankan pentingnya peran pemerintah Aceh terutama gubernur terpilih, dalam menangani masalah kesehatan mental perempuan.

“Pemerintah Aceh harus menjadikan ini prioritas. Karena bagaimana mau membangun Aceh jika orang-orangnya memiliki masalah mental yang tidak teratasi,” ucap Poppy.

Selain edukasi tentang kesehatan mental, Poppy menyoroti pentingnya dukungan keluarga, khususnya dari suami agar para ibu tidak merasa sendiri dalam menghadapi tantangan.

“Kesehatan mental perempuan itu bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat,” tutupnya.

Tags: Anak Berkebutuhan Khususkesehatan mentalpakar ekspresiPemerintah AcehPoppy Amalya
Previous Post

Tottenham vs Liverpool, Panggung Terbuka Mo Salah Pecahkan Rekor

Next Post

Imbang, PSGC Ciamis Tak Tumbang dari Puncak Klasemen, Irza: Fokus!

Related Posts

Daerah Rawan Banjir di Aceh Diusulkan Dapat Alat Berat Sistem Pinjam Pakai

by Ahmad Mufti
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah kabupaten/kota yang rawan banjir di Aceh diusulkan mendapat alat berat dengan skema pinjam pakai agar penanganan bencana dapat...

Hari Kesaktian Pancasila, Taufik Minta Nilai Pancasila Diterapkan dalam Pelayanan Publik

by Redaksi
1 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik meminta jajaran Pemerintah Aceh tidak menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sekadar...

Pemprov Aceh Koordinasikan Kendala Pemanfaatan Lahan KEK Arun ke Pemerintah Pusat

by Ahmad Mufti
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas kendala pemanfaatan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)...

Next Post

Imbang, PSGC Ciamis Tak Tumbang dari Puncak Klasemen, Irza: Fokus!

Penikmat Kopi, Yuk Ramaikan Festival Kopi Koetaradja 2024, Catat Tanggalnya!

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co