MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Keciprat Cuan dari Ruang Terbuka Ramah Anak Banda Aceh

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
3 Februari 2025
in Cerita
0
Keciprat Cuan dari Ruang Terbuka Ramah Anak Banda Aceh

Pedagang siomay berburu rezeki di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Minggu 2/2/2025. (foto: Ichsan Maulana/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gerobak itu tampak lusuh. Menepi di pinggir Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh. Asap tipis menguap dari bagian tengah. Tapi bukan kebakaran.

Melainkan api di bawah timbunan kacang tanah. Menjaga suhu, agar kacang rebus itu tetap hangat.

RelatedPosts

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

Satu motor baru saja tiba. Parkir sekitar lima meter dari gerobak itu. Keluarga muda dengan komposisi orangtua, dan seorang gadis manis, dengan usia kira-kira empat tahunan menyertai.

Mereka menaiki trotoar jalan Abu Lam U, Kecamatan Baiturrahman, Minggu (2/2/2025). Baru beberapa langkah kaki berjalan, mereka berhenti di gerobak tersebut.

“Berapa (harga) kacang,” tanya Si Ibu.

“Tergantung, Kak. Boleh Rp10 ribu, boleh lebih dari itu.”

“Bungkus Rp10 ribu saja ya,” pintanya.

“Baik, kak,” jawab si penjual.

Serok nasi jenis plastik ia pegang. Dengan sekali dua takar, kacang sudah penuh ke dalam plastik jinjing berwarna putih. Kurang lebih, sekitar tiga genggam tangan orang dewasa. Sesuai harga.

Penjual kacang rebus di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Minggu 2/2/2025. (foto: Ichsan Maulana/masakini.co)

Kepada masakini.co, penjual ini mengaku bernama Amiril Mukminin. Sering berpindah-pindah tempat mangkal untuk menjajakan kacang rebus.

Petang itu, akhir pekan awal Februari 2025. Lelaki bertubuh gempal ini memilih Taman Bustanussalatin sebagai tempat mangkal. Amiril membantu ayahnya, menjual kacang.

“Biasa, bang. Hari minggu, syukur-syukur lebih laku,” jelas Amiril.

Itu menjadi kalimat terakhir yang ia ucapkan. Sejurus kemudian, posisi duduk dipaskan. Tangannya telah menggenggam gawai. Di atas motor merek Honda keluaran 2000-an. Amiril memanfaatkan waktu untuk bermain game online.

Sekurangnya, ada dua spot mainan bagi anak-anak di sana. Gratis. Hal inilah, yang membuat warga yang sudah berumah tangga, lazim menghabiskan akhir pekan di sana.

Jam tangan menunjukkan pukul 18.00 WIB. Makin sore, terlihat makin ramai saja keluarga yang tiba. Wahana bermain di sini, menjadi pilihan sebahagian keluarga untuk memberikan waktu bermain bagi si buah hati.

Kehadiran para ayah, ibu dan anak-anak tersebut mendatangkan rezeki bagi penjual makanan di sekitarnya.

Gerobak siomay Na Berkah, juga keciprat rezeki. Ada saja orangtua atau anak yang menghampiri. Untuk sekadar membeli Rp5 ribu siomay atau lebih.

Begitulah akhir pekan di salah satu bagian sudut Kota Banda Aceh. Saban akhir pekan. Ruang terbuka bukan sekadar ramah anak, namun jua mendatangkan cuan, bagi penjaja makanan.

Taman Bustanussalatin berada tepat di jantung Kota Banda Aceh. Belok kiri dari Masjid Raya Baiturrahman. Berhadapan langsung dengan kantor Wali Kota dan DPRK Banda Aceh.

Tags: Banda AcehKacang RebusMasjid Raya BaiturrahmanPedagang Kaki LimaRuang Terbuka Ramah AnakTaman BustanussalatinWisata Banda Aceh
Previous Post

Dikritik Kerap Padamkan Listrik di Bulan Ramadan, Ini Kata PLN Aceh

Next Post

Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Related Posts

Pemko Banda Aceh Tertibkan Kios dan Bangunan Liar di Jalan Kopelma Darussalam

by Aininadhirah
23 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai melakukan penertiban dan pembongkaran kios serta bangunan yang berdiri di kawasan Jalan Kopelma...

Hari Anak Nasional, Hutan Kota Banda Aceh Disulap Jadi Ruang Belajar Alam

by Riska Zulfira
19 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Hutan Kota Tibang disulap menjadi ruang belajar alam bagi ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai...

Taman Putroe Phang Dihidupkan Kembali, Banda Aceh Hadirkan Pasar Seni dan Budaya

by Riska Zulfira
16 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai menghidupkan kembali Taman Putroe Phang sebagai ruang publik kreatif dan destinasi wisata budaya...

Next Post
Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Polemik Masa Jabatan Keuchik, Apa Kata DPMG Aceh?

Polemik Masa Jabatan Keuchik, Apa Kata DPMG Aceh?

Discussion about this post

CERITA

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...