MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juni 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Keciprat Cuan dari Ruang Terbuka Ramah Anak Banda Aceh

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
3 Februari 2025
in Cerita
0
Keciprat Cuan dari Ruang Terbuka Ramah Anak Banda Aceh

Pedagang siomay berburu rezeki di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Minggu 2/2/2025. (foto: Ichsan Maulana/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gerobak itu tampak lusuh. Menepi di pinggir Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh. Asap tipis menguap dari bagian tengah. Tapi bukan kebakaran.

Melainkan api di bawah timbunan kacang tanah. Menjaga suhu, agar kacang rebus itu tetap hangat.

RelatedPosts

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Satu motor baru saja tiba. Parkir sekitar lima meter dari gerobak itu. Keluarga muda dengan komposisi orangtua, dan seorang gadis manis, dengan usia kira-kira empat tahunan menyertai.

Mereka menaiki trotoar jalan Abu Lam U, Kecamatan Baiturrahman, Minggu (2/2/2025). Baru beberapa langkah kaki berjalan, mereka berhenti di gerobak tersebut.

“Berapa (harga) kacang,” tanya Si Ibu.

“Tergantung, Kak. Boleh Rp10 ribu, boleh lebih dari itu.”

“Bungkus Rp10 ribu saja ya,” pintanya.

“Baik, kak,” jawab si penjual.

Serok nasi jenis plastik ia pegang. Dengan sekali dua takar, kacang sudah penuh ke dalam plastik jinjing berwarna putih. Kurang lebih, sekitar tiga genggam tangan orang dewasa. Sesuai harga.

Penjual kacang rebus di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Minggu 2/2/2025. (foto: Ichsan Maulana/masakini.co)

Kepada masakini.co, penjual ini mengaku bernama Amiril Mukminin. Sering berpindah-pindah tempat mangkal untuk menjajakan kacang rebus.

Petang itu, akhir pekan awal Februari 2025. Lelaki bertubuh gempal ini memilih Taman Bustanussalatin sebagai tempat mangkal. Amiril membantu ayahnya, menjual kacang.

“Biasa, bang. Hari minggu, syukur-syukur lebih laku,” jelas Amiril.

Itu menjadi kalimat terakhir yang ia ucapkan. Sejurus kemudian, posisi duduk dipaskan. Tangannya telah menggenggam gawai. Di atas motor merek Honda keluaran 2000-an. Amiril memanfaatkan waktu untuk bermain game online.

Sekurangnya, ada dua spot mainan bagi anak-anak di sana. Gratis. Hal inilah, yang membuat warga yang sudah berumah tangga, lazim menghabiskan akhir pekan di sana.

Jam tangan menunjukkan pukul 18.00 WIB. Makin sore, terlihat makin ramai saja keluarga yang tiba. Wahana bermain di sini, menjadi pilihan sebahagian keluarga untuk memberikan waktu bermain bagi si buah hati.

Kehadiran para ayah, ibu dan anak-anak tersebut mendatangkan rezeki bagi penjual makanan di sekitarnya.

Gerobak siomay Na Berkah, juga keciprat rezeki. Ada saja orangtua atau anak yang menghampiri. Untuk sekadar membeli Rp5 ribu siomay atau lebih.

Begitulah akhir pekan di salah satu bagian sudut Kota Banda Aceh. Saban akhir pekan. Ruang terbuka bukan sekadar ramah anak, namun jua mendatangkan cuan, bagi penjaja makanan.

Taman Bustanussalatin berada tepat di jantung Kota Banda Aceh. Belok kiri dari Masjid Raya Baiturrahman. Berhadapan langsung dengan kantor Wali Kota dan DPRK Banda Aceh.

Tags: Banda AcehKacang RebusMasjid Raya BaiturrahmanPedagang Kaki LimaRuang Terbuka Ramah AnakTaman BustanussalatinWisata Banda Aceh
Previous Post

Dikritik Kerap Padamkan Listrik di Bulan Ramadan, Ini Kata PLN Aceh

Next Post

Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Related Posts

Turki Salurkan 40 Sapi Kurban untuk Banda Aceh, Apresiasi Fasilitas RPH yang Dinilai Profesional

by Redaksi
30 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Hubungan historis dan persaudaraan antara Aceh dan Turki kembali terwujud melalui bantuan 40 ekor sapi kurban yang disalurkan...

5 Destinasi Wisata di Banda Aceh dan Aceh Besar yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Iduladha

by Riska Zulfira
30 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Libur Iduladha selalu memiliki suasana yang berbeda di Aceh. Setelah rangkaian ibadah, tradisi meugang, dan penyembelihan hewan kurban,...

Satpol PP-WH Amankan Pasangan Nonmahram di Rusunawa Keudah

by Riska Zulfira
28 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Aksi nekat seorang pria asal Meulaboh yang diduga menyelundupkan kekasihnya asal Takengon ke Rusunawa Keudah, Banda Aceh, berujung...

Next Post
Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Polemik Masa Jabatan Keuchik, Apa Kata DPMG Aceh?

Polemik Masa Jabatan Keuchik, Apa Kata DPMG Aceh?

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...