MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Keciprat Cuan dari Ruang Terbuka Ramah Anak Banda Aceh

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
3 Februari 2025
in Cerita
0
Keciprat Cuan dari Ruang Terbuka Ramah Anak Banda Aceh

Pedagang siomay berburu rezeki di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Minggu 2/2/2025. (foto: Ichsan Maulana/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gerobak itu tampak lusuh. Menepi di pinggir Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh. Asap tipis menguap dari bagian tengah. Tapi bukan kebakaran.

Melainkan api di bawah timbunan kacang tanah. Menjaga suhu, agar kacang rebus itu tetap hangat.

RelatedPosts

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Satu motor baru saja tiba. Parkir sekitar lima meter dari gerobak itu. Keluarga muda dengan komposisi orangtua, dan seorang gadis manis, dengan usia kira-kira empat tahunan menyertai.

Mereka menaiki trotoar jalan Abu Lam U, Kecamatan Baiturrahman, Minggu (2/2/2025). Baru beberapa langkah kaki berjalan, mereka berhenti di gerobak tersebut.

“Berapa (harga) kacang,” tanya Si Ibu.

“Tergantung, Kak. Boleh Rp10 ribu, boleh lebih dari itu.”

“Bungkus Rp10 ribu saja ya,” pintanya.

“Baik, kak,” jawab si penjual.

Serok nasi jenis plastik ia pegang. Dengan sekali dua takar, kacang sudah penuh ke dalam plastik jinjing berwarna putih. Kurang lebih, sekitar tiga genggam tangan orang dewasa. Sesuai harga.

Penjual kacang rebus di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, Minggu 2/2/2025. (foto: Ichsan Maulana/masakini.co)

Kepada masakini.co, penjual ini mengaku bernama Amiril Mukminin. Sering berpindah-pindah tempat mangkal untuk menjajakan kacang rebus.

Petang itu, akhir pekan awal Februari 2025. Lelaki bertubuh gempal ini memilih Taman Bustanussalatin sebagai tempat mangkal. Amiril membantu ayahnya, menjual kacang.

“Biasa, bang. Hari minggu, syukur-syukur lebih laku,” jelas Amiril.

Itu menjadi kalimat terakhir yang ia ucapkan. Sejurus kemudian, posisi duduk dipaskan. Tangannya telah menggenggam gawai. Di atas motor merek Honda keluaran 2000-an. Amiril memanfaatkan waktu untuk bermain game online.

Sekurangnya, ada dua spot mainan bagi anak-anak di sana. Gratis. Hal inilah, yang membuat warga yang sudah berumah tangga, lazim menghabiskan akhir pekan di sana.

Jam tangan menunjukkan pukul 18.00 WIB. Makin sore, terlihat makin ramai saja keluarga yang tiba. Wahana bermain di sini, menjadi pilihan sebahagian keluarga untuk memberikan waktu bermain bagi si buah hati.

Kehadiran para ayah, ibu dan anak-anak tersebut mendatangkan rezeki bagi penjual makanan di sekitarnya.

Gerobak siomay Na Berkah, juga keciprat rezeki. Ada saja orangtua atau anak yang menghampiri. Untuk sekadar membeli Rp5 ribu siomay atau lebih.

Begitulah akhir pekan di salah satu bagian sudut Kota Banda Aceh. Saban akhir pekan. Ruang terbuka bukan sekadar ramah anak, namun jua mendatangkan cuan, bagi penjaja makanan.

Taman Bustanussalatin berada tepat di jantung Kota Banda Aceh. Belok kiri dari Masjid Raya Baiturrahman. Berhadapan langsung dengan kantor Wali Kota dan DPRK Banda Aceh.

Tags: Banda AcehKacang RebusMasjid Raya BaiturrahmanPedagang Kaki LimaRuang Terbuka Ramah AnakTaman BustanussalatinWisata Banda Aceh
Previous Post

Dikritik Kerap Padamkan Listrik di Bulan Ramadan, Ini Kata PLN Aceh

Next Post

Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Related Posts

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

by Riska Zulfira
15 April 2026
0

MASAKINI.CO – Budidaya tiram di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, terus berkembang dan mulai menunjukkan peran penting sebagai sumber...

Harga Emas Kembali Naik, Perhiasan Tembus Rp8,31 Juta per Mayam

by Redaksi
14 April 2026
0

MASAKINI.CO – Harga emas di Banda Aceh kembali menunjukkan tren kenaikan setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada...

Ribuan Warga Padati CFD Banda Aceh, Funwalk TNI AU Angkat Isu Kemanusiaan

by Riska Zulfira
12 April 2026
0

MASAKINI.CO - Car Free Day (CFD) di Kota Banda Aceh, Minggu (12/4/2026), tak sekadar menjadi ajang olahraga rutin. Momentum ini...

Next Post
Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Keuchik di Aceh Tuntut Masa Jabatan 8 Tahun Diberlakukan

Polemik Masa Jabatan Keuchik, Apa Kata DPMG Aceh?

Polemik Masa Jabatan Keuchik, Apa Kata DPMG Aceh?

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...