MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Juli 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Tren Jogging: Antara Fomo, Sehat, dan Syariat Islam

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
5 Februari 2025
in Cerita, Olahraga
0
Tren Jogging: Antara Fomo, Sehat, dan Syariat Islam

Aktifitas jogging warga di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. | foto: untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Akhir-akhir ini, kesadaran berolahraga kian meningkat di tengah-tengah masyarakat Aceh. Jogging menjadi salah satu jenis olahraga pilihan yang popularitasnya melonjak.

Stadion Harapan Bangsa (SHB), Banda Aceh, Sabtu awal Februari 2025 tampak ramai. Paska ‘disolek’, pesona SHB kian memikat. Menggoda siapa saja, untuk menjajal setiap fasilitas olahraga di sana.

RelatedPosts

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

UKM Taekwondo UIN Ar-Raniry Borong 16 Medali di Aceh Student Championship 2.0

Persiraja Masukkan 18 Pemain Muda Aceh ke Data Talenta PSSI, Siapkan Calon Bintang Masa Depan

Dini, 33 tahun, salah satunya. Ia sudah berada di antara kerumunan warga lainnya sore itu. Dini mudah dikenali; busana olahraganya berbeda. Jilbab hitam besar menjuntai hingga ke lutut.

Tak ada celana training yang membaluti kakinya. Melainkan rok ala celana. Langkahnya kecil, jauh dari cepat. Menapaki pelan aspal SHB.

“Saya memilih olahraga jalan. Sejauh ini nyaman dan sanggupnya jalan,” katanya kepada masakini.co.

Dini berolahraga ditemani sang suami. Sebanyak tiga putaran pasutri tersebut mengitari kompleks SHB. Sebelum lantunan ayat suci berkumandang dari pengeras suara masjid, mereka menyudahi aktifitas ‘bakar kalori’ senja itu.

Seorang warga mengunakan penutup lutut kala berolahraga di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. | foto: Dok Pribadi

Sebagai penduduk Lampeuneurut, desa yang berada dekat stadion, Dini mengatakan bahwa pertumbuhan warga jogging di sana telah berlangsung sejak September 2024.

“Sepertinya efek PON Aceh-Sumut. Kompleks stadion setelah direnovasi makin indah, membuat nyaman. Menstimulus semangat olahraga,” jelas Dini.

Untuk Sehat, Bukan Gaya

Secara pribadi, Dini merasa intensitas olahraganya makin rutin kurun waktu dua bulan terakhir. Semata-mata demi menjaga kebugaran. Dini juga tak tertarik adu outfit branded berharga mahal.

“Lihat saja sepatu saya, ini bukan sepatu yang dibuat untuk lari,” ucapnya sembari tertawa.

Ia tak menampik, banyak pula yang berolahraga karena fomo; takut ketinggalan suatu informasi atau tren tertentu. Namun Dini memilih melihat dari kacamata positif, ikut-ikutan untuk hal positif, baik adanya.

Alas kaki milik Dini bukan merek hype dengan harga fantastis. Seperti Hoca, Nineten Haze, Adidas, Asics, Nike dan merek kenamaan lainnya. Sepatu jogging nya berwarna biru navy, bermerek Nevada.

“Saya kira ini cukup, karena saya jalan. Bukan lari,” ujarnya.

Bersama suami, keduanya kompak memilih hidup realistis. Mengedepankan fungsi. Tanpa harus nyinyir dengan pilihan hidup orang lain. Suaminya juga sama, memanfaatkan sepatu yang sudah ada.

“Suami pakai Eiger. Sepatunya, pemberian dari kantor,” bebernya.

Menjaga Syariat Islam

Sebagai perempuan yang nyaman berpenampilan syar’i, Dini mengaku punya tantangan tersendiri kala berolahraga di tempat publik. Utamanya soal kenyamanan berpakaian, sekaligus stigma.

“Jujur sempat ada perasaan risih karena pakaian beda dari kebanyakan. Namun itu sekilas saja. Ketika lewat pelari atau pejalan kaki dengan cadar, hati saya tenteram,” ucapnya.

Di Aceh, pengguna pakaian syar’i terbilang gampang ditemui di tempat olahraga. Setidaknya ada tiga tempat jogging favorit di Banda Aceh: SHB, Lapangan Blang Padang dan Lapangan Gelanggang Universitas Syiah Kuala (USK).

Lapangan Gelanggang penggunanya didominasi mahasiswa. Bukan saja USK, namun juga kampus tetangga, seperti UIN Ar-Raniry dan UBBG. Menyatu dengan warga sekitar kampus tersebut.

Plang imbauan menjaga syariat islam saat berolahraga di Lapangan Gelanggang USK, Selasa (4/2/2025). | foto: Ichsan Maulana

Warga Darussalam, Novita mengaku nyaman berolahraga di Lapangan Gelanggang. Karena akses lokasinya terjangkau. Menurutnya, berolahraga dengan tetap menjaga syariat merupakan keniscayaan.

“Untuk pakaian yang sesuai syariat saya kira itu sudah kewajiban kita sebagai muslim ya. Tanpa ada imbauan pun, ya kita memang harus taat pada syariat,” ungkap Novita.

Rektor USK, Prof Marwan mengaku senang dengan melonjaknya aktifitas pengguna Lapangan Gelanggang untuk olahraga. Mencerminkan gaya hidup sehat.

“Silakan manfaatkan ruang publik ini untuk hal-hal positif. Namun tetap menjaga nilai-nilai syariat Islam. Pada prinsipnya, menjaga syariat ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.

Tags: Fomo RunningLapangan GelanggangPakain OlahragaSepatu HocaStadion Harapan BangsaSyariat IslamTempat Jogging di Banda AcehTren Jogging
Previous Post

Zulkifli Adam-Suradji Siap Hadapi Sidang Pembuktian Usai Putusan Sela MK

Next Post

Tugu Pelor Meulaboh Direnovasi, Telan Anggaran Rp1,7 Miliar

Related Posts

KPI Aceh Perluas Pengawasan ke Media Sosial, Pemko Banda Aceh Siap Dukung Penertiban Konten Digital

by Ahmad Mufti
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) mulai memperluas pengawasan konten hingga ke media sosial dan platform digital seiring berlakunya...

Setiap Jumat, Satpol PP-WH Awasi Warkop dan Usaha yang Masih Buka

by Aininadhirah
2 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh mengintensifkan pengawasan pelaksanaan Salat Jumat dengan menerjunkan personel perempuan ke...

Satpol PP-WH Banda Aceh Perketat Pengawasan Hotel, Patroli Berlangsung Sejak Pagi hingga Malam

by Aininadhirah
2 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Banda Aceh menegaskan pengawasan terhadap hotel dan penginapan di ibu kota provinsi...

Next Post
Tugu Pelor Meulaboh Direnovasi, Telan Anggaran Rp1,7 Miliar

Tugu Pelor Meulaboh Direnovasi, Telan Anggaran Rp1,7 Miliar

Terbukti Rencanakan Pembunuhan, Iskandar Dihukum Seumur Hidup

Remaja Aceh Tenggara Tewas di Kebun Sawit, Ada Jejak Darah di Batu

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...