MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 31, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta, Yahwa: Pembinaan Mengedepankan Akhlakul Karimah

Ulfah by Ulfah
6 Agustus 2025
in Daerah
0
Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta, Yahwa: Pembinaan Mengedepankan Akhlakul Karimah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, membuka Workshop Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning untuk Mewujudkan Merdeka Belajar yang Holistik jajaran MTsN 2 di Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (6/8/2025). | Foto : Humas Kemenag Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin, membuka Workshop Integrasi Pembelajaran Humanistik: Sinergi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning Untuk Mewujudkan Merdeka Belajar yang Holistik, dengan peserta para guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Aceh Besar di Lhoknga, Aceh Besar, Rabu (6/8/2025).

Saifuddin mengatakan saat ini pentingnya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual.

RelatedPosts

Plt. Sekda Aceh Ikuti Entry Meeting Bersama BPK RI

Aceh Percepat Pembukaan Jalur Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Pengelola

Banda Aceh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Kategori Inovasi Daerah

Salah satu upaya konkret yang diusung ialah penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yang merupakan inisiatif Kementerian Agama RI kini mulai diintegrasikan di madrasah-madrasah seluruh Indonesia.

“Kurikulum Cinta adalah pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini. Kurikulum ini bukan mata pelajaran baru, tetapi diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran yang sudah ada,” ujar Saifuddin.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis cinta ini akan membuat proses belajar mengajar lebih bermakna, dan membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah.

“Kita ingin madrasah menjadi tempat yang melahirkan siswa pintar, tapi juga mengedepankan etika dan moral,” ujarnya.

Yahwa sapaan akrabnya, juga menyoroti pentingnya peran guru dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Menurutnya, dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta maka juga harus dibarengi dengan akhlakul karimah dari para guru.

“Bagaimana mungkin siswa akan belajar mencintai, kalau gurunya tidak menunjukkan rasa cinta dalam mengajar,” ujarnya.

Kata Yahwa, Kurikulum Berbasis Cinta mengadopsi buku Manajemen Cinta sebagai Hidden Curriculum di Madrasah karya Akhmad Shunhaji dan Helmi Halimatul Udhmah.

Buku ini membahas bagaimana nilai-nilai cinta dapat diintegrasikan dalam pendidikan, khususnya di madrasah, sebagai kurikulum tersembunyi yang membentuk karakter siswa. Konsepnya menekankan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan toleransi dalam proses belajar mengajar.

Menurutnya, pendekatan ini semakin relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini yang menekankan karakter dan pembentukan kepribadian siswa secara holistik. Saat ini, madrasah-madrasah dari semua jenjang di Aceh Besar terus berproses mengimplementasikan Kurikulum Berasis Cinta.

“Kita ingin memasukkan nilai cinta dan nilai agama dalam setiap mata pelajaran, baik fisika, matematika, kimia, semua kita masukkan cinta. Agar kita menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara akhlakul karimah,” ujarnya.

Selain peserta dari unsur guru dan tenaga pendidik MTsN 2 Aceh Besar, workshop tersebut juga turut dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah Suryadi, Plt Penyelenggara Zakat Wakaf Saiful Amri, Kepala MTsN 2 Aceh Besar Sudirman M.

Tags: Kemenag Aceh BesarKurikulum Berbasis CintaWorkshop
Previous Post

Rumah Polisi di Kota Jantho Ludes Terbakar, Api Diduga Berasal dari Kamar Belakang

Next Post

Ratusan Sekolah dan Dayah di Pidie Masih Buang Sampah Sembarangan

Related Posts

Hari Perdana Masuk Madrasah, Kemenag Tekankan Lingkungan Belajar Aman Tanpa Perundungan

by Riska Zulfira
13 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Hari pertama masuk madrasah tahun pelajaran 2026/2027 menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan belajar yang...

Kemenag Aceh Besar Salurkan Rp173,4 Juta untuk 578 Anak Yatim dan Difabel

by Redaksi
25 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menyalurkan santunan senilai Rp173,4 juta kepada 578 anak yatim dan penyandang...

MIN 27 Aceh Besar Sabet 11 Penghargaan Nasional di Festival Literasi 2026

by Redaksi
25 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar mencatat prestasi membanggakan dengan meraih 11 penghargaan tingkat nasional pada ajang...

Next Post
Ratusan Sekolah dan Dayah di Pidie Masih Buang Sampah Sembarangan

Ratusan Sekolah dan Dayah di Pidie Masih Buang Sampah Sembarangan

BSI Dorong Generasi Muda Melek Investasi Lewat Tabungan Emas dan Inovasi ATM Emas

BSI Dorong Generasi Muda Melek Investasi Lewat Tabungan Emas dan Inovasi ATM Emas

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co