MASAKINI.CO – Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri untuk memimpin pemerintahan transisi selama enam bulan hingga pemilihan umum. Pelantikan ini dilakukan setelah gelombang protes anti-korupsi yang memakan korban jiwa dan menggulingkan pemerintahan sebelumnya.
Karki, yang berusia 73 tahun dan merupakan wanita pertama yang menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Nepal, mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Ram Chandra Paudel. “Saya, Sushila Karki, bersumpah atas nama negara dan rakyat untuk memenuhi tugas saya sebagai perdana menteri,” ujarnya dalam upacara yang berlangsung di istana kepresidenan, yang dihadiri oleh para diplomat dan sejumlah mantan pemimpin negara.
Presiden Paudel menyampaikan ucapan selamat kepada Karki setelah upacara singkat tersebut. “Selamat! Kami berharap Anda sukses, berharap negara ini sukses,” katanya, dikutip dari france24, Sabtu (13/9/2025).
Parlemen Nepal kemudian dibubarkan, dan pemilihan umum dijadwalkan pada 5 Maret 2026. Negara Himalaya dengan populasi 30 juta jiwa ini mengalami kekacauan setelah pasukan keamanan berupaya menekan aksi unjuk rasa oleh para pemuda yang menentang korupsi.
Setidaknya 51 orang tewas dalam kekerasan terburuk sejak berakhirnya perang saudara dan penghapusan monarki pada tahun 2008. Militer mengambil alih kendali jalanan pada hari Rabu dan memberlakukan jam malam.
Penunjukan Karki, yang dikenal karena independensinya, dilakukan setelah negosiasi intensif selama dua hari antara Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sigdel dan Presiden Paudel, termasuk dengan perwakilan dari “Generasi Z,” sebutan umum untuk gerakan protes pemuda. Ribuan aktivis muda menggunakan aplikasi daring Discord untuk membahas langkah-langkah selanjutnya dan menunjuk Karki sebagai pilihan pemimpin berikutnya.







Discussion about this post