MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Fenomena Job Hugging Hambat Inovasi di Dunia Kerja

Riska Zulfira by Riska Zulfira
17 September 2025
in News
0
Fenomena Job Hugging Hambat Inovasi di Dunia Kerja

Ilustrasi pelamar kerja. | Foto : Freepik/ijeab

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Fenomena job hugging atau kecenderungan seseorang bertahan pada posisi kerja meski tidak memuaskan, dinilai menjadi penghambat lahirnya inovasi.

Menurut Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Rustam Effendy, menanggapi sikap sebagian masyarakat yang enggan keluar dari zona nyaman dalam karier maupun usaha.

RelatedPosts

GeRAK Aceh Soroti Kelemahan Pembangunan Pasca Bencana

Khanduri Jazz 2026 Angkat Isu Bencana, Gaungkan Solidaritas Kemanusiaan

Usai Anjlok, Harga Emas Naik Rp60 Ribu per Mayam

Menurut Rustam, banyak orang memilih bertahan karena menganggap situasi di luar terlalu berisiko. Mereka lebih nyaman pada kondisi yang ada, meski sebenarnya belum memberikan hasil maksimal.

“Biasanya orang tidak mau melepaskan posisi yang sudah ada sekarang, meski belum memuaskan, sementara pindah ke tempat lain pun belum tentu menjamin kondisi yang lebih baik,” katanya, Rabu (17/9/2025).

Ia mencontohkan, dalam dunia usaha, tidak mudah bagi pelaku untuk menutup bisnis yang sudah berjalan meski hasilnya minim, karena usaha baru yang belum pasti justru dianggap lebih berisiko. Sikap ini juga banyak ditemui pada generasi muda.

“Anak-anak muda produktif pun begitu. Apa yang sudah digeluti itulah yang ditekuni. Kalau pun ada yang berani pindah, jumlahnya hanya segelintir,” tambahnya.

Rustam menilai, kerugian dari perilaku job hugging adalah hilangnya peluang yang mungkin lebih baik dibanding kondisi saat ini. Hal itu sangat dipengaruhi oleh kesiapan individu dalam menghadapi risiko.

“Meskipun ada pendapat high risk, high return, praktiknya tidak mudah. Semakin tidak menentu kondisi yang ada, makin sulit seseorang mengambil keputusan untuk berpindah, terutama di dunia kerja,” jelasnya.

Namun, situasi berbeda terjadi di birokrasi pemerintahan. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), kata Rustam, tidak memiliki pilihan ketika dipromosi, dimutasi, atau bahkan didemosi, karena keputusan berada di tangan atasan. “Sebagai bawahan, ASN itu no choice,” tegasnya.

Ia menambahkan, sisi negatif dari kecenderungan ini adalah sulit lahirnya ide-ide kreatif. “Orang malas atau takut keluar dari comfort zone. Akibatnya inovasi pun terhambat,” pungkas Rustam.

Tags: job huggingUniversitas Syiah Kuala (USK)
Previous Post

Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Masyarakat Perangi Judi dan Narkoba

Next Post

Tingkatkan Perlindungan Pekerja, Pemerintah Aceh Bentuk Tim Terpadu Jamsostek

Related Posts

12.648 Peserta Ikut UTBK SNBT di Universitas Syiah Kuala

12.648 Peserta Ikut UTBK SNBT di Universitas Syiah Kuala

by Ulfah
22 April 2026
0

MASAKIINI.CO - Sebanyak 12.648 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Tahun 2026 mengikuti ujian...

Syamsulrizal Resmi Mendaftar Sebagai Calon Rektor USK 2026-2031

Syamsulrizal Resmi Mendaftar Sebagai Calon Rektor USK 2026-2031

by Redaksi
20 Oktober 2025
0

 MASAKINI.CO — Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (FKIP USK), Syamsulrizal, secara resmi mendaftarkan diri dalam bursa...

IRT di Aceh Besar Dilatih Produksi VCO Berkualitas Tinggi

IRT di Aceh Besar Dilatih Produksi VCO Berkualitas Tinggi

by Ulfah
6 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO - Ibu Rumah Tangga (IRT) Desa Barabung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar dilatih meningkatkan nilai tambah produk kelapa lokal...

Next Post
Tingkatkan Perlindungan Pekerja, Pemerintah Aceh Bentuk Tim Terpadu Jamsostek

Tingkatkan Perlindungan Pekerja, Pemerintah Aceh Bentuk Tim Terpadu Jamsostek

Pembongkaran Eks Pasar Aceh Ditarget Rampung Oktober, Bakal Disulap Jadi Lahan Parkir dan Pusat Kuliner

Pembongkaran Eks Pasar Aceh Ditarget Rampung Oktober, Bakal Disulap Jadi Lahan Parkir dan Pusat Kuliner

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co