MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

BI Aceh Ajak Ibu PKK Cerdas Kelola Dapur Saat Harga Naik

Riska Zulfira by Riska Zulfira
31 Oktober 2025
in News
0
BI Aceh Ajak Ibu PKK Cerdas Kelola Dapur Saat Harga Naik

Tim TP PKK Aceh Besar mempraktikkan langsung cara mengolah bahan dapur di tengah kondisi inflasi, Kamis (30/10/2025). | Foto : Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Puluhan ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK Aceh Besar mengikuti kegiatan Cooking Class Dapur Pintar Inflasi yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh di Kedai Kopi Barika, Aceh Besar, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi BI untuk membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, memahami cara mengendalikan inflasi pangan dari dapur sendiri.

RelatedPosts

Warga Jantho Ultimatum Tambang Emas Ilegal: Hentikan dalam 3 Hari atau Ditindak

Haji Uma Minta Kasus Viral “Live Syur” di TikTok Segera Diproses Hukum

Depresi Bisa Muncul Saat Musim Panas, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Analis Bank Indonesia Provinsi Aceh, Daffa Ammarul Muflih Sahir, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengedukasi ibu-ibu agar lebih cerdas dalam berbelanja dan mengolah bahan makanan lokal secara efisien.

“Kami ingin memberikan edukasi bagaimana cara mengendalikan inflasi pangan lewat dapur. Di kelas memasak ini, ibu-ibu diajarkan cara berbelanja cerdas, menggunakan bahan lokal yang hemat, dan mengolah bahan seperti cabai agar tahan lama,” ujar Daffa.

Menurutnya, bahan pangan dan bumbu-bumbuan seperti cabai merah menjadi komoditas dengan harga paling sering bergejolak di Aceh, sehingga turut menjadi penyumbang utama inflasi daerah. Saat ini, harga cabai merah segar di pasaran terus melonjak akibat minimnya pasokan karena belum masuk musim panen dan meningkatnya permintaan.

“Ketika harga cabai naik, dampaknya langsung terasa di dapur ibu-ibu dan pengeluaran rumah tangga. Karena itu, pengendalian inflasi pangan jadi perhatian utama kami,” tambahnya.

Daffa menjelaskan, salah satu tugas utama Bank Indonesia memastikan inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak tergerus. Ia menyebut inflasi bukan hanya istilah ekonomi, tetapi fenomena yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Inflasi itu dekat dengan dapur rumah tangga. Jadi kalau ibu-ibu bisa mengelola bahan makanan dengan baik, sebenarnya mereka sudah ikut membantu menjaga stabilitas ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Aceh Besar, Nurul Fazli, menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ilmu praktis kepada ibu rumah tangga untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok.

“Alhamdulillah, lewat cooking class ini kami jadi tahu bagaimana cara memanfaatkan bahan pangan. Misalnya, saat harga cabai murah, bisa dibuat bubuk cabai kering atau disimpan di kulkas untuk digunakan nanti ketika harga naik,” kata Nurul.

Ia menilai, langkah sederhana seperti mengeringkan atau memblender cabai untuk disimpan dapat menjadi solusi efektif menghadapi fluktuasi harga tanpa mengorbankan cita rasa masakan.

Selain itu, Nurul juga mendorong masyarakat Aceh Besar untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai kebun pangan keluarga.

“Kami di TP PKK terus mengajak masyarakat menanam sayuran dan bumbu dapur seperti cabai, tomat, dan bawang di pot. Jadi kalau harga naik, kita tetap bisa masak dari hasil kebun sendiri,” ujarnya.

Program pembinaan rutin TP PKK ke desa-desa nantinya juga akan disinergikan dengan gerakan pemanfaatan pekarangan ini agar kesadaran masyarakat terhadap ketahanan pangan semakin meningkat.

“Dengan menanam dan berbelanja bijak, kita bisa membantu pengendalian inflasi dari rumah sendiri. Insyaallah, dengan ilmu dari cooking class ini, ibu-ibu bisa lebih siap menghadapi kenaikan harga bahan pokok,” tutup Nurul.

Tags: Bank Indonesia Perwakilan AcehCooking classTP PKK
Previous Post

Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan di Aceh Selatan

Next Post

Arab Saudi Menolak Tawaran Messi untuk Bermain di Liga Pro

Related Posts

Korban Banjir dan Longsor Bisa Tukar Uang Rusak di BI dan Bank Terdekat

by Riska Zulfira
10 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Bank Indonesia menyampaikan warga Aceh yang menjadi korban banjir dan longsor tetap dapat menukarkan uang rusak mereka. Layanan...

Dapur Rumah Jadi Garda Terdepan Kendalikan Inflasi

by Riska Zulfira
20 November 2025
0

MASAKINI.CO - Di tengah tingginya inflasi pangan di Aceh yang kini mencapai 3,6 persen, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menegaskan...

Inflasi Pangan Aceh Tertinggi Ketiga Nasional, Capai 4,66 Persen

by Riska Zulfira
13 November 2025
0

MASAKINI.CO - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyebut inflasi tahunan Aceh tercatat sebesar 4,66 persen (yoy)...

Next Post

Arab Saudi Menolak Tawaran Messi untuk Bermain di Liga Pro

Mantan Bintang Inter Milan Menyesal Tidak Memilih Indonesia

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co