MASAKINI.CO – Puluhan ibu-ibu dari Tim Penggerak PKK Aceh Besar mengikuti kegiatan Cooking Class Dapur Pintar Inflasi yang digelar oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh di Kedai Kopi Barika, Aceh Besar, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi BI untuk membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, memahami cara mengendalikan inflasi pangan dari dapur sendiri.
Analis Bank Indonesia Provinsi Aceh, Daffa Ammarul Muflih Sahir, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengedukasi ibu-ibu agar lebih cerdas dalam berbelanja dan mengolah bahan makanan lokal secara efisien.
“Kami ingin memberikan edukasi bagaimana cara mengendalikan inflasi pangan lewat dapur. Di kelas memasak ini, ibu-ibu diajarkan cara berbelanja cerdas, menggunakan bahan lokal yang hemat, dan mengolah bahan seperti cabai agar tahan lama,” ujar Daffa.
Menurutnya, bahan pangan dan bumbu-bumbuan seperti cabai merah menjadi komoditas dengan harga paling sering bergejolak di Aceh, sehingga turut menjadi penyumbang utama inflasi daerah. Saat ini, harga cabai merah segar di pasaran terus melonjak akibat minimnya pasokan karena belum masuk musim panen dan meningkatnya permintaan.
“Ketika harga cabai naik, dampaknya langsung terasa di dapur ibu-ibu dan pengeluaran rumah tangga. Karena itu, pengendalian inflasi pangan jadi perhatian utama kami,” tambahnya.
Daffa menjelaskan, salah satu tugas utama Bank Indonesia memastikan inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak tergerus. Ia menyebut inflasi bukan hanya istilah ekonomi, tetapi fenomena yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Inflasi itu dekat dengan dapur rumah tangga. Jadi kalau ibu-ibu bisa mengelola bahan makanan dengan baik, sebenarnya mereka sudah ikut membantu menjaga stabilitas ekonomi,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Aceh Besar, Nurul Fazli, menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ilmu praktis kepada ibu rumah tangga untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok.
“Alhamdulillah, lewat cooking class ini kami jadi tahu bagaimana cara memanfaatkan bahan pangan. Misalnya, saat harga cabai murah, bisa dibuat bubuk cabai kering atau disimpan di kulkas untuk digunakan nanti ketika harga naik,” kata Nurul.
Ia menilai, langkah sederhana seperti mengeringkan atau memblender cabai untuk disimpan dapat menjadi solusi efektif menghadapi fluktuasi harga tanpa mengorbankan cita rasa masakan.
Selain itu, Nurul juga mendorong masyarakat Aceh Besar untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai kebun pangan keluarga.
“Kami di TP PKK terus mengajak masyarakat menanam sayuran dan bumbu dapur seperti cabai, tomat, dan bawang di pot. Jadi kalau harga naik, kita tetap bisa masak dari hasil kebun sendiri,” ujarnya.
Program pembinaan rutin TP PKK ke desa-desa nantinya juga akan disinergikan dengan gerakan pemanfaatan pekarangan ini agar kesadaran masyarakat terhadap ketahanan pangan semakin meningkat.
“Dengan menanam dan berbelanja bijak, kita bisa membantu pengendalian inflasi dari rumah sendiri. Insyaallah, dengan ilmu dari cooking class ini, ibu-ibu bisa lebih siap menghadapi kenaikan harga bahan pokok,” tutup Nurul.










Discussion about this post