MASAKINI.CO – Mimpi buruk Mikel Arteta semakin menjadi kenyataan setelah bek andalan Arsenal, Gabriel Magalhaes, mengalami cedera saat membela tim nasional Brasil. Cedera ini menambah panjang daftar pemain Arsenal yang terancam absen, menjelang laga penting melawan Tottenham Hotspur.
Gabriel Magalhaes tampil sebagai starter dalam laga persahabatan antara Brasil melawan Senegal di Emirates Stadium. Namun, ia harus ditarik keluar pada menit ke-60 setelah mengalami masalah pada pangkal paha kirinya.
“Tentu saja, perasaan terakhir adalah kekecewaan dan frustrasi karena kami menginginkan tiga poin,” ujar Arteta, mengomentari hasil imbang 2-2 melawan Sunderland sebelumnya. “Kami harus melewati pertandingan yang sangat sulit. Kami tahu itu, itu sangat mengganggu. Kami harus menghadapi situasi yang sulit untuk dihadapi.”
Cedera Gabriel tentu menjadi pukulan telak bagi Arsenal. Bek asal Brasil ini merupakan pilar penting di lini belakang The Gunners, yang telah mencatatkan tujuh clean sheet berturut-turut sebelum akhirnya terhenti oleh Sunderland.
Selain Gabriel, Arsenal juga dipusingkan dengan kondisi sejumlah pemain kunci lainnya. Viktor Gyokeres, Noni Madueke, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard diragukan tampil dalam Derby London Utara melawan Tottenham Hotspur pada Minggu, 23 November, di Emirates Stadium. Kabar buruk juga datang dari Riccardo Calafiori, yang harus kembali dari kamp pelatihan timnas Italia karena cedera.
“Mereka melakukannya dengan sangat baik dan kami kebobolan gol yang tidak sesuai dengan standar kami,” lanjut Arteta. “Tapi setelah itu, saya pikir tim bereaksi dengan sangat baik, menunjukkan banyak kepribadian dan keberanian. Mereka mencetak gol pertama, mereka mencetak gol kedua dan kami benar-benar mendominasi permainan.”
Meskipun badai cedera menerpa, Arsenal masih mampu memuncaki klasemen Liga Primer Inggris dengan 26 poin dari 11 pertandingan. Mereka unggul empat poin dari Manchester City, sementara juara bertahan Liverpool terpuruk di posisi kedelapan dengan 18 poin.
“Anda harus mengandalkan pertahanan di kotak penalti ketika mereka mulai menempatkan enam atau tujuh pemain di sana,” pungkas Arteta, mengutip dailystar, Minggu (16/11/2025). “Itu bisa dari permainan langsung, bisa dari lemparan ke dalam, bisa dari situasi apa pun. Kami bisa bertahan lebih baik, dan hari ini kami belum melakukannya; kami kebobolan gol.”










Discussion about this post