MASAKINI.CO – Ratusan warga dari Banda Aceh dan Aceh Besar memadati sebuah pangkalan LPG di Desa Geuceu Iniem, Banda Raya, sejak pagi hari demi mendapatkan tabung gas subsidi maupun non-subsidi yang mulai sulit ditemukan di pasaran. Nilawati, salah satu warga yang mengantre, mengaku sudah dua hari tidak bisa memasak karena gas di rumahnya habis dan tidak kunjung tersedia.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, Nahrawi Noerdin, memastikan pasokan LPG untuk wilayah Aceh akan kembali stabil dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Nahrawi, pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengatur suplai LPG dari luar daerah melalui jalur laut. “Saat ini kita sedang upayakan pengiriman kapal dari Batam menuju Lhokseumawe. Dari sana nanti didistribusikan ke Banda Aceh,” Rabu (3/12/2025).
Ia menjelaskan, mekanisme distribusi tersebut akan memperkuat pasokan di wilayah Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, hingga Aceh Selatan. Dengan pola suplai baru ini, Hiswana Migas menargetkan kondisi kelangkaan dapat segera teratasi.
Nahrawi juga menegaskan bahwa LPG yang tiba nantinya akan dibawa menggunakan skid tank untuk kemudian dipasok ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Setelah itu, gas akan kembali didistribusikan ke pangkalan dan pengecer sesuai jaringan yang ada.
Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh pihak menjaga stabilitas harga dan tidak memanfaatkan situasi kelangkaan untuk menaikkan harga di tingkat pangkalan. “Intinya jangan ada yang menaikkan harga. Kita pastikan pasokan berjalan, jadi tidak perlu ada yang membuat situasi makin sulit,” kata Nahrawi.
Ia pun berharap proses suplai berjalan lancar tanpa kendala cuaca maupun teknis, sehingga distribusi LPG dapat kembali normal dalam waktu dekat. “Mohon doa agar semuanya tidak ada hambatan. Kita ingin masyarakat kembali tenang,” tutupnya.










Discussion about this post