MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Maret 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Penyintas Bencana Aceh Butuh Pertolongan Pertama Psikologis

Riska Zulfira by Riska Zulfira
10 Desember 2025
in News
0

Anak-anak pengungsian korban banjir mengikuti aktivitas seperti role play, art therapy, permainan kerja sama, hingga latihan mengelola emosi. | Foto : Dinsos Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Korban bencana hidrometeorologi di Aceh, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, kini tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga dukungan pemulihan psikologis. Pada fase darurat ini, Psikolog Zahrani menegaskan bahwa pemberian Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis  menjadi langkah penting untuk membantu penyintas kembali stabil secara emosional.

Zahrani menjelaskan, PFA bukan ditujukan untuk langsung menyembuhkan trauma, tetapi untuk menghadirkan rasa aman, mengurangi stres, dan memastikan korban merasa didampingi. “Yang kita lakukan adalah menstabilkan dulu emosinya. Korban harus merasa bahwa mereka tidak sendirian,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

RelatedPosts

122 Armada Dikerahkan, Pemerintah Aceh Berangkatkan Ribuan Peserta Mudik Gratis

Awardee BIB Aceh Salurkan 65 Paket Makanan kepada Warga di Bulan Ramadan

100 Armada Disiapkan untuk Mudik Gratis dari Banda Aceh

Menurutnya, PFA dilakukan melalui tiga prinsip utama: Look, Listen, dan Link. Tahap Look dilakukan dengan mengamati kondisi lapangan dan mengidentifikasi siapa yang membutuhkan bantuan serta jenis dukungan yang sesuai.

Pada tahap Listen, pendamping wajib hadir secara empatik, mendengarkan tanpa menghakimi, dan memberi ruang bagi korban untuk bercerita jika mereka siap. “Yang paling penting adalah kehadiran dan mendengarkan secara aktif. Tidak boleh ada paksaan,” kata Zahrani.

Tahap terakhir, Link, bertujuan menghubungkan penyintas dengan dukungan yang mereka perlukan, mulai dari keluarga, jaringan sosial, hingga layanan kesehatan mental. Ia menambahkan, PFA dapat dilakukan tidak hanya oleh psikolog, tetapi juga tenaga kesehatan, pekerja sosial, hingga relawan yang telah mendapat pelatihan.

Zahrani menekankan bahwa rasa aman secara fisik dan emosional merupakan kebutuhan utama korban pada masa darurat. Banyak penyintas yang menahan emosi dan membutuhkan ruang aman untuk mengekspresikan perasaan mereka. “Intinya, jangan biarkan mereka merasa sendiri. Kehadiran kita sangat berarti,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa pemulihan psikologis bukan proses singkat. Trauma dapat membutuhkan pendampingan jangka panjang, bahkan bertahun-tahun. Karena itu, ia mendorong adanya layanan psikososial berkelanjutan, seperti kunjungan rutin ke komunitas dan pelibatan tokoh masyarakat dalam proses pemulihan.

“Intervensi tidak bisa hanya sesaat. Pemulihan membutuhkan dukungan yang panjang dan konsisten,” tutup Zahrani.

Tags: Bencana hidrometeorologiKorban BencanapsikologisPsychological First Aid (PFA)
Previous Post

BREAKING NEWS: Gempa M4,6 Guncang Sabang, Terasa Kuat di Banda Aceh

Next Post

Gempa M4,6 Guncang Banda Aceh Dipicu Aktivitas West Andaman

Related Posts

104 Unit Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Aceh Utara Diresmikan

104 Unit Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Aceh Utara Diresmikan

by Redaksi
14 Maret 2026
0

‎‎MASAKINI.CO — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Djamari Chaniago, meresmikan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat...

Bantuan Biaya Hidup Belum Diterima, Mahasiswa Aceh Korban Bencana Sumatra Lapor Ombudsman

Bantuan Biaya Hidup Belum Diterima, Mahasiswa Aceh Korban Bencana Sumatra Lapor Ombudsman

by Ulfah
21 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Ombudsman RI Perwakilan Aceh menerima laporan dugaan permasalahan dalam penyaluran Bantuan Biaya Hidup (BBH) bagi mahasiswa yang terdampak...

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

KontraS Aceh Temukan 7 Dugaan Kekerasan Gender di Pengungsian Aceh Utara

by Riska Zulfira
13 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan menemukan sedikitnya tujuh dugaan kasus Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di...

Next Post

Gempa M4,6 Guncang Banda Aceh Dipicu Aktivitas West Andaman

Banda Aceh Raih Peringkat Pertama Monev Keterbukaan Informasi Aceh 2025

Discussion about this post

CERITA

Cinta Ibu yang Mengetuk Pintu Surga: Kisah di Balik Baju Lebaran Hasan dan Husein

15 Maret 2026
Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co