MASAKINI.CO – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia merespons surat resmi Pemerintah Aceh terkait permintaan dukungan penanganan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Tanoh Rencong. Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC) dalam keterangannya menegaskan tetap terlibat aktif mendampingi pemerintah Indonesia dalam respons darurat di wilayah terdampak.
UNIC menyampaikan bahwa PBB telah memberikan dukungan teknis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sesuai mandat masing-masing badan PBB, baik di tingkat daerah maupun nasional melalui kementerian terkait.
“PBB siap untuk memperkuat dukungan tersebut melalui kerja sama yang erat dengan pemerintah,” tulis PPB dalam pernyataan yang diterima masakini.co, Senin (15/12/2025).
Sementara United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia juga membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari pemerintah Aceh.
UNDP saat ini sedang mengkaji bentuk dukungan terbaik yang dapat diberikan kepada tim penanggulangan bencana nasional dan masyarakat terdampak, sesuai mandat kami dalam pemulihan dini.
Begitu juga, United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia juga telah menerima surat dari Pemerintah Aceh. UNICEF menyatakan tengah menelaah bidang dukungan yang dibutuhkan, melalui koordinasi dengan otoritas terkait, untuk mengidentifikasi kebutuhan prioritas dalam penanganan bencana yang dipimpin pemerintah.
UNICEF menyampaikan simpati kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejak awal banjir terjadi, UNICEF bersama badan PBB lainnya telah bekerja sama dengan pemerintah di tingkat nasional dan daerah dalam mendukung respons darurat.
“Tim UNICEF di Kantor Lapangan Aceh saat ini telah berada di lapangan dan diperkuat dengan tambahan keahlian teknis, khususnya dalam aspek perlindungan dan kesejahteraan anak,” tulisnya.
UNICEF menegaskan komitmennya untuk terus mendukung respons pemerintah melalui koordinasi yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh secara resmi meminta keterlibatan dua lembaga internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNDP dan UNICEF) untuk membantu penanganan pasca bencana banjir bandang dan longsor di Aceh.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan permintaan tersebut telah disampaikan kepada lembaga internasional terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat proses pemulihan di wilayah terdampak ata pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004.










Discussion about this post