MASAKINI.CO – Kesedihan menyelimuti para petani di Kampung Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, setelah banjir besar merendam lahan pertanian mereka. Sawah yang baru ditanami padi kini tenggelam di bawah genangan air bercampur lumpur, memupus harapan panen dalam waktu dekat.
Banjir yang melanda wilayah terpencil tersebut tidak hanya merendam puluhan rumah warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pertanian. Air yang belum surut membuat para petani tidak dapat kembali ke sawah untuk merawat tanaman.
“Sawah sudah tenggelam, tergenang sama air. Padahal baru tanam bijeh,” ujar, seorang petani setempat, M. Saleh, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, genangan air dan lumpur masih cukup tebal hingga saat ini, sehingga warga sama sekali tidak bisa beraktivitas di lahan pertanian. “Selama ini kami tidak bisa ke sawah. Lumpur dan air semua, sudah seperti sungai nampaknya,” katanya.
Berdasarkan data sementara, Aceh Utara menjadi kabupaten dengan dampak banjir terluas terhadap lahan padi di Aceh. Dari total 39.762 hektare lahan sawah, seluruhnya dilaporkan terdampak banjir.
Dari jumlah tersebut, sekitar 25.827 hektare masih dinyatakan layak untuk ditanami kembali, sementara 13.935 hektare lainnya mengalami kerusakan berat dan tidak dapat ditanami akibat terendam air dan lumpur dalam waktu lama.
Kondisi ini menempatkan Aceh Utara sebagai daerah dengan tingkat kerusakan pertanian tertinggi dibandingkan kabupaten lain seperti Bireuen, Aceh Timur, dan Aceh Besar.
Para petani meminta perhatian serius dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat, mengingat banjir ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menghantam langsung sumber mata pencaharian utama masyarakat.










Discussion about this post