MASAKINI.CO – Beroperasinya kembali Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, disambut lega para sopir truk yang selama ini bergantung pada jalur tersebut untuk distribusi barang lintas Medan–Aceh. Jembatan darurat itu resmi difungsikan sejak 27 Desember lalu dan kembali membuka jalur vital lintasan timur–utara Aceh.
Sejumlah sopir truk mengaku sangat terbantu dengan dibukanya kembali Jembatan Krueng Tingkeum, setelah sebelumnya harus memutar jauh akibat jembatan lumpuh diterjang banjir bandang. Jalur alternatif yang digunakan dinilai lebih panjang, memakan waktu, serta berisiko tinggi bagi pengemudi.
Seorang sopir truk trayek Medan–Bireuen, Munawir, mengaku lega karena kini bisa kembali melintasi jalur utama untuk mengantar barang.
“Alhamdulillah, setelah jembatan selesai, sudah bisa lewat lagi untuk antar barang ke Bireuen dan daerah sekitarnya,” ujar Munawir, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, dibukanya kembali jembatan tersebut sangat berpengaruh terhadap waktu tempuh dan biaya distribusi. Ia menyebut jalur normal jauh lebih efisien dibandingkan rute memutar yang harus ditempuh sebelumnya.
Jembatan Krueng Tingkeum selama ini dikenal sebagai urat nadi transportasi Aceh yang menghubungkan distribusi barang dari Medan menuju Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, hingga Banda Aceh. Lumpuhnya jembatan sempat menyebabkan tersendatnya pasokan logistik dan memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Kini, dengan kembalinya fungsi Jembatan Krueng Tingkeum, jarak tempuh jalur Medan–Banda Aceh kembali normal sekitar enam kilometer. Sebelumnya, pengendara harus memutar hingga 18 kilometer melalui jembatan darurat Awe Geutah–Teupin Reudep. Kembali normalnya jalur ini diharapkan memperlancar arus barang dan meringankan beban para sopir serta pelaku distribusi logistik di Aceh.










Discussion about this post