MASAKINI.CO – Memasuki tahun 2026, perekonomian Aceh berada dalam tahap pemulihan pasca bencana. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan bahwa meskipun dampak bencana masih terasa pada awal tahun ini, optimisme tetap tinggi mengenai pemulihan dan pertumbuhan ekonomi di Aceh.
Menurutnya, perekonomian daerah ini diperkirakan mulai tumbuh pada triwulan kedua 2026, seiring dengan normalisasi aktivitas masyarakat.
“Bantuan yang diberikan pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi. Kami optimistis meskipun di awal tahun belum sepenuhnya pulih, pada pertengahan 2026 ekonomi Aceh bisa tumbuh kembali, bahkan mendekati angka 4,5 persen,” kata Agus, Rabu (21/1/2026).
Meskipun sempat mengalami penurunan, Agus tetap percaya bahwa dengan adanya langkah pemulihan yang dijalankan, perekonomian Aceh akan kembali bangkit. Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir 2025 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian.
Sebelum bencana, proyeksi pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2025 diperkirakan mencapai 4,6 persen. Namun, setelah terjadinya bencana yang melanda 18 kabupaten/kota, proyeksi tersebut mengalami penurunan. “Pada 2025, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Aceh berada di kisaran 4,2 hingga 4,3 persen. Sementara di triwulan ketiga 2025, perekonomian Aceh sempat mencapai 4,46 persen (YoY), namun setelah bencana, ekonomi Aceh diperkirakan melambat,” jelas Agus.
Namun, dengan berbagai langkah pemulihan yang sedang berlangsung, baik dari pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya, Agus mengungkapkan harapannya agar pada tahun 2026, perekonomian Aceh dapat kembali tumbuh lebih baik. Salah satu langkah krusial adalah percepatan pembangunan infrastruktur yang terdampak bencana.
“Pemulihan sektor-sektor yang terdampak bencana dan perbaikan infrastruktur sangat penting. Pemerintah Aceh terus bergerak cepat untuk menyelesaikan proses pembangunan dan rekonstruksi,” ujar Agus.
Selain itu, pemerintah Aceh juga menyiapkan anggaran besar untuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan perekonomian di Aceh dan memastikan bahwa masyarakat bisa segera kembali produktif.
“Anggaran yang digelontorkan untuk pemulihan ini sangat besar. Kami berharap semua langkah tersebut dapat mendorong perbaikan cepat dan perekonomian Aceh bisa pulih lebih cepat,” tambah Agus.
Meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi, dengan adanya dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Agus percaya bahwa Aceh akan mampu mengatasi dampak bencana dan kembali tumbuh secara signifikan pada 2026.










Discussion about this post